Thief From Silmarin

Thief From Silmarin
BAB 46. ROMBONGAN PERUSAHAAN DURMAN



Wilis Anderson petualang kelas warrior yang di miliki guild desa Droya telah di berikan pekerjaan khusus untuk memata-matai rombongan besar yang meninggalkan desa.


Ketertarikan kepala guild terhadap rombongan yang bekerja kepada perusahaan dagang Durman sangatlah besar, apalagi setelah kepala guild mengetahui kalau Lucas Durman sebelumnya hanyalah seorang pedagang kecil dan tiba-tiba dapat berkembang pesat menjadi sebuah perusahaan yang dapat menyewa sangat banyak petualang hebat dari Silmarin.


Kegiatan besar perusahaan Durman di desa Droya saat ini kemungkinan memiliki tujuan tertentu yang cukup menguntungkan mereka, apalagi Kirt Johan juga berhubungan dengan semua itu.


Kepala guild juga sudah berusaha membujuk para petualang dari Silmarin untuk memberitahu tujuan mereka, tapi mereka semua menolak bahkan setelah kepala guild menawarkan uang yang terbilang cukup besar yang artinya apa yang sedang mereka kerjakan jauh lebih menguntungkan dari pada apa yang kepala guild tawarkan.


Tidak ada kesempatan selain mencari tahu sendiri apa yang di lakukan para petualang dari Silmarin itu jauh di utara tanah Tandora, jadi kepala guild memberikan sebuah pekerjaan kepada seorang petualang yang cukup dapat Ia andalkan di guildnya.


Wilis Ardenson sendiri juga sudah tingkat perak dan merupakan petualang solo yang melakukan pekerjaan sendiri tanpa membentuk kelompok sehingga dia juga cukup terkenal hebat, tapi sebagai Warrior yang tidak mempunyai kemampuan dasar melacak serta memata-matai sebenarnya tidaklah sesuai dengan pekerjaan yang dia jalankan saat ini.


"Mereka semua memasuki hutan Argamir, sebenarnya apa yang mereka lakukan di hutan berbahaya itu?" Ucap Wilis yang mengamati rombongan perusahaan dagang Durman yang sedang Ia amati dari kejauhan.


Dengan perlahan Wilis mengikuti orang-orang yang memasuki hutan tapi walaupun dia sudah berusaha sebaik mungkin dalam menyembunyikan dirinya di balik sebuah pohon tapi para petualang dari Silmarin tetap menyadarinya bahkan beberapa ranger sengaja naik ke atas pohon dan mengamati tingkah bodoh Wilis yang berusaha mengikuti rombongan perusahaan Durman.


"Lihatlah petualang itu bahkan ia tidak menyadari kita yang ada di atas pohon."


"Sepertinya Ia seorang petualang dari kelas yang tidak memiliki kemampuan bersembunyi, mengapa guild desa Droya mengirimkan petualang seperti itu."


"Haruskah kita menyingkirkannya sekarang, karena akan dengan mudah panahku mengenainya dari posisi kita di sini."


"Tahan ide itu karena ingatlah apa yang di katakan Priest Maria dan tuan Kirt, kita hanya di suruh mengamatinya dan tidak boleh menyerangnya selama Ia tidak melakukan sesuatu."


"Baiklah aku mengerti."


Wilis terus mengikuti rombongan dari perusahaan Durman yang semakin jauh memasuki hutan hingga malampun tiba dan mereka semua mulai membuat tenda untuk beristirahat serta mengeluarkan persediaan yang cukup banyak mereka bawa.


Kirt duduk di depan api unggun bersama Maria dan Holan sementara Lucas di bantu beberapa orang dari Silmarin sedang memasak menyiapkan makan malam untuk semua orang.


"Nona Maria maaf kita hanya bisa membuat beberapa sub gandum dan daging kering karena saya berpikir kita akan melakukan perjalanan yang cukup lama sehingga bahan makanan kita bawa juga harus di sesuaikan dengan hal itu." Kata Lucas karena Ia berpikir bahan makanan seperti sayur tidak akan dapat bertahan lama, apalagi rombongannya juga tidak dapat membawa kereta kuda karena harus melewati hutan dan pegunungan yang sangat terjal.


"Kami tidak masalah karena ini lebih dari cukup untuk kami." Jawab Maria dan mereka semua makan bersama di perkemahan tengah hutan.


Tidak ada satupun orang-orang dari Silmarin yang mengeluh atas makanan yang mereka dapatkan karena di tempat asal mereka ada banyak orang yang kelaparan akibat kekuasaan kerajaan Arfen yang sering bertindak sewena-wena terhadap para penduduk Silmarin.


Sementara itu petualang Wilis juga sedang makan sambil bersembunyi tapi hanya roti kering yang ia bawa dan rasanya sangatlah hambar bila di banding dengan sup hangat yang sedang di makan orang-orang yang sedang Ia amati jadi Ia meneguk air untuk melegakan tenggorokannya.


