
Di dalam sebuah gua di pegunungan Wiwardin terdapat sosok mahkluk bersisik yang baru saja terbangun dari tidur lelapnya, Helgram naga hijau penguasa pegunungan Wiwardin merasakan sebuah getaran jauh dari bawah gunung yang terasa sangat janggal.
Naga terkuat Helgram pemimpin dari ras naga hijau memang telah menghuni pegunungan itu lebih dari sepuluh ribu tahun hingga ia sangat mengenal wilayah itu, tapi Helgram tidak suka terganggu jadi Ia segera memanggil naga anak buahnya untuk datang menemuinya.
"Tuanku yang mulia Helgram, hamba Gorhan datang memenuhi panggilan anda." Ucap naga hijau Gorhan kepada tuannya sambil merendahkan tubuh besarnya.
"Sesuatu telah terjadi di bawah kita hingga menggetarkan pegunungan, kamu pergilah periksa apa yang terjadi di sana." Perintah naga Helgram.
"Tuanku tapi mungkin itu hanyalah gua yang runtuh karena ada sangat banyak gua di bawah tempat tinggal kita." Jawab naga Gorhan.
"Hrrr.. untuk itulah aku menyuruhmu untuk memeriksanya karena gua itu runtuh pasti ada penyebabnya, cepat pergi aku ingin istirahat!" Bentak naga Helgram hingga naga Gorhan terlihat sedikit takut, Helgram tahu kalau getaran yang ia rasakan pasti di picu oleh sesuatu karena dia tidak hanya merasakannya satu kali tapi berulang-ulang.
"Baik kalau begitu saya akan mulai memeriksa di lubang tempat tinggal para Dwarf." Jawab naga Gorhan yang kemudian keluar dan terbang meninggalkan tempat itu.
Kota Dwarfen terletak balik sebuah tebing batu yang sangat curam di selatan gunung dan naga besar Gorhan terbang mendekati tempat itu.
Sementara itu di sisi luar tebing itu terdapat sebuah tempat yang di bangun para Dwart untuk mengawasi wilayah sekitar di luar dan beberapa prajurit dari ras Dwarf yang berjaga di sana langsung membunyikan terompet menandakan adanya ancaman yang mendekat.
Raja Dwarf Hulgorin terlihat langsung keluar dari istananya menuju kota yang ada di dalam gua yang sangat besar nan luas bersama para petinggi kerajaannya.
"Terompet naga sebenarnya apa yang terjadi mengapa para naga mendatangi tempat kita, menteri Lorin kamu sudah menyerahkan persembahan emas untuk naga Helgram bukan?" Tanya Raja Hulgorin sambil terlihat sangat khawatir.
"Yang mulia raja Hulgorin tentu saja kita sudah mengirimkan emas pada naga mengerikan itu dan itu baru empat hari yang lalu." Jawab menteri Lorin.
"Tapi mengapa ada naga hijau yang mendatangi tebing Hoval?"
"Yang mulia apakah mungkin naga Helgram menginginkan lebih banyak persembahan harta lagi pada kita, ini gawat padahal cadangan harta dari tambang emas kita sudah semakin sedikit." Kata menteri Gardarin yang mengurusi pertambangan.
Rasa kekhawatiran tampak di seluruh wajah para Dwarf dan Raja Hulgorin bersama seluruh rakyatnya menyaksikan seekor naga yang masuk dari celah besar di sisi tebing yang menjadi benteng kota dan terbang di atas kepala mereka hingga semua Dwarf berlarian masuk ke dalam rumah karena panik, beberapa Dwarf mengintip keluar jendela untuk melihat sosok naga mengerikan itu.
Hulgorin tidak tahu apa yang di inginkan naga hijau itu tapi terlihat kalau naga itu tidak berniat menyerang kota Dwart dan kemudian naga hijau itu mendarat tidak jauh dari istana kota.
Para Dwarf tidak tahu nama naga yang mendatangi tebing Hoval karena jelas itu bukan naga Helgram yang memiliki empat tanduk dengan tubuh yang lebih besar, tapi naga hijau yang datang itu tetaplah berbahaya.
