Thief From Silmarin

Thief From Silmarin
BAB 48. JALAN YANG TERHADANG



Estella Hardin dan kelompoknya terus bergerak hingga akhirnya menemukan jalan bercabang yang pernah mereka lalui yaitu satu jalan menuju reruntuhan kota Gorgor dan satu lagi menuju labirin bawah tanah yang cukup membingungkan.


Orlando yang bersama kelompok assassin juga merasa ragu dapat mengingat jalan di Labirin gorgor akan tetapi tidak ada pilihan lain karena lorong yang lain terdapat bahaya yang tidak dapat mereka hadapi.


Estella Hardin terus melangkah maju mendekati pintu labirin akan tetapi alangkah terkejutnya mereka melihat seorang yang mereka kenali sebagai buronan kerajaan Arfen.


"Kirt Johan dia ada di sini!" Ucap Estella dan Ia bersama rekan-rekannya langsung bersiap untuk bertempur.


"Bagaimana mungkin dia dapat mengecoh kira semua padahal jauh sebelumnya pasukan Arfenia sudah menyisir seluruh tempat ini." Sahut Kapten Orlando yang juga tidak menyangka akan bertemu dengan Kirt Johan Sekarang.


Para Assassin yang memang sudah sejak awal ingin memburu Kirt Johan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk meringkus Kirt di sana, akan tetapi banyak orang yang kemudian terlihat keluar dari dalam Labirin di belakang Kirt hingga para assassin itu tampak bingung siapa mereka tapi jelas Estella dan kelompoknya menyadari kalau orang-orang itu bersama dengan Kirt penjahat yang mereka buru selama ini.


"Estella Hardin, tidak aku sangka ternyata kalian juga berada di dalam dungeon ini." Ucap Kirt Johan dengan tenang saat melihat Kirt Johan.


Sementara itu Lucas Durman yang juga tidak menyadari apa yang terjadi keluar dari dalam labirin untuk menghampiri Kirt temanya dan Ia juga terlihat bingung karena juga melihat para assassin yang dulu pernah membeli potion penyembuh kepadannya.


"Kirt apa yang terjadi di sini dan eh bukankah kalian orang-orang yang dulu pernah membeli potion penyembuh di lapakku?" Kata Lucas saat melihat dua orang di antara assassin yang Ia kenali.


Sementara itu Dirta Lamerta dan Bara Shindarty menatap tajam pada pedagang Lucas karena Lucas pernah menipu mereka dengan memberikan informasi yang salah tentang keberadaan Kirt Johan.


"Dasar pedagang penipu ternyata kamu bekerjasama dengan penjahat yang kami incar!" Ucap Dirta kepada Lucas.


Sementara itu Estella yang tidak tahu apa yang di ucapkan rekannya kemudian bertanya. "Dirta apa kamu mengenal orang itu?"


"Dia adalah pedagang yang sebelumnya memberitahu kami kalau Kirt pergi ke arah timur menuju ibukota padahal sebentarnya menuju ke utara ke tempat ini." Jawab Dirta membuat Estella mulai paham dan menatap Lucas Durman yang telah merugikan mereka dengan informasi palsu yang pedagang itu berikan.


Lucas memang merasa sedikit bersalah telah menipu mereka tapi itu juga demi kebaikan temannya Kirt yang Ia tahu adalah orang yang jujur dan baik hati jadi Lucas berbicara.


"Ah maafkan saya karena sebelumnya telah menipu kalian tapi saya tidak ingin teman saya mendapatkan masalah dengan kalian dan lagi pula Kirt Johan bukanlah orang jahat seperti kalian pikirkan, Ia hanya berjuang untuk rakyat yang di jajah oleh pasukan kerajaan Arfen di Silmarin sehingga pihak kerajaan Arfen menganggapnya sebagai pemberontak." Kata Lucas Durman membela Kirt tapi terlihat para Assassin itu masih tidak sependapat dengan diri Lucas.