Malampun semakin larut dan rasa lelah akhirnya membuat Wilis tertidur di tempat ia bersembunyi hingga beberapa ranger yang mengamatinya terlihat bingung karena tertidur saat dalam pengintain merupakan kesalahan besar tapi para petualang dari Silmarin itu tidak melakukan apapun terhadapnya.


Pagipun menjelang dan Wilis terbangun lagi tapi Ia sudah tidak mendapati rombongan perusahaan Durman di tempat terakhir Ia lihat jadi Wilispun segera bergegas melakukan pengejaran kembali meskipun Ia sedidikit kesulitan karena tidak memiliki keahlian mencari jejak.


"Tuan Kirt apakah tempatnya masih jauh." Tanya Holan yang berjalan mengikuti Kirt bersama sekitar lima puluh orang dari Silmarin.


"Seharusnya tidak jauh lagi setelah kita sampai di kaki gunung itu kita akan menemukan beberapa bebatuan besar di sanalah gua di mana letak mulut gua yang merupakan pintu masuk ke dalam dungeon gorgor." Terang Kirt Johan.


Butuh waktu setengah hari untuk sampai ke tempat yang Kirt katakan dan setelah makan siang dan mempersiapkan diri, rombongan besar itupun mulai memasuki dungeon Gorgor.


Meskipun kemungkinan besar rombongan Kirt akan bertemu dengan kelompok bandit Scorpion yang di pimpin Rogret serta orang-orang lain yang memburunya tapi sekarang Kirt membawa cukup banyak orang yang dapat menghadapi mereka semua.


Sementara itu Wilis mulai tersesat di hutan Argamir yang berbahaya hingga sesuatu dari balik pepohonan membuatnya waspada dan sekelompok orang yang Ia kenali muncul.


"Rasgar apakah itu kamu, mengapa kamu bisa berada di tempat seperti ini dan bagaimana dengan misimu di desa Asbek?" Tanya Wilis kepada seorang pemimpin dari kelompok petualang yang Ia kenal.


"Misi kami di desa Asbek sudah di gantikan oleh petualang lain dan kami di suruh oleh kepala guild untuk membantumu di sini, lalu di mana orang-orang dari Silmarin itu?" Kata Rasgar.


Kepala guild desa Droya tidaklah bodoh dengan hanya mengirimkan Wilis seorang untuk melakukan misi penyelidikan, sebelumnya kepala guild terpaksa memakai jasa Wilis karena sebagian besar petualang yang sesuai dengan misi itu tengah sibuk menjalankan pekerjaan mereka sendiri, hingga bangsawan muda Jirdan yang baru kembali dari pembangunan desa Asbek memberikan usulan agar petualang yang sebelumnya ia sewa untuk di alihkan dalam misi penyelidikan ini karena bangsaawan muda Jirdan De Droya masih menyimpan dendam terhadap Kirt Johan.


"Begitu jadi aku tidak menjalankan misi khusus ini sendiri tapi ini sedikit sulit karena aku telah menemukan beberapa jelak menuju arah utara tapi aku masih belum berhasil menyusul rombongan itu." Kata Wilis.


Rasgar sedikit kecewa karena Wilis ternyata telah kehilangan jejak orang-orang dari Silmarin yang bersama Kirt Johan yang memiliki imbalan besar untuk kepalanya dan tak lama kemudian seorang dari kelompok yang di pimpin Asgar muncul dari balik pepohonan tapi Ia bukanlah dari ras manusia karena memiliki ciri khas telinga runcing yang artinya ia adalah ras Elfen.


Kerajaan Elf terbesar di benua barat memang ada di kota di tengah hutan Argamir akan tetapi Arnya bukanlah berasal dari hutan Argamir ini tapi berasal dari hutan jauh di wilayah barat.


"Arnya bagaimana?" Tanya Asgar kepada Elf yang baru kembali dari menyisir wilayah sekitar.


"Sepertinya benar dugaanku semua jejak yang aku lihat jelas di buat secara sengaja untuk pengalihan tapi saya pikir mereka bergerak ke arah timur karena ada jejak dua orang yang menuju arah itu, kemungkinan merekalah yang bertugas membuat jejak palsu di sini." Jawab Arnya.


"Begitukah, hm ternyata mereka cukup cerdas juga dengan membuat tipuan seperti ini, tapi kita cukup beruntung karena kita memiliki seorang Elf di kelompok kita." Kata Asgar.


Elfen terbiasa hidup di dalam hutan jadi mereka sangat ahli dalam pelacakan dan bertahan hidup di dalam hutan seperti hutan Argamir tempat mereka berada sekarang.


Para petualang dari guild desa Droya kemudian melanjutkan pengejaran mereka ke arah pegunungan Wiwardin.