Thief From Silmarin

Thief From Silmarin
BAB 23. API UNGGUN



Lucas Durman tampak senang melihat temannya Kirt Johan masih baik-baik saja jadi Ia langsung mengajaknya untuk duduk bersama di dekat api unggun untuk menghangatkan diri.


"Oh Kirt sudah cukup lama kita tidak bertemu jadi duduklah untuk makan bersama kami dan maaf di sini hanya ada ubi bakar tapi nanti aku akan mentraktirmu makanan yang lebih baik bila sudah kembali ke desa Droya?" Sapa Lucas kepada Kirt.


"Terimakasih aku juga senang dapat melihatmu kembali Lucas." Jawab Kirt Johan yang kemudian duduk bersama mereka.


Sementara itu orang-orang yang sebelumnya tidak mengenal Kirt terlihat heran dengan kedekatan Lucas dan Kirt tapi mereka terlihat tidak mempermasalahkan kehadiran Kirt yang makan bersama mereka di sana.


"Tuan Lucas siapa teman anda ini?" Tanya seorang wanita yang duduk di samping pedagang Lucas.


"Apakah nona Safira belum pernah mendengarnya, padahal beberapa waktu yang lalu hampir semua orang di desa Droya membicarakannya." Jawab Lucas membuat Salfira bertambah penasaran.


"Saya selalu sibuk untuk mengolah ramuan penyembuh jadi saya kurang tahu yang terjadi belakangan ini di desa." Jawab Salfira karena memang benar sebagai Alchemist ia selalu sibuk di dalam laboratoriumnya dan jarang keluar rumah, hingga kelangkaan bahan herbal membuatnya cukup panik dan harus keluar untuk mendapatkannya sendiri.


"Begitu saya cukup prihatin dengan kehidupan penyendirimu Salfira, tapi sudahlah yang jelas Kirt Johan adalah temanku orang baik yang sangat bisa di percaya." Jawab Lucas.


Safira terlihat masih cukup bingung tapi Lucas tampak bersungguh-sungguh mengatakan tentang diri Kirt Johan jadi Iapun mempercayainya apalagi Kirt adalah kenalan dari pedagang Lucas yang sangat jujur di matanya.


"Lucas sebenarnya sedang apa kamu di sini dan bagaimana dengan lapakmu?" Tanya Kirt kepada Lucas.


"Aku menutup lapakku untuk sementara karena aku ingin mencari tanaman herbal yang semakin langka akhir-akhir ini meskipun hasilnya sedikit kurang memuaskan." Jawab Lucas.


"Begitukah itu memang keputusan yang bagus untuk mencoba mendapatkan sendiri komoditas yang berharga itu dan Isac bersama priest Lalia sepertinya kalian berdua mendapatkan anggota baru?" Tanya Kirt kali ini Lalia yang terlihat akan menjawabnya.


"Benar perkenalkan yang membawa pedang adalah Yolgi Ardanta dan seorang lagi bernama Darko, kami merekrut Darko yang seorang dari kelas thieft sama seperti anda karena sebelumnya anda terlihat sangat hebat saat misi penyerbuan ke desa Asbek." Ucap Lalia memperkenalkan kedua rekan barunya.


Kirt berpikir itu cukup bagus untuk kelompok petualang tingkat perunggu yang di pimpin Isac bila mendapatkan tambahkan kekuatan di bagian depan seperti kelas warrior dengan pedang juga kelas Thieft yang dapat di tempatkan di segala posisi, karena Isac yang menggunakan panah serta Lalia yang seorang Priest hanya cocok di barisan belakang sebagai pendukung dalam pertempuran.


"Tuan Kirt anda belum menjawab saya sebelumnya tentang bagaimana anda bisa berada di sini karena seharusnya anda tetap bersembunyi dari para pemburu hadiah yang mengincar nyawa anda?" Tanya kembali Isac karena Kirt sempat mengatakan akan menceritakan mengenai dirinya hingga bertemu mereka di tempat ini, tapi di sana Salfira langsung menanggapinya.


"Eh apa maksudnya dengan pemburu hadiah?" Ucap Salfira yang terkejut mendengar ucapan Isac yang mengatakan kalau diri Kirt sedang di incar oleh pemburu hadiah.


"Tapi Lucas bukankah barusan tadi kamu mengatakan kalau tuan Kirt adalah orang baik lalu mengapa sekarang aku mendengar hal yang berbeda tentangnya?" Tanya Salfira kepada pedagang Lucas dengan bingung.


