Thief From Silmarin

Thief From Silmarin
BAB 50. SUMBER AIR PANAS



Cahaya mulai terlihat di ujung lorong dan Estella bersama kelompoknya dapat melihat lebih leluasa di sana karena banyaknya kristal berwarna-warni yang memancarkan cahaya redup di sekirar gua itu.


Mereka memang cukup takjub dengan pemandangan di sana akan tetapi Bara Shindarty memperingatkan mereka semua kalau tempat itu jauh lebih berbahaya dari tempat sebelumnya apalagi Bara Shindarty dapat sedikit mencium bau belerang di sana.


Sebagian jenis kristal serta batu mulia terbentuk karena tekanan dan suhu tinggi dari lava yang mengalir di dasar bumi yang artinya dahulu di sekitar tempat itu terdapat kawah gunung berapi.


Gas belerang memang beracun tapi Bara Shindarty yang memiliki kemampuan Alchemist mengatakan kalau kandungan gas di udara tidaklah terlalu pekak dan belum dapat membahayakan jiwa.


Suhu yang semakin panas serta udara yang semakin menipis membuat kelompok Estella sedikit kesulitan tapi mereka harus menahannya dan setelah cukup lama menelusuri gua itu mereka menemukan sumber air beberapa membentuk kolam yang cukup besar tapi Bara memperingatkan mereka agar jangan langsung meminumnya sebelum ia memeriksa air itu.


Bara Shindarty mendekat ke salah satu kolam dan memeriksanya tapi dia tidak merasakan adanya tanda-tanda bahaya dari airnya jadi dia berbicara.


"Sudah kuduga ini adalah sumber air panas alami jadi kemungkinan memang masih ada aliran lava di bawah tempat ini." Ucap Bara Shindarty.


"Bara apakah airnya aman?" Tanya Estella Hardin.


"Ada sedikit kandungan belerang tapi itu sangat sedikit jadi aku rasa ini masih aman untuk di konsumsi dan suhunya juga tidak terlalu panas kita dapat membasuh tubuh kita dengan airnya." Jawab Bara Shindarty.


Kelompok assassin itu sedikit tersenyum karena tidak menyangka akan menemukan sumber air panas di tempat seperti itu apalagi persediaan air mereka juga sudah semakin sedikit.


"Jadi kita bisa mandi di sini, ini sangat bagus karena aku memang sudah sangat lama ingin mencobanya tapi sumber air panas seperti ini cukup langka bahkan di kerajaan Arfen hanya ada satu dan itu sangat jauh di utara." Kata Orlando yang juga berada di sana bersama kelompok assassin Estella tapi para assassin yang semuanya adalah wanita menatapnya.


"Kapten Orlando kamu pergilah ke kolam di balik lorong di sebelah sana dan jangan coba-coba mengintip kami karena Yura kemungkinan akan menyongkel kedua matamu bila nekat melakukannya." Kata Estella dan Yura yang memegang sebuah pisau belati terlihat sedikit tersenyum sadis menanggapinya.


"Eh aku akan sendirian di sebelah sana, tapi bagaimana bila ada monster yang muncul." Jawab Kapten Orlando.


"Jika monster muncul kamu bisa berteriak tapi bila kamu tidak ingin sendirian aku rasa Yura dan Shasa tidak keberatan menemanimu." Kata Estella tapi kapten Orlando merasa kalau lebih baik jika sendirian dari pada bersama dengan dua bersaudara sadis yang tampak tidak memiliki perasaan itu.


"Tidak lebih baik aku sendiri saja dari pada bersama mereka berdua." Jawab Orlando yang kemudian pergi menjauh ke kolam di balik lorong.


Belum lama berselang kapten Orlando langsung berteriak karena melihat sesuatu di dalam air yang akan ia masuki hingga para assassin segera bergegas memeriksanya.


"Orlando apa yang terjadi, di mana monsternya?" Tanya Dirta yang melihat Orlando tampak ketakutan menatap ke dalam kolam dan Yura kemudian mendekat untuk memeriksanya.


"Di sebelah sana aku melihat mahkluk putih dengan kumis dan mulut yang sanhat besar, mungkin itu adalah monster ular putih." Ucap Kapten Orlando dengan panik.


Monster jenis ular memang berbahaya karena biasanya memiliki taring beracun, tapi hanya sedikit jenis ular yang berwarna putih salah satunya yang paling terkenal adalah Naja jenis ular gorgon yang memiliki kekuatan yang setara dengan Basilisk, tapi dari ciri mahkluk itu berbeda dengan yang di katakan Orlando karena Naja memiliki tubuh bagian atas seperti manusia.


