
Kapten Orlando terlihat terus berlari untuk keluar dari reruntuhan kota Gorgor tempat terkutuk yang di penuhi mayat hidup dan beberapa anak buahnya juga terus mengikutinya karena mereka tahu kengerian dari Elder Lich Ashura yang dapat menciptakan undead dengan kekuatannya.
Sementara itu di lantai dua dari sebuah bangunan terbengkalai, para assassin yang di pimpim Estella masih melakukan pencarian harta sendiri setelah berpisah dari rombongan komandan Piere meskipun hasil yang mereka dapatkan tidak begitu memuaskan.
"Estella sepertinya tidak banyak barang berharga di bangunan ini, apakah sebaiknya kita berpencar saja untuk mencarinya?" Tanya Dirta Lamerta tapi Estella terlihat kurang setuju dengan ide itu.
"Tidak aku pikir itu ide yang buruk lebih baik kita terus bersama-sama karena kita tidak tahu mahkluk apa yang menunggu kita di balik bayangan gelap dari bangunan-bangunan kota ini." Jawab Estella.
"Aku setuju dengan pemikiran Estella lebih baik kita bergerak bersama-sama untuk keamanan." Kata Bara Shindarty.
Kelompok assassin Estella memang juga menginginkan harta dari reruntuhan kota Gorgor tapi mereka sadar kalau mereka tidak boleh bertindak gegabah mengingat mereka berada di tempat yang berbahaya.
Sementara itu Yura yang berada di dekat jendela untuk mengawasi keadaan sekitar tiba-tiba melihat beberapa pasukan kerajaan Arfen yang berlari dari arah pusat kota dan dalam kesulitan karena ada banyak undead yang mengejarnya.
"Kalian semua lihatlah sepertinya ada beberapa prajurit kerajaan Arfen yang mendekat." Kata Yura kepada rekan-rekannya yang kemudian juga meihat keluar jendela.
"Bukankah itu Kapten Orlando wakil komandan prajurit Arfen sedang apa dia di sini, bukankah seharusnya mereka berada di pusat kota?" Kata Estella.
"Estella sepertinya mereka dalam masalah, haruskah kita menolongnya?" Tanya Dirta tapi di sana Yura yang kemudian berbicara menanggapinya.
"Masalah mereka bukanlah urusan kita jadi kita tidak punya kewajiban untuk menolong mereka." Kata Yura kemudian adiknya juga berbicara.
"Itu benar mengapa kita harus membahayakan diri kita untuk menolong mereka dan aku pikir masalah mereka di sebabkan oleh kebodohan mereka sendiri karena undead-undead itu tidak akan pernah kelelahan jadi percuma kalau mencoba lari dari undead seperti itu." Tambah Shasa.
Tapi Estella menyadari ada sesuatu yang aneh dari tindakan kapten Orlando karena seharus ia juga menyadari kesalahan mereka yang mencoba kabur dari undead.
"Yura, Shasa kita harus menolong mereka." Kata Estella membuat kedua assassin bersaudara itu langsung menatapnya.
"Tapi mengapa, bukankah sebagai assassin kita tahu bahwa yang terpenting adalah tujuan kita sendiri, menolong mereka yang merupakan saingan kita itu akan sedikit merugikan kita semua di sini." Tentang Yura.
"Kita semua tahu prajurit kerajaan Arfen yang pergi ke pusat reruntuhan kota Gorgor berjumlah cukup besar jadi seharusnya mereka dapat mengatasi semua undead lemah seperti skeleton, tapi lihatlah beberapa dari mereka malah terlihat melarikan diri seperti itu jadi pasti telah terjadi sesuatu dan kita harus mencari tahunya." Jawab Estella.
Kapten Orlando dan tiga orang prajuritnya yang tersisa mulai lelehan tapi mereka tidak dapat berhenti berlari karena puluhan skeleton di belakang mereka akan langsung menyerang dan membunuh mereka.
"Kapten Orlando saya sudah tidak kuat berlari lagi." Kata seorang prajurit yang belari bersama Kapten Orlando.
"Berjuanglah bila kamu berhenti di sini kamu akan langsung di keroyok para undead itu." Jawab Orlando meskipun Ia sendiri juga sudah sangat kelelahan dan kaki mereka juga mulai terasa sakit karena terus-menerus berlari.
Sebelumnya mereka tidak menyangka ternyata masih banyak undead yang tersisa di jalan utama kota Gorgor padahal sebelumnya mereka sudah menghabisi banyak di antaranya saat pertama melewati wilayah itu.
Kecepatan lari Kapten Orlando mulai melambat karena rasa sakit di otot kakinya yang mulai menegang dan Ia sudah hampir tidak kuat lagi tapi sesuatu terjadi dan terlihat kelompok assassin yang di pimpin Estella langsung berlari dengan cepat dari dalam sebuah bangunan, mereka menerjang juga menyerang dua lusin skeleton yang mengejar Kapten Orlando.
"Kapten Orlando para Assassin itu menolong kita!" Ucap seorang prajurit hingga Kapten Orlando juga terlihat heran mengapa para petualang assassin itu mau menolongnya tapi tidak ada waktu untuk memikirkan hal itu.
"Kita juga tidak bisa diam saja, jadi cepat kita juga harus bertarung membantu mengalahkan para undead busