Thief From Silmarin

Thief From Silmarin
BAB 45. ORANG-ORANG DARI SELATAN



Di bagian utara wilayah Silmarin telah di bangun banyak tenda milik militer kerajaan Arfen, Jendral Mortes yang merupakan komandan utama pasukan kerajaan Arfen di tanah Tandora memang sengaja memindahkan pasukannya ke dekat perbatasan wilayah Lopak guna mempersiapkan invasi selanjutnya merebut seluruh seluruh bagian barat tanah Tandora yang sudah cukup lama tertunda.


Invasi kerajaan Arfen memang mengalami banyak tantangan meskipun mereka berhasil merebut kota besar Silmarin sepuluh tahun yang lalu tapi invasi mereka terhenti di sana sejak saat itu karena kuatnya benteng pertahanan kota Lopak di utara sedangkan di bagian timur juga terdapat banyak pemberontak yang melakukan perlawanan dari wilayah Bolvak.


Memindahkan pasukan Arfenia dari kota Silmarin juga memiliki resiko yang cukup tinggi karena pemberontak di sana dapat sewaktu-waktu muncul dan melakukan penyerangan kembali.


Akan tetapi Jendral Mortes tidak dapat menolak perintah dari pihak kerajaan yang ingin segera mendapatkan seluruh wilayah barat dari tanah Tandora meskipun Mortes juga mengerti kalau raja Horten juga terpaksa memberikan perintah itu karena terus di desak oleh para petinggi kerajaannya.


Mortes Den Muerak berjalan ke tempat pasukan yang sedang berlatih di sebuah tanah lapang dan seluruh prajurit di sana langsung berdiri tegak memberikan penghormatan kepada sang Jendral.


Sementara itu terlihat salah satu komandan bawahan Jendral Mortes mendekat dari depan barisan dan berbicara.


"Jendra Mortes pasukan kita dalam moral yang sangat tinggi dan siap untuk berperang kapan saja, jadi apa perintah anda." Lapor seorang komandan kepada Jendral Mortes.


"Kita akan tetap di sini untuk menunggu sampai sekutu kita siap dan komandan Darko apakah sudah ada kabar dari komandan Piere Zagarna yang melakukan pengintaiannya di utara?" Ucap Jendral Mortes.


"Saya juga belum mendapatkan kabar apapun semenjak beliau pergi memburu buronan di utara, tapi saya sudah mengirimkan seorang prajurit untuk memberikan kabar padanya tentang persiapan penyerangan kita di sini." Jawab komandan Darko.


"Begitu saya harap komandan Piere tidak akan terlambat datang untuk berpesta di kota Lopak, kalau begitu komandan Darko teruskan pekerjaanmu di sini, saya akan kembali ke tenda saya." Kata Jendral Mortes yang kemudia pergi dari tempat prajuritnya berlatih.


Jendral Mortes Den Muerak merasa sangat yakin di pengepungan kota Lopak selanjutnya Ia akan dapat melewati benteng besar Lopak dan menguasai kota di baliknya sama seperti saat Ia berhasil merebut benteng Muerak dan kota Silmarin sepuluh tahun yang lalu.


Mortes Den Muerak memang adalah komandan perang yang sangat berpengaruh terhadap kekuasaan Kerajaan Arfen di tanah Tandora hingga Ia di berikan gelar bangsawan Den atau Denarian serta di berikan kekuasaan penuh atas wilayah Muerak.


Sementara di kota Lopak semua penduduk terlihat masih beraktivitas seperti biasa dan tidak ada yang menyadari kalau bahaya besar sedang mengintai mereka dari salatan.


Sendra Rinera pemimpin dari Sindikat Circle Crow juga telah menyuruh seseorang untuk mengirimkan pesan kepada pasukan kerajaan Arfen di selatan dan Ia juga telah menempatkan sangat banyak anak buahnya di dalam kota karena dialah yang sebenarnya menyusun rencana agar militer kerajaan Arfen dapat lebih mudah menyerang kota Lopak nanti.


Akan tetapi sindikat Circle Crow bukanlah sekutu yang benar-benar baik karena peran mereka di perang Tandora semata-mata hanya untuk keuntungan mereka sendiri bahkan mereka tidak akan segan mengkhianati kerajaan Arfen seperti mereka mengkhianati Lord Lopak.