"Bukan orang jahat katamu, orang brengsek itu telah membunuh seorang petualang dari desa Droya dan kami tahu itu karena kami bertemu dengan rekan satu kelompok petualang Patra orang yang Kirt Johan bunuh!" Ucap Estella yang menyalahkan Kirt Johan.


Kirt mengingat kalau Ia memang pernah membunuh Patra seorang petualang tingkat emas dari kelompok Phonix Swort tapi semua itu Ia lakukan atas dasar membela diri.


"Patra, benar saya masih mengingat petualang Rogue Archer dari kelompok Phoenix Swort itu yang saya bunuh di hutan Argamir, tapi saya tidak menyesal melakukannya karena saat itu mereka yang pertama mencoba membunuh saya." Kata Kirt Johan memberikan alasan atas pembunuhan yang pernah Ia lakukan.


"Jangan mencoba menipu kami, jelas kamu adalah seorang penjahat yang telah membunuh banyak orang!" Ucap Estella Hardin yang bersikukuh menyalahkan Kirt Johan.


"Terserah kalian mau menganggap saya seperti apa, yang jelas selama ini saya tidak pernah membunuh orang yang tidak bersalah kecuali saya terpaksa melakukanya untuk membela diri." Jawab Kirt Johan yang berbicara kepada kelompok assassin yang di pimpin oleh Estella itu.


Estella tidak tahu apakah yang di katakan Kirt itu benar atau tidak karena sebelumnya Ia memang mendengar dari kelompok petualang Phoenix Swort kalau Kirt Johan yang telah membunuh Patra, tapi para Assassin itu juga tidak tahu secara pasti mengenai kejadian yang sebenarnya dan alasan mengapa Patra yang memiliki kelompok petualang tingkat emas yang cukup kuat untuk menghadapi Kirt Johan bisa terbunuh.


"Estella sebaiknya kita mundur, kita tidak dapat menangkap Kirt saat ini?" Ucap assassin Yura yang berpikir mencoba berhadapan dengan Kirt Johan yang membawa banyak orang yang terlihat cukup kuat adalah tindakan bodoh.


"Yura tidak ada jalan jeluar selain melewati labirin di depan kita karena di belakang kita ada tiga jalan yang satu mengarah ke sarang undead di reruntuhan kota Gorgor dan satu lagi Rogret Wrimas bersama anak buahnya akan menghadang kita sementara sisanya menuju lebihjauh ke bawah bumi dan entah apa yang menunggu kita di sana." Ucap Estella yang merasa kebuntuan ada di setiap pilihan jalan yang harus Ia ambil.


Kirt Johan juga mendengar perkataan assassin Estella dan berpikir lorong yang tidak menuju reruntuhan kota itu pasti adalah lorong tempat yang Ia lalui untuk keluar dari dungeon Gorgor tapi sekarang tempat itu terdapat bandit Scorpion yang menghalangi jalan, jadi pantaslah para assassin di depannya terlihat kebingungan.


Meskipun kelompok assassin Estella pernah sekali menangkap Kirt tapi Kirt juga tahu kalau mereka bukanlah orang yang jahat dan itulah yang menjadi alasan mengapa Kirt tidak membunuh assassin Dirta saat melepaskan diri dari para assassin itu di masa lalu.


"Sepertinya kalian para assassin juga dalam kesulitan, saya Kirt Johan akan memberikan jalan pada kalian untuk lewat dan keluar dari tempat ini tapi sebagai gantinya bisakah kalian tidak lagi berusaha menangkap saya." Ucap Kirt Johan yang menawarkan kebaikan kepada para assassin itu meskipun Kirt tahu mereka adalah orang-orang yang berusaha menangkapnya bahkan sampai saat ini.


Estella Hardin dan kelompoknya terlihat meragukan kebaikan dari Kirt Johan karena tidak ada sedikitpun alasan kuat bagi Kirt dengan melakukan hal itu terhadap orang yang selama ini bermusuhan dengannya.


