
Desa La Kroya yang letaknya hanya sekitar setengah hari perjalanan ke arah timur dari desa Droya dan Kirt pun dapat langsung sampai di sana hari itu juga.
Sebuah penginapan sudah di siapkan oleh serikat guild untuk Kirt bersama kedua petualang yang menerima permintaan untuk membasmi manticore di desa La Kroya.
Bangsawan desa La Kroya memang semakin resah dengan kemunculan para monster yang cukup menganggu perekonomian desa itu karena para penduduk tidak dapat beraktivitas di perkebunan dan juga banyak ternak mereka yang telah di mangsa oleh monster seperti manticore dan goblin yang muncul di waktu yang hampir bersamaan.
Hutan Argamir yang menjadi perbatasan utara kerajaan Tandora memang sedang tidak baik karena banyaknya monster yang keluar dari hutan itu tanpa di ketahui penyebabnya hingga sampai ke wilayah penduduk dan menimbulkan krisis ini.
Kirt terlihat langsung menuju guild desa La Kroya bersama perwakilan dari guild desa Droya untuk mendapatkan lebih banyak informasi menngenai serangan monster yang meresahkan para penduduk sementara Ferdinan dan Sargus langsung memasuki kamar mereka di penginapan karena mereka punya tujuan yang berbeda.
"Hei Fetdinan apakah rencana ini akan benar-benar berjalan dengan lancar?" Kata Sargus kepada rekannya.
"Apa maksudmu Sargus?" Tanya Ferdinan.
"Sudahlah Ferdinan kita ini sudah saling mengenal cukup lama dan kamu pasti memikirkan hal yang sama denganku saat ini?" Ucap Sargus sambil tersenyum kepada rekanya.
"Sejauh ini memang berjalan lancar karena kita cukup beruntung dapat ikut menjalankan quest bodoh ini, Kita akan terus berpura-pura membantu Kirt Johan dalam menghadapi manticore dan jika ia mati kita hanya tinggal mengambil jasadnya untuk di bawa ke pihak kerajaan Arfen untuk di tukar dengan uang tebusan." Ucap Ferdinan.
"Jadi seperti itu rencanamu, padahal tadinya aku ingin membunuh Kirt Johan dalam perjalanan kemari tapi sayang sekali ternyata pihak guild juga ikut mengantarkan kita." Kata Sargus memberitahukan rencananya.
"Sargus apakah kamu itu bodoh, ingatlah Kirt Johan adalah buronan yang bernilai seribu koin emas, apakah menurutmu kita berdua akan dapat semudah itu membunuh orang yang sebelumnya dengan enteng mengambil quest memburu seekor manticore sendirian." Balas Ferdinan.
"Kamu benar meskipun kamu sudah peringkat emas dan di tambah dengan bantuanku mungkin kita berdua tidak akan cukup untuk menghadapi manticore, lalu Ferdinan bagaimana jika seandainya nanti Kirt Johan bethasil mengalahkan manticore itu karena kita juga akan membantu menghadapinya bukan dan rencanamu pasti juga akan gagal saat itu?" Kata Sargus yang mulai sedikit berpikir.
"Sargus kamu memang bodoh memang siapa yang akan mau membantunnya melawan monster bengis itu, kita hanya akan menonton dari belakang saat Kirt Johan bertarung dan meskipun buronan itu dapat mengalahkannya ia pasti sudah sangat kelelahan untuk menghadai kita berdua." Kata Ferdinan.
"Uh itu ide yang bagus jadi kita tidak perlu membuang tenaga kita untuk melawan monster itu dan kita juga akan mendapatkan semua imbalan dari quest yang di ambil oleh Kirt karena saat itu iya sudah mati." Tambah Sargus.
"Hahaha ini baru yang namanya sekali tepuk dua lalat mati, kita akan mendapatkan semua keuntungan jika kita mengatakan kalau Kirt Johan tewas saat menghadapi monster itu." Ucap Ferdinan sambil tertawa memikirkan seandainya rencana mereka berjalan dengan baik.
"Oh apakah pemuda yang duduk di sana adalah petualang yang mengambil quest kami?" Tanya seorang yang baru keluar dari ruangan lain di guild petualang itu.
"Benar kepala guild Ia adalah petualang tingkat perak dari kota Silmarin, tuan Kirt Johan cukup terkenal di antara para petualang desa Droya setelah menunjukan kemampuan hebatnya saat misi di desa Asbek." Ucap perwakilan dari guild petualang desa Droya yang menjelaskan tentang diri Kirt.
"Tapi apakah tuan Kirt hanya sendirian karena sebelumnya dua kelompok petualang terkuat dari guild kamipun tidak mampu mengalahkan monster bengis itu, bahkan yang lebih menyedihkan ada beberapa di antara petualang kuat kami yang menjadi korban." Kata kepala guild yang terlihat ragu apakah Kirt Johan akan sanggup mengatasi manticore yang bersarang di bukit dekat desa La Kroya.
"Ah benar tadinya tuan Kirt ingin menjalankan quest berburu ini sendirian tapi untungnya ada dua orang petualang lain yang bergabung bersamanya dan salah satunya sudah tingkat emas." Jawab perwakilan dari guild desa Droya itu.
"Benarkah kalau begitu saya dapat sedikit lega mendengarnya." Ucap kepala guild desa La Kroya yang kemudian segera mendekat ke tempat Kirt duduk bersama seorang pegawai guild yang melayaninya.
"Tuan Kirt Johan terimakasih telah datang membantu untuk mrngatasi krisis yang kami alami dan bukankah anda bersama dua orang petualang lain, di mana mereka?" Tanya kepala guild desa La Kroya.
"Entahlah mereka mungkin sedang beristirahat di dalam penginapan karena kami baru saja sampai di desa ini." Jawab Kirt Johan.
"Saya mengerti kalau begitu sebaiknya anda juga beristirahat, anda pasti juga lelah karena besok mungkin anda harus pergi berburu monster singa manticore." Kata kepala guild tapi Kirt Johan berpikir lain.
"Saya tidak cukup lelah lagi pula saya baru saja menanyakan beberapa hal mengenai keadaan desa ini kepada pegawai anda dan saya berniat untuk ikut melakukan patroli di sekitar desa sore ini bersama para petualang yang lain karena saya dengar selain manticore juga ada sejumlah besar monster lain yang muncul seperti goblin." Kata Kirt Johan membuat kepala guild di sana sedikit terkejut mendengarnya.
"Tapi bukankah lebih baik anda beristirahat agar anda lebih siap untuk menghadapi singa manticore yang jauh lebih berbahaya besok." Ucap kepala guild yang terlihat sedikit mendesak Kirt Johan untuk beristirahat dan menghemat tenaganya.
"Sudah saya bilang itu tidak perlu saya akan langsung pergi berburu goblin sebentar untuk menyelesaikan quest lain yang saya ambil barulah nanti malam saya akan kembali ke penginapan untuk beristirahat." Ucap Kirt Johan yang kemudian langsung berdiri untuk langsung pergi berburu goblin di selitar desa.
"Tapi tuan Kirt anda tidak perlu.. ah ia sudah pergi." Ucap kepala Guild di sana tapi Kirt Johan tidak mendengarkannya dan langsung pergi meninggalkan guild petualang.
Seorang perwakilan dari guild petualang desa Droya di sana juga hanya bisa membuang nafas dan berbicara dengan kepala guild desa La Kroya.
"Huh.. seperti itulah tuan Kirt iya memang selalu tampak serius melakukan segalannya." Kata perwakilan dari guild desa Droya membuat kepala guild di sana hanya menatapnya dengan bingung.