"Apakah kamu Hulgorin raja Dwarf di sini?" Tanya naga itu sambil menaikkan kepalanya untuk membanggakan dirinya yang merupakan ras terkuat di dunia.
Hulgorin terlihat berjalan maju mendekat dengan perlahan kemudian berbicara pada naga hijau itu.
"Saya Hulgorin raja para Dwarf pegunungan Wiwardin, ada apakah naga yang terhormat seperti anda turun ke tempat kami?" Jawab Raja Hulgorin yang kemudian menanyakan maksud kedatangan naga itu.
"Aku Gorhan telah di utus oleh yang mulia naga Helgram, Tuanku naga Helgram sedang sangat tidak senang belakangan ini karena ada beberapa gempa kecil yang mengganggu istirahatnya, jadi apakah kalian para Dwarf yang menyebabkan gempa itu terjadi, jika benar kalian harus menghentikannya sekarang juga?" Kata naga Gorhan kepada raja Dwarfen Hulgorin.
"Gempa bumi kami tidak melakukan apapun yang membuat kegaduhan seperti itu, benar bukan menteri Gardarin." Ucap Raja Hulgorin yang kemudian bertanya pada salah satu menterinya.
"Benar apa yang di katakan yang mulia raja Hulgorin saya menteri Gardarin yang mengurusi pembangunan terowongan tidak mendapatkan laporan mengenai sesuatu seperti runtuhnya gua yang sedang kami gali." Jawab menteri Gardarin.
Naga Gorhan telah mendapatkan jawaban dari Dwarf di sana dan merasa kalau para Dwarf itu tidak mungkin berani untuk berbohong kepada naga sepertinya, akan tetapi Gorhan tidak mungkin kembali kepada tuannya tanpa mengetahui penyebab terjadinya beberapa gempa kecil di pegunungan Wiwardin.
"Jika bukan kalian menyebabnya lalu apa, karena kalian ras Dwarf yang mampu menggali terowongan besar dan meruntuhkannya dengan bubuk peledak yang dapat memicu gempa." Kata Naga Gorhan.
Hulgorin terlihat tidak tahu bagaimana harus menjawab naga itu tapi di sana menteri Gardarin kembali berbicara.
"Naga Gorhan saya rasa gempa kecil yang belakangan terasa hingga ke tempat yang mulia naga Helgram berasal dari arah barat laut jauh dari tempat kami karena beberapa penambang yang menggali ke arah sana sempat melaporkan kalau mereka merasakan beberapa getaran di sertai dentumanan dari arah itu." Kata menteri Gardarin.
"Arah barat laut jadi getaran itu tidak sampai ke kota ini, kalau begitu apakah kalian bisa kesana untuk melakukan penyelidikan?" Kata Naga Gorhan tapi terlihat para Dwarf di sana merasa kalau itu cukup sulit jadi Dwarf Gardarin berbicara lagi.
"Maaf tuan naga Gorhan tapi itu sangat sulit untuk di lakukan karena tidak ada terongan dari kota ini yang mengarah langsung kesana dan memang di sana terdapat kota milik leluhur kami yang di bangun mendiang raja Gorgorin tapi sekarang telah sangat lama di tinggalkan, tempat itu juga terlalu berbahaya untuk kami para Dwarf karena banyaknya monster buas yang sekarang bersarang di sana." Terang menteri Gardarin kepada naga Gorhan.
"Kota milik leluhur kalian, saya tidak tahu mengenai tempat itu jadi jelaskan lebih rinci lagi padaku." Pinta naga Gorhan kepada para Dwarf di sana dan menteri Gardarin yang kembali berbicara.
"Kalau mengenai kota dan dungeon Gorgor saya rasa teman baik saya Dwarf Grigorin dapat menjelaskannya lebih detail mengenai kondisi tempat itu saat ini karena Grigorin belum lama ini baru kembali dari tempat itu, saya harap naga Gorhan mau sedikit bersabar menunggu sampai saya kembali membawa teman saya kemari." Kata menteri Gardarin.
"Kalau begitu cepatlah bawa temanmu itu ke hadapanku." Kata Naga Gorhan dan menteri Gardarin langsung terlihat bergegas pergi ke arah kota untuk mencari temannya yang bernama Grigorin.