Thief From Silmarin

Thief From Silmarin
BAB 43. GOLEM



Komandan Piere tertawa karena berhasil mengalahkan Death Knight salah satu undead terkuat yang pernah tercatat sejarah sehingga para prajurit di bawah komandonya semakin segan dan menghormatinya, tapi kegembiraan Komandan Piere tidak berlangsung lama karena Death Knight yang baru saja Ia kalahkan bukanlah satu-satunya undead tingkat tinggi yang ada di reruntuhan kota Gorgor.


"Hahaha ternyata ada lebih banyak prajurit Arfenia di sini bahkan salah satu endead terkuat saya berhasil kalian kalahkan." Ucap seseorang dari kejauhan dan para prajurit kerajaan Arfen langsung mengarahkan pandangan mereka pada sosok yang melayang di udara, akan tetapi mereka sangat terkejut mengetahui kalau sosok itu bukanlah manusia melainya undead lain yang mengenakan jubah penyihir.


"Lich bahkan undead penyihir itu bisa menggunakan sihir terbang, Sebenarnya Lich macam apa kamu itu dan bagaimana bisa kamu memiliki kesadaran untuk berbicara?" Tanya Komandan Piere kepada Lich itu.


"Saya adalah Ashura Larko seorang Elder Lich raja kematian yang menguasai reruntuhan kota bawah tanah ini." Jawab Lich Ashura.


"Seorang Elder Lich dan kamu bilang kamulah yang menciptakan Death Knigh yang barusan aku kalahkan, tapi bagaimana bisa ada sihir necromancy yang dapat menciptakan undead mengerikan seperti itu, kamu pasti sedang membobohi kami, Prajurit gunakan anak panah serang dan jatuhkan mahkluk terkutuk itu!" Ucap komandan Piere yang kemudian memberikan perintah pada prajuritnya untuk memanah Lich Ashura yang sedang melayang di udara.


Para prajurit Arfenia menarik busur mereka dan menembakkan puluhan anak panah ke tubuh Elder Lich Ashura tapi itu semua sama sekali tidak berpengaruh karena undead kebal terhadap rasa sakit dan tidak dapat terluka.


"Komandan Piere, serangan panah yang kita gunakan sama sekali tidak mempan terhadap Lich itu?" Ucap seorang prajurit dan terlihat komandan Piere juga sedang berpikir mencari cara untuk menjatuhkan Lich itu ke tanah agar dapat mereka hadapi secara langsung.


Lich Ashura terlihat masih tenang sambil mencabut beberapa anak panah yang menancap di tubuhnya kemudian Ia kembali berbicara.


"Sepertinya kalian sama saja dengam prajurit yang sebelumnya yang tidak mau mendengarkan saya, tapi sudahlah saya tidak perlu mengampuni nyawa kalian semua di sini karena Kapten prajurit yang sebelumnya pasti akan berhasil melarikan diri dan akan memberitahu orang-orang tentang diri saya, saya harap yang datang selanjutnya nanti membawa Priest atau Paladin untuk menyucikan tubuh terkutuk saya ini." Kata Lich Ashura tapi komandan Piere tidak tahu apa yang sedang undead itu katakan.


"Apa maksudmu dengan tidak mengampuni nyawa kami, apakah kamu berpikir dapat mengalahkan kami semua, Aku adalah Piere Zagarna komandan pasukan kerajaan Arfen yang hebat dan kamu bersama undead yang kamu ciptakan yang akan kami musnahkan di sini, Arfenia bersiap untuk menyerang!" Kata komandan Piere dan semua prajuritnya langsung berbaris membentuk formasi bertempur.


Sementara itu Lich Ashura tertawa karena melihat pasukan kerajaan Arfen yang dengan serius akan menghadapinya tapi Ia menyadari kalau itu adalah hal yang percuma.


"Hahaha itu bagus saya harap kalian bisa sedikit menghibur saya sebelum kalian mati dan saya bangkitkan kembali menjadi undead." Ucap Lich Ashura sambil tertawa.


Para prajurit kerajaan Arfen masih bersiap untuk bertempur menghiraukan ucapan Lich Ashura barusan, akan tetapi tak begitu lama Lich Ashura mengangkat tangannya dan dari sana muncul cahaya redub keunguan dan itu adalah sihir untuk memanggil undead yang ia kendalikan.


Raungan dan teriakan undead terdengar di penjuru wilayah dan tak berselang begitu lama puluhan kemudian ratusan undead muncul dari gang-gang di sekitar wilayah itu.


"Komandan Piere, undead dalam jumlah besar mulai berdatangan dan jumlahnya terus bertambah, kita akan terkepung bila terus berada di sini!" Ucap seorang prajurit yang terlihat semakin kawatir dengan situasi mereka dan komandan Piere juga tahu akan hal itu.