Yura memang melihat ada sesuatu di dalam air dan dengan cepat ia menggerakkan tangannya untuk menangkap kepala dari mahkluk itu kemudian mengangkatnya dari dalam air.


"Ini bukan monster ini hanya ikan lele berwarna putih." Ucap Yura yang berhasil menangkap seekor ikan.


"Eh jadi itu adalah ikan, apakah itu bisa di makan?" Tanya Dirta lalu Bara berbicara untuk menjawabnya.


"Aku rasa itu bisa di makan, beberapa jenis ikan yang hidup di kolam atau danau di bawah tanah memang berwarna putih serta tidak memiliki penglihatan karena menyesuaikan dengan lingkungan di dalam gua yang jarang ada cahaya." Terang Bara Shindarty.


"Oh bagus akhirnya kita juga menemukan makanan." Kata Yura sambil membawa ikan lele yang berwarna putih pucat itu dari dalam air tapi kapten Orlando terlihat cukup jijik melihat mahkluk menggeliat dengan wajah aneh itu.


"Kalian benar-benar akan memakan ikan aneh itu?" Tanya Kapten Orlando.


"Tentu saja kita akan memakannya dari pada kita kelaparan, Yura Shasa kalian berdua tangkaplah lebih banyak ikan, Dirta dan Bara akan menyiapkan api untuk mengolahnya." Kata Estella Hardin.


Kelompok Estella dapat makan dan beristirahat dengan nyaman di sumber air panas dalam gua itu akan tetapi mereka tidak dapat berlama-lama di sana. Sementara itu Kirt Johan juga sampai di sumber air panas tapi Ia sedikit terlambat karena orang-orang yang ia kejar telah pergi dari sana.


"Ada bekas tempat mereka membakar ikan dan sepertinya mereka baru saja pergi dari tempat ini." Ucap Kirt Johan yang melihat sekitar tempat itu.


Kirt kemudian melanjutkan pengejarannya lebih dalam memasuki lorong gua yang gelap dan lebih berbahaya tapi dengan obornya Ia terus maju hingga menemukan sebuah jebakan dari benang baja yang melintang dan hampir tidak terlihat, Kirt dapat menyadari jebakan itu karena Ia juga sering menggunakan jebakan yang sama.


"Kemana mereka pergi karena tidak ada sedikitpun jelak di jalan ini?" Ucap Kirt Johan karena kehilangan jejak dari para assassin yang Ia ikuti.


Kirt tahu assassin memang cukup hebat tapi tidak mungkin mereka dapat menghilangkan jejak di tempat seperti ini jadi Kirt terdiam di tempat karena menyadari sesuatu dan tak lama kemudian Kirt dengan cepat bergerak melompat menghindari sesuatu yang melesat ke arahnya.


Beberapa pisau telah di lempar ke arah Kirt dari titik buta, dua di antaranya berhasil Kirt hindari dan salah satunya Ia tangkis menggunakan pisaunya, Kirt tahu kalau para assassin itu tidak pernah meninggalkan tempat itu dan bersembunyi di kegelapan untuk melakukan penyergapan tapi Kirt dengan insting tajam yang Ia miliki dapat langsung menyadarinya.


Pandangan Kirt mengarah ke tempat datangnya serangan pisau yang di lempar tapi salah satu assassin keluar dari sisi lain dan melompat menerjang dengan pisaunya untuk menyerang tapi Kirt dapat menahan serangan itu dan assassin yang lain muncul membantunya membuat posisi Kirt semakin sulit.


"Yura, Shasa cepat bantu Dirta dan kepung penjahat itu!" Ucap Estella sambil maju bersama rekannya yang lain membantu Dirta yang sedang berhadapan dengan Kirt Johan.


"Ternyata benar dugaanku Kalianlah yang memasuki gua ini tapi sebaiknya kalian menurunkan senjata karena saya hanya ingin berbicara." Ucap Kirt kepada kelompok assassin itu.


"Mengapa kami harus melakukannya, kamu sudah terkepung dan tidak dapat melarikan diri dari kami." Ucap Dirta kepada Kirt.


Memang benar jika di lihat dari posisi mereka sekarang Kirt Johan yang terkepung oleh para assassin itu tapi Kirt tidaklah sebodoh itu karena Ia sudah punya rencana dengan pergi mengejar musuh yang tidak dapat Ia hadapi sendirian.