Assassin Estella juga tidak ingin mengambil resiko dengan melewati orang-orang yang bersama Kirt Johan yang terlihat sangat berbahaya, Para assassin itu berpikir tidak mungkin mereka dapat lewat dengan tenang seperti tidak pernah terjadi perselisihan apapun dengan Kirt Johan, jadi kemungkinan besar penawaran itu hanyalah jebakan di mana orang-orang yang di bawa Kirt Johan akan mengeroyok Estella dan kelompoknya saat mereka lengah.


"Tidak terimakasih, lebih baik kami berbalik dari pada mendapatkan bantuan dari penjahat sepertimu yang pasti sedang menipu kami." Jawab Estella yang kemudian bergerak mundur bersama kelompoknya menajuahi Kirt Johan yang membawa banyak orang.


Estella dan kelompoknya kemudian bergegas pergi dari tempat itu sementara Bara Shindarty berpikir kalau kemungkinan Kirt Johan benar-benar akan membiarkan mereka semua pergi melewati labirin jadi Ia berbicara.


"Estella mengapa kita tidak menerima penawaran Kirt Johan meskipun kita tidak dapat menangkapnya tapi paling tidak kita bisa keluar dari tempat ini dengan selamat?" Tanya Bara Shindarty.


Terlihat Estella masih terdiam tidak menjawabnya Bara karena Ia juga merasa bingung dengan sikap dan ucapan dari Kirt Johan yang terlihat sangat meyakinkan kalau Ia mengatakan yang sebenarnya.


"Bara tidak mungkin ada orang yang sebaik itu dengan membiarkan kita yang selama ini terus mengejarnya begitu saja, jelas itu adalah sebuah tipuan dan orang-orang yang bersama Kirt Johan pasti akan menyerang kita saat kita lewat karena mereka jauh lebih unggul jumlah." Kata assassin Yura yang menjawab untuk pertanyaan Bara Shindarty.


"Kakak Yura benar lebih baik kita menghindari mereka, karena aku juga merasakan kalau orang-orang yang bersama Kirt Johan memiliki kemampuan bertarung atau bahkan mereka semua adalah petualang sama seperti kita." Tambah assassin Shasa yang menyadari penampilan dari orang-orang yang ia lihat sebelumnta juga membawa berbagai senjata layaknya petualang.


Sementara itu Orlando satu-satunya orang luar dari kelompok assassin itu juga ikut melarikan diri bersama mereka, tapi dia juga merasa kesal karena jalan keluar mereka yang lain juga di hadang oleh musuh.


"Kalian semua lalu sekarang kemana kita akan pergi, karena kita tidak mungkin melewati lorong di mana kelompok bandit yang di pimpin Rogret Wrimas sudah menunggu kita dengan pedang mereka, masuk ke dalam reruntuhan kota Gorgor Lich Ashura dan pasukan undeadnya juga masih berada di sana." Kata Orlando kepada kelompok assassin yang di pimpin Estella.


"Tidak ada pilihan lain jadi kita akan bersembunyi untuk sementara waktu di dalam gua di dekat tempat yang terdapat banyak banyak batu crystal yang sebelumnya kita lewati." Jawab Estella.


"Eh gua gelap itu tapi bukankah itu lorong menuju lebih dalam ke dasar bumi." Ucap kembali Orlando.


"Apakah kamu tidak akan ikut kami, kamu boleh pergi sendiri mencari jalan yang lain dan kami akan ke gua itu mencoba bertahan sampai situasi lebih baik untuk melewati jalan keluar di sini." Kata Dirta Lamerta.


"Eh tapi semua jalan sudah terblokir oleh musuh jadi tidak, lebih baik aku ikut kalian dari pada menghadapi semua musuh itu sendirian." Kata Orlando yang memilih pilihan yang terbaik untuk dirinya agar dapat terus bertahan hidup.


Estella dan kelompok assassinnya serta Orlando terlihat memasuki gua yang merupakan tambang emas terbengkalai tempat yang sama dengan yang sedang di tuju oleh Kirt Johan, tapi rombongan Kirt Johan berada jauh di belakang karena masih ingin beristirahat mempersiapkan diri mereka.