Prajurit kerajaan Arfen terlihat mencoba keluar dari kepungan meskipun itu terlihat percuma karena undead yang lain terus berdatangan dan prajurit Arfenia bergerak sangat lambat dengan formasi kura-kura yang mereka gunakan.


Prajurit Arfenia terus mencoba bertahan dalam pertempuran menghadapi serbuan undead tapi Lich Ashura terlihat tidak melakukan serangan sihir apapun lagi dan kemudiam malah melayang pergi dari tempat itu.


Sudah cukup lama pertempuran itu berlangsung dan komandan Piere merasa kalau semua ini seperti tidak akan pernah ada akhirnya, tapi terlihat beberapa ratus meter dari tempatnya berada ada sebuah gerbang yang merupakan pintu keluar utama kota gorgor yang sebelumnya telah di temukan oleh salah seorang prajurit yang melakukan pencarian harta.


"Semua terus bertahan, tinggal sedikit lagi kita akan keluar dari kota terkutuk ini!" Ucap komandan Piere kepada para prajuritnya yang masih terus berjuang untuk bertahan hidup.


Gerbang utama kota Gorgor adalah sebuah pintu besi yang berukuran sangat besar dan ada di sudut gua raksasa Gorgor, gerbang besar itu sedikit terbuka karena di masa lalu pasukan Elfen yang di bantu pasukan dari kerajaan gurun Arka menyerang dari lorong gua selatan di belakang kota tempat yang sama yang di gunakan pasukan komandan Piere masuk, sehingga gerbang utama kota Gorgor yang terletak di sisi lain di utara kota itu pernah di gunakan oleh rakyat kerajaan Dwarfen Gorgorin untuk melarikan diri saat pertempuran kota terjadi di masa lalu.


Perlahan dan akhirnya prajurit Arfenia mencapai pintu gerbang kota dan harapan mereka akhirnya kembali saat mereka menggunakan gerbang itu untuk keluar dari kepungan undead, tapi itu tidak berlangsung lama karena gua di balik gerbang itu tiba-tiba bergetar di sertai dengan sebuah hantaman kuat di belakang barisan pasukan kerajaan Arfen.


"Komandan Piere ini gawat sebuah golem raksasa telah muncul dari balik gerbang kota!" Ucap seorang prajurit.


Sesosok mahkluk raksasa setinggi lebih dari sepuluh meter yang tersusun dari batu telah muncul, Golem batu merupakan mahkluk sihir buatan yang di dalamnya terdapat bola sihir berlemen tertentu sebagai energi untuk menghidupkannya, Kerajaan Dwarfen yang di pimpin raja Gorgorin di masa lalu memang sengaja menciptakan golem itu sebagai penjaga gerbang utama kotanya dan berkat golem itu jugalah sebagian besar rakyat ras Dwart dari kota Gorgor dapat melarikan diri dari serangan pasukan elfen dan manusia di masa lalu.


Kepanikanpun terjadi saat golem batu raksasa mengamuk menyerang, menginjak dan meremukan tubuh pasukan Arfenia yang menggunakan armor baja tapi Golem itu juga tidak hanya menyerang manusia tapi juga menyerang pasukan undead di tempat itu.


"Komandan Piere bagaimana sekarang kita telah terjebak di sini dan akan terbantai?" Kata seorang prajurit.


Komandan Piere merasa sangat marah karena Ia baru saja akan berhasil lolos dari kepungan undead tapi sekarang golem raksasa malah muncul dari arah lain.


"Sial mengapa ini harus terjadi pada kita, prajurit cepat lari lewati golem itu karena lebih baik kita bertaruh di sana dari pada mati oleh undead, kita punya lebih banyak peluang karena hanya ada satu golem dan tidak bisa membunuh kita semua!" Perintah komandan Piere yang memilih untuk bertaruh nyawa melewati golem raksasa dari pada mati oleh undead dan di bangkitkan kembali menjadi mayat hidup.


Para prajurit kerajaan Arfen terlihat berpencar berlarian mencoba keberuntungan mereka untuk bertahan hidup menghindari injakan kaki golem raksasa dan banyak di antara mereka yang tidak berhasil lolos dan mati sementara komandan Piere yang juga sedang berlari tiba-tiba tubuhnya di tangkap dan di lempar oleh tangan besar golem itu hingga jatuh di tengah kerumunan undead.


Golem batu raksasa tidak mengejar pasukan kerajaan Arfen karena ia memang di buat untuk selalu berada di tempat itu tapi di sana masih terdapat banyak pasukan undead sehingga Golem itu terus menyerangnya dengan kekuatan dahyat hingga menciptakan gegaduhan dan getaran di dalam gua Gorgor.