"Benar kalian memang dapat mengalahkan saya akan tetapi kalian salah bila menganggap kalau sayalah yang terjebak di sini." Kata Kirt Johan kepada para assassin itu.


"Apa yang kamu katakan barusan, ini adalah kebodohanmu dengan mengikuti kami sendirian." Ucap Dirta dan saat itulah rekan-rekannya menyadari sesuatu karena seharusnya Kirt Johan memililiki cukup banyak orang untuk membantunnya.


Dirta terlihat akan menyerang kembali tapi Estella langsung berteriak untuk menghentikannya. "Dirta hentikan, tahan seranganmu!"


"Estella apa yang kamu katakan bukankah tujuan awal kita datang kemari untuk menangkap Kirt Johan dan menukarnya dengan uang tebusan?" Sahut Dirta yang mempertanyakan ucapan Estella.


"Dirta tenanglah kita tidak dapat keluar dari tempat ini bila kita membunuh Kirt Johan." Ucap Bara tapi Dirta masih terlihat bingung dan kemudian Estella berbicara.


"Kirt Johan sebenarnya apa tujuanmu mengejar kami?" Tanya Estella Hardin.


"Seperti yang saya ucapan tadi saya ingin berbicara dengan kalian mengenai reruntuhan kota Gorgor karena kalian pasti mengetahui sesuatu yang menjadi alasan mengapa kalian lebih memilih pergi ke tempat ini di bandingkan bersembunyi di kota mati itu." Jawab Kirt Johan kepada para assassin itu.


Estella dan semua orang di sana baru menyadari kalau ternyata Kirt Johan tidak begitu tahu mengenai keadaan di reruntuhan kota Gorgor yang artinya Ia tidak pernah kesana sebelumnya.


"Mengapa kamu berpikir kami akan memberikan informasi itu kepadamu?" Ucap Estella.


"Saya tidak peduli apakah kalian teman ataupun musuh saat ini, kalian dapat keluar dari tempat ini tanpa terluka bila mau saya ajak bekerja sama tapi bila kalian memilih hal sebaliknya kalian dapat membunuh saya sekarang dan berharap teman-teman saya yang menunggu di pintu keluar dari tempat ini akan memaafkan kalian." Ucap Kirt Johan memberikan penawaran kepada kelompok assassin di sana tapi tentu saja mereka semua tampak meragukan hal itu.


"Estella apakah kita harus percaya padanya?" Tanya Yura kepada pemimpin kelompoknya.


"Apakah kita punya pilihan, orang-orang yang bersama Kirt Johan kemungkinan tidak akan pernah membiarkan kita keluar hidup-hidup karena terlihat jelas sebelumnya kalau mereka sangat menghormati Kirt." Jawab Estella.


"Begitukah padahal aku sempat berpikir menggunakan Kirt sebagai sandera untuk bisa keluar dari sini, tapi itu memang sedikit sulit." Kata Yura yang kemudian terlihat menyarungkan pisaunya.


Yura sebenarnya bukanlah orang yang mudah percaya kepada orang lain tapi melihat Kirt Johan yang sampai mengambil resiko besar dengan mengejar mereka sendirian itu cukup membuat Yura terkesan.


"Baiklah Kirt untuk saat ini kami akan percaya padamu." Ucap Estella dan Kirt terlihat sedikit lega dengan hal itu.


Ada sedikit masalah karena ada kapten Orlando prajurit Arfenia yang bersama kelompok assassin dan Kirt tidak dapat menerima bila orang itu di bebaskan karena Ia dapat memberikan informasi kepada pihak musuh tapi untungnya Estella mau menyerahkannya sebagai tahanan karena Orlando memang bukan bagian dari kelompok assassin yang Ia pimpin.


Estella dan kelompoknya kemudian juga menanyakan mengenai orang-orang yang bersama Kirt Johan yang bisa tiba-tiba muncul di tempat ini dan Kirt menjawabnya dengan jujur kalau mereka adalah rekan-rekannya dari selatan yang ingin mencari harta untuk membantu pasukan pembebasan serta rakyat Silmarin yang menderita.


Tapi tak begitu lama sebuah dentuman di sertai gempa bumi yang cukup besar terjadi membuat seluruh tempat itu bergetar meskipun tidak berlangsung lama tapi ada sesuatu yang lain dari arah jurang gelap tidak jauh dari tempat Kirt dan para assassin itu berada.


.