Lucas terlihat menggaruk-garuk kepalanya karena juga merasa sedikit bingung bagaimana harus menjelaskannya kepada Salfira.


"Ah.. Salfira ini sedikit rumit karena Kirt memang seorang buronan tapi dia bukan buronan kerajaan kita melainkan buronan kerajaan Arfen yang menjajah wilayah barat tanah Tandora jadi bisa di bilang bagi pihak kerajaan kita, Kirt Johan adalah pahlawan yang memperjuangkan tanah kelahirannya." Terang Lucas kepada Salfira.


"Tapi bukankah wilayah ini masih berada dalam kekuasaan kerajaan kita yang artinya tuan Kirt masih sangat aman di sini?" Ucap Salfira.


"Secara sah wilayah desa-desa di sekitar sini memang masih pada kekuasaan kerajaan Tandora karena kota Lopak yang merupakan pusatnya belum jatuh ke tangan musuh, tapi kenyataannya beberapa waktu yang lalu ada banyak pasukan kerajaan Arfen yang berada di desa Droya dan pasukan penjaga desa tidak berani berbuat apapun." Kata Lucas yang dulu sempat berbicara dengan komandan Piere Zagarna dari kerajaan Arfen di desa Droya.


"Begitukah, ini sangat di memalukan karena bahkan pasukan kerajaan kita tidak dapat berbuat apapun terhadap kehadiran pasukan musuh di rumah." Kata Salfira.


"Untuk itulah Kirt Johan masih tidak dapat bergerak dengan bebas di sini apalagi hadiah seribu koin emas untuk tebusan nyawanya, siapa orang yang tidak tertarik untuk mendapatkan uang sebanyak itu." Kata Lucas.


"Apa tadi kamu bilang seribu koin emas!" Sahut Salfira yang sangat terkejut mendengar imbalan besar yang akan di berikan kerajaan Arfen karena pendapatan rata-rata pekerja kasar di wilayah kerajaan Tandora hanya sekitar 1 koin emas.


"Tapi tuan Kirt bagaimana anda bisa mendapatkan nilai buronan sebesar itu, meskipun anda melakukan perlawanan terhadap kerajaan Arfen anda bukanlah seorang Jendral ataupun komandan kerajaan Tandora?" Tanya Safira karena sudah wajar bila pihak musuh menargetkan orang yang memiliki kedudukan tinggi yang menjadi lawannya, tapi tuan Kirt sama sekali tidak terlihat seperti itu.


"Saya memang memiliki darah bangsawan kota Silmarin dan sempat mengkomandoi pasukan milisi untuk menyerang pasukan musuh yang menduduki kota Silmarin beberapa bulan yang lalu, hingga kepala saya mendapatkan nilai sebanyak itu." Jawab Kirt Johan.


"Jadi anda yang memimpin pemberontakan di kota Silmarin, kalau begitu memang benar anda pantas mendapatkan julukan pahlawan karena cukup gila melawan pasukan kerajaan Arfen hanya dengan milisi." Kata Salfira.


"Begitulah saya sebenarnya juga tidak suka dengan ide penyerangan itu karena jelas itu adalah misi bunuh diri." Jawab Kirt Johan yang terlihat menyesali penyerangan yang ia pimpin karena ada banyak korban yang jatuh di pihaknya.


Tapi penyerangan pasukan milisi di kota Silmarin di anggap cukup penting oleh para petinggi di organisasi pasukan pembebasan kota Silmarin karena tidak hanya untuk memperlemah pengaruh militer kerajaan Arfen di tanah Tandora, tapi juga menunjukkan kalau rakyat di tanah Tandora tidak akan tinggal diam serta akan terus berjuang untuk bebas dari penjajahan.


Tujuan pasukan pembebasan dalam penyerangan yang di pimpin Kirt Johan memang membuahkan hasil karena pihak militer kerajaan Arfen tidak pernah menduga penyerangan itu hingga tidak hanya prajurit Arfenia tapi juga banyak petinggi kerajaan Arfen yang ada di kota itu juga berhasil di bunuh meskipun semua itu harus di bayar dengan harga yang sangat mahal.


Malampun semakin larut dan semua orang di sana masih duduk mendengarkan Kirt Johan yang bercerita tentang perjalanan sampai di tempat itu, termasuk pengkhianatan yang di lakukan bangsawan muda Jirdan untuk menjebaknya tapi Kirt meminta mereka semua untuk merahasiakan hal itu karena tidak mau mereka terlibat masalah dengan seorang keluarga bangsawan.