
Petualang Isac dan Lalia juga Yolgi Ardanta serta Darko terlihat menikmati makan malam di kediaman keluarga Durman, Lucas memang menjadi cukup akrab dengan mereka setelah bersama cukup lama.
"Makanlah yang banyak jangan sungkan-sungkan." Ucap nyonya rumah di sana yang terlihat sangat senang dengan kepulangan Lucas bersama beberapa temannya.
Keluarga Durman memang adalah keluarga sederhana tapi terlihat itu adalah keluarga yang sangat harmonis dan para petualang di sana terlihat memperhatikan nyonya Durman yang cantik dan sangat menyayangi putra tunggalnya Lucas.
"Ibu apakah ayah sudah pulang?" Tanya Lucas kepada ibunya.
"Ayahmu memang lebih jarang pulang akhir-akhir ini karena ada pasukan dari ibukota yang datang hingga banyak kuda yang harus Ia urus." Jawab ibunya.
Ayah dari Lucas memang hanya bekerja sebagai pengurus kuda di barak pasukan pertahanan kota Lopak, meskipun sebenarnya Ia bercita-cita menjadi seorang prajurit agar dapat mengangkat derajat keluarganya tapi iya kurang beruntung dan hanya berakhir sebagai pengurus kandang kuda.
"Begitukah padahal aku ingin memberikan hadiah untuk ayah tapi sudahlah aku akan memberikannya nanti." Ucap Lucas yang kemudian kembali menikmati masakan ibunya.
Selesai makan Lucas kemudian kembali berbicara dengan ibunya kali ini Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam tasnya.
"Ibu ini untuk ibu karena ibu melahirkan juga merawatku sampai dewasa." Kata Lucas sambil memberikan kotak itu kepada ibunya.
"Lucas apa ini." Ucap Nyonya Durman menerima kotak itu yang kemudian membukanya dan terlihat iya sangat terkejut melihat isinya.
"Lucas perhiasan ini bukankah ini sangat mahal?" Ucap nyonya Durman.
"Aku melihat kalung itu kemarin saat mengunjungi toko perhiasan bersama paman dan karena aku sudah mendapatkan cukup banyak uang jadi aku membelinya karena aku pikir ibu akan menyukainya." Ucap Lucas Durman kepada ibunya.
Nyonya Durman terlihat meneteskan air mata karena sangat bahagia mendapatkan hadiah seindah itu dari putra kesayangannya.
"Oh Lucas seharusnya kamu tidak perlu memberikan apa-apa kepada ibu karena hanya melihatmu saja ibu sudah sangat bahagia." Ucap Nyonya Durman.
Lucas kemudian terlihat mengambil kalung itu dan kemudian memakaikannya ke leher ibunya sambil berbicara. "Lihatlah ini memang sangat cocok bila ibu yang mengenakannya."
"Oh Lucas ibu sangat bahagia memiliki putra sebaik dirimu." Ucap Nyonya Durman yang terlihat sangat bahagia di sana.
Setelah beberapa waktu terdengar suara ketukan pintu dan nyonya Durman membukanya.
"Supar kamu datang masuklah dan ikut makan bersama kami." Ucap Nyonya Durman kepada Paman Supar.
"Ya tentu saja dan apakah Lucas dan ayahnya ada di rumah?" Jawab Paman Supar yang kemudian menanyakan Lucas dan ayahnya.
"Lucas ada di dalam tapi adikmu masih belum pulang." Jawab Nyonya Durman.
Supar kemudian masuk ke dalam dan duduk di meja makan bersama Lucas dan ke empat petualang di sana tapi Lucas memperhatikan hari ini paman Supar terlihat sedikit abeh karena Ia cukup tenang dan tidak marah-marah seperti biasanya.
"Paman apakah ada sesuatu?" Tanya Lucas.
"Lucas ini mengenai sampel tanah yang kamu bawa, aku sudah membawanya ke pandai besi yang dapat melebur logam tadi siang dan baru mendapatkan kabar tentang hasilnya." Kata Paman Supar.
"Benarkah lalu bagaimana hasilnya?" Tanya Lucas sambil meminum air putih dari kelasnya tapi terlihat Paman Supar menghela nafas sebelum berbicara.