Sebelumnya Sendra juga pernah mengirimkan seorang anak buahnya kepada pasukan pembebasan wilayah Silmarin yang memberontak terhadap kedudukan militer kerajaan Arfen di Silmarin dan semua itu ia lakukan hanya untuk keuntungan dan pangaruh mereka di tanah Tandora.


Kerajaan Arfen dan pihak lainnya sama sekali tidak tahu permainan apa yang sedang di lakukan orang-orang Circle Crow di tanah Tandora, tetapi jelas Sindikat kejahatan terbesar di benua barat itu dapat mempengaruhi situasi perang dengan memanfaatkan informasi yang mereka miliki dari semua pihak yang terlibat perselisihan.


Di desa Droya persiapan yang di lakukan perusahaan dagang Durman dengan orang-orang dari pasukan pembebasan terus di lakukan hingga akhirnya mereka hampir siap untuk berangkat melakukan exspedisi ke pegunungan Wiwardin.


Sementara pihak guild petualang mulai merasa curiga dengan banyaknya orang asing yang belakangan datang ke desa itu semenjak di bangunnya toko dan kantor perusahaan dagang Durman.


Memang wajar bila sebuah perusahaan membawa para pekerja mereka ke tempat usaha baru di wilayah lain, akan tetapi jumlah orang yang mereka miliki terlalu banyak untuk sebuah perusahaan dagang yang belum lama di bentuk.


Kepala guild memang sempat menanyakan mengenai hal itu kepada Bangsawan Kurgan tapi penguasa desa Droya itu enggan berurusan dengan Lucas Durman yang memiliki rahasia keluarganya, hingga kepala guild terpaksa melakukan penyelidikan sendiri.


"Tuan Kirt saya telah kembali lagi membawa lebih banyak orang yang kita butuhkan jadi kapan kita akan berangkat, saya harap itu tidak terlalu lama karena perang yang akan kita lakukan sudah sangat dekat." Ucap Holan kepada Kirt Johan karena Kirt yang akan memimpin exspedisi menuju tempat pertambangan di pegunungan Wiwardin.


"Kalau begitu suruh semua orang yang baru sampai untuk beristirahat karena kita akan berangkat besok." Jawab Kirt Johan.


"Baiklah saya mengerti saya akan langsung menyuruh mereka beristirahat dan mempersiap diri mereka." Kata Holan.


Kesibukan terus terlihat di toko perusahaan dagang Durman yang bahkan di jaga oleh banyak orang asing, tapi meskipun para penduduk dan pelanggan toko sedikit menanyakan keberadaan mereka tapi Lucas tidak terlalu memikirkan hal itu dan hanya menjawab kalau mereka di sini hanya untuk berjaga bila ada orang jahat yang mencoba berbuat macam-macam di sana.


Esok paginya terlihat sudah banyak orang yang berkumpul di pusat desa tepatnya di depan perusahaan dagang Durman yang kemudian berangkat ke utara bersama-sama.


"Tuan Kirt sepertinya guild petualang cukup curiga dengan yang kita lakukan kemungkinan mereka akan mengirimkan orang-orang mereka untuk menyelidiki kita." Kata Maria kepada Kirt Johan.


Maria dan Holan serta sebagian orang-orang dari pasukan pembebasan memang merupakan petualang karena Kirt meminta kepada bangsawan Douglas untuk mengirimkan orang-orang yang cukup kuat untuk melawan monster.


Maria juga sempat mendapatkan beberapa pertanyaan dari kepala guild desa Droya tapi Ia enggan menjawab tujuan sebenarnya mengapa Ia datang ke utara jauh dari tempat asalnya.


"Maria untuk saat ini kita bisa mengabaikan mereka karena mereka tidak tahu apapun mengenai tempat yang sedang kita tuju." Jawab Kirt Johan meskipun maria sedikit kawatir dengan kecurigaan pihak guild petualang tapi ia juga tahu kalau tuan Kirt pasti memiliki rencana dan pemikiran tersendiri.


Hutan Argamir yang berbahaya dan Kirt Johan bersama sekitar lima puluh orang yang mengikutinya perlahan memasukinya untuk menuju kaki pegunungan Wiwardin.


.