
Di dalam sebuah kastil terlihat Lord atau raja kota Lopak sedang berjalan menuju ruang tamunya karena seorang yang cukup penting sedang datang berkunjung. Tamu Lord Lopak bukanlah utusan dari pusat kerajaan ataupun seorang Jendral yang membantu menjaga kotanya dari ancaman pasukan kerajaan Arfen melainkan seorang wanita yang Lord Lopak kenal sangatlah licik dan berbahaya.
Sendra Rinera seorang wanita yang memimpin sebuah organisasi bawah tanah yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan entah dengan cara apapun dan mereka menyebut diri mereka dengan nama Circle Crow.
Kelompok Circle Crow sedang cukup aktif di tanah Tandora karena mereka tidak ingin ketinggalan mendapatkan keuntungan dari konflik dan peperangan yang terjadi antara kerajaan Arfen dan kerajaan Tandora.
Meskipun Circle Crow juga di kenal sebagai kelompok penjahat tapi ada beberapa keuntungan yang mereka tawarkan bila bekerja sama dengan mereka salah satunya yang di lakukan oleh Lord Lopak yang dulu pernah menyewa Circle Crow untuk menyingkirkan para pesaing politiknya termasuk saudaranya sendiri agar dapat menjabat sebagai raja kota.
Lord Lopak terlihat memasuki ruangan tamu di dampingi beberapa pelayan yang membawa nampan besar yang tertutup dan lord Lopak segera duduk berhadapan dengan nona Sendra meskipun lord gemuk itu sebenarnya tidak ingin lagi berhubungan dengan Circle Crow tapi Ia terikat perjanjian dengan mereka yang dapat dengan mudah menjatuhkannya bila Ia tidak menetapi perjanjian kerja sama itu.
"Nona Sendra maaf membuat anda menunggu karena saya tidak tahu kalau anda akan datang ke kota ini." Sambut Lord Lopak kepada wanita yang terlihat duduk sambil meminum anggurnya.
"Lord Lopak kelihatannya kamu semakin gemuk setelah menjadi seorang Lord tapi ingatlah dengan jasaku yang telah membantumu untuk mendapatkan apa yang kamu miliki sekarang." Ucap nona Sendra kepada Lord Lopak.
Lord Lopak tampak tidak terlalu senang dengan ucapan nona Sendra karena wanita licik itu selalu punya rencana tertentu agar dapat memanfaatkan bangsawan besar seperti dirinya.
"Ah tentu saja nona Sendra saya sangat paham dengan maksud anda." Ucap lord Lopak yang kemudian berbicara pada seorang pelayan di sana. "Pelayan cepat bawakan hidangan istimewa yang sudah aku siapkan untuk nona Sendra."
"Baik tuan Lopak." Jawab pelayan itu yang kemudian meletakkan nampan di meja dan membuka tutupnya untuk di hidangkan kepada nona Sendra, tapi apa yang ada di dalamnya bukanlah makanan melainkan setumpuk emas dan perhiasan yang sudah di susun rapi.
Nona Sendra yang melihat perhiasan yang di berikan lord Lopak padanya sedikit tersenyum, bahkan Ia mengambil sebuah kalung berhiaskan batu safir yang sangat indah dan mengambil cermin untuk melihat penampilannya saat mengenakannya.
"Nona Sendra bagaimana menurut anda itu adalah kalung koleksi terbaru dari toko perhiasan di pusat kota dan harganyapun juga sangat mahal hampir mencapai seratus koin emas." Ucap Lord Lopak.
"Hoho kerja bagus aku sedikit menyukainya." Ucap nona Sendra.
Nona Sendra sedikit puas dengan hadiahnya meskipun seratus koin emas bukanlah nilai yang cukup fantastis baginya.
"Nona Sendra apakah itu sudah cukup untuk anda kalau begitu bisakah anda segera pergi meninggalkan kastilku." Ucap Lord Lopak tapi kata-kata itu membuat nona Sendra langsung menatap tajam padanya.
"Lord Lopak apakah kamu baru saja mengusirku?" Tanya nona Sendra yang tersinggung dengan ucapan Lord Lopak hingga salah seorang pengawal nona Sendra langsung mendekat ke belakang kursi Lord Lopak dengan kapaknya kemudian berbicara.
"Nona Sendra haruskah aku memenggal kepala Lord kurang ajar ini?" Tanya pengawal itu yang sudah mengangkat kapaknya untuk memenggal kepala Lord Lopak yang sedikit merasa ketakutan karena kelompok Circle Crow memang terkenal sangat kejam dan sering menyingkirkan orang-orang yang mereka anggap menghalangi jalan mereka.
"Tunggu saya mohon tunggu dulu, bukan maksudku mengusir kalian dan kalian boleh tinggal di sini selama mungkin tapi saya hanya berpikir ini akan menimbulkan sedikit masalah bagi saya jika kita ketahuan melakukan sebuah pertemuan oleh para perwira militer dari pusat kerajaan yang saat ini juga berada di kotaku?" Ucap Lord Lopak yang sedikit panik.