"Huh tadi blackmith yang mengolah dan melebur tanah itu mengatakan kalau ada kandungan emas yang cukup besar di dalamnya." Ucap pamam Supar dan Lucas langsung terkejut sampai ia tersedak saat sedang minum.
"Uhuk, ah apa paman bilang tadi emas jadi tambang terbengkalai yang di temukan Kirt Johan adalah sebuah tambang emas!" Teriak Lucas yang tampak cukup terkejut mendengar kabar dari pamannya.
"Lucas kamu tahu apa artinya ini, kita harus memastikan kalau kita dapat bekerja sama dengan temanmu yang bernama Kirt Johan itu agar kita bisa mendapatkan sedikit keuntungan darinya?" Ucap paman Supar kepada Lucas.
"Tentu saja Kirt Johan pasti tidak akan menolak untuk bekerja sama karena sebelumnya kami sudah sedikit menyinggung hal ini jika seandainya ada kandungan logam berharga di sampel tanah yang ia berikan." Ucap Lucas dengan sangat bersemangat.
"Jika benar begitu ini akan sangat bagus tapi ingat Lucas kamu harus berhati-hati dan tidak sembarangan mengatakan hal ini pada orang lain karena ingat ini tentang sesuatu yang sangat berharga, orang-orang tertentu pasti akan melakukan apa saja untuk mendapatkan informasi letak tambang emas itu." Ucap Paman Supar yang kemudian juga menatap para petualang yang juga mendengar semua obrolan mereka.
"Paman Supar, Kirt Johan dan tuan Lucas adalah teman kami jadi kami tidak mungkin mengkhianati mereka." Kata Isac di sana kemudian Lalia juga berbicara.
"Benar-benar Tuan Lucas juga sudah banyak membantu kami dengan memberikan misi yang sangat menguntungkan." Kata Priest Lalia dan kemudian Yolgi berbicara.
"Kami tidak keberatan merahasiakannya tapi pamam Supar dan tuan Lucas juga jangan lupakan kami, karena kami juga cukup tertarik untuk mendapatkan sedikit bagian." Kata Yolgi Ardanta kemudian Darko juga terlihat akan menambahinya.
"Yolgi benar apa lagi tuan Kirt Johan sebelumnya juga telah memberikan kami peta dungeon yang terdapat tambang itu, jadi tidak mungkin kalian akan meninggalkan kami begitu saja." Ucap Darko.
Paman Supar yang mendengar itu berpikir memang dari awal sudah tidak mungkin untuk membiarkan mereka berempat yang tahu tentang semua ini begitu saja, tidak ada pilihan lain selain juga merekrut mereka bergabung dalam pekerjaan ini.
Lucas terlihat mengangguk memberikan isyarat pada pamanya yang kemudian berbicara lagi.
"Lucas kelihatan juga tidak keberatan jadi kalian tenang saja kami akan menjadikan kalian sebagai orang kepercayaan kami untuk pekerjaan besar yang akan kita lakukan." Kata paman Supar dan para petualang di sana terlihat cukup senang mendengarnya.
Esok harinya Lucas dan paman Supar terlihat cukup sibuk menyiapkan segalanya untuk pergi menuju desa Droya dan merasa tidak sabar untuk mengabarkan kabar baik yang telah mereka dapatkan kepada Kirt Johan.
"Hahaha keponakanku, nanti kita pasti akan mendapatkan kesuksesan besar di desa Droya." Ucap Paman Supar yang terlihat sangat bersemangat untuk ikut pergi ke desa Droya membantu keponakannya.
"Kalian berdua jagalah diri kalian dengan baik di sana, ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua." Ucap Nyonya Durman kepada putra dan juga kakak dari suaminya.
"Tentu saja aku pasti akan menjaga keponakan kesayanganku ini dengan baik dan jangan lupa sampaikan kepada adikku untuk berhenti dari pekerjaannya di kandang kuda agar dapat mengurus tokoku yang aku serahkan padanya."
Kereta kuda milik Lucaspun langsung berangkat meninggalkan kota Lopak menuju bagian utara dari kerajaan Tandora.