Nona Sendra langsung terlihat memberikan aba-aba kepada pengawalnya agar tidak membunuh Lord Lopak karena memang benar saat ini ada beberapa perwira militer kerajaan Tandora di kota Lopak dan Lord Lopak akan mendapatkan masalah jika ketahuan berhubungan dengan kelompok penjahat Circle Crow.
"Tentu saja nona Sendra lalu apa lagi yang anda inginkan dari saya, apakah anda berniat membangun beberapa bisnis kotor lagi di kota ini, kalau hanya itu mungkin saya bisa mengurusnya?" Tanya Lord Lopak.
"Bisnis memang bagus tapi kami kemari karena ingin bertanya sesuatu mengenai organisasi yang bertujuan untuk membebaskan wilayah Silmarin dari kekuasaan kerajaan Arfen, apakah kamu tahu tentang mereka?" Tanya Nona Sendra.
"Oh orang-orang bodoh dari wilayah Silmarin itu, ya beberapa hari yang lalu mereka sempat datang menemui saya untuk meminta sumbangan tapi jelas mana mungkin saya akan memberikan uang untuk mereka." Jawab Lord Lopak dan Nona Sendra langsung terlihat tertarik dengan itu meskipun Lord Lopak sendiri tidak paham mengapa organisasinya Circle Crow mengincar organisasi yang hanya seperti kelompok pengemis itu.
"Jadi mereka datang kemari lalu apakah di antara mereka ada orang yang bernama Kirt Johan?" Tanya kembali nona Sendra.
"Kirt Johan penjahat yang berharga seribu koin emas apakah Circle Crow berniat untuk memburunya juga, memang Thief itu pernah terdengar berada di kotaku tapi ia berhasil melarikan diri saat para prajurit kota mengejarnya tapi apa hubungan antara Kirt Johan dengan pasukan pembebasan wilayah Silmarin?" Ucap Lord Lopak.
Nona Sendra dan orang-orangnya terlihat mengerti kalau Lord Lopak tidak banyak tahu mengenai Kirt Johan yang merupakan anggota pasukan pembebasan, lalu seorang pengawal dari nona Sendra berbicara.
"Nona Sendra sepertinya Kirt Johan tidak bersama dengan utusan pasukan pembebasan yang datang menemui Lord Lopak." Kata pengawal itu.
"Itu memang sedikit di sayangkan padahal aku berharap dapat merekrut pria berbakat itu kembali ke dalam kelompok Circle Crow tapi sudahlah, paling tidak kita mendapatkan sedikit petunjuk mengenai keberadaan pasukan pembebasan yang dapat kita manfaatkan di masa depan." Jawab Nona Sendra yang ternyata cukup tertarik dengan diri Kirt Johan.
Kelompok Circle Crow memang biasa merekrut orang-orang hebat dan Kirt Johan yang terakhir terdengar sebagai salah satu komandan pasukan milisi pembebasan wilayah Silmarin cukup membuat tertarik kelompok Circle Crow untuk kembali merekrutnya setelah dulu mereka membuangnya untuk di jadikan kambing hitam dalam pembunuhan Frago Wrimas adik dari pemimpin bandit Scorpion Rogret Wrimas.
Kelompok Circle Crow kemudian menanyakan beberapa hal mengenai orang-orang dari pasukan pembebasan sebelum mereka pergi meninggalkan kastil kota Lopak dan dalam perjalanan menuju penginapan seorang yang mengawal nona Sendra berbicara.
"Nona Sendra jadi itu adalah Lord Lopak tapi sepertinya dia hanya bangsawan bodoh yang hanya tahu cara untuk bersenang senang." Ucap pengawal itu.
"Ramus justru orang bodoh seperti itulah yang dapat kita manfaatkan dengan mudah dan apakah orang-orangmu sudah mendapatkan putranya." Kata Nona Sendra.
"Benar bangsawan muda Lopak sama tololnya dengan ayahnya bahkan kita berhasil memancingnya dengan beberapa pelacur kita di kota Lopak, tapi sayang sekali setelah ini kita harus mengorbankan bangsawan gemuk itu agar kerajaan Arfen dapat menguasai kota ini."Kata Ramus kepada Nona Sendra.
"Pengorbanan itu memang tidak dapat di hindarkan tapi paling tidak dengan itu kita dapat selangkah lebih maju untuk menggenggam raja botak itu." Ucap Nona Sendra.
"Raja Horten De Arfen, Nona Sendra memang sangat luar biasa karena bahkan anda mengincar seorang raja dari negeri terbesar di benua barat." Ucap Ramus sambil tertawa.
"Ya tapi masih banyak pekerjaan yang harus di lakukan sebelum kita dapat menjerat leher dari raja botak itu." Ucap Sendra.
Nona Sendra memang sangatlah cerdas hingga ia dapat membuat organisasi Circle Crow yang dulu merupakan kumpulan para pencuri juga penjahat miskin menjadi organisasi kejahatan terbesar di benua barat yang memiliki markas dan pengaruh di hampir seluruh kerajaan di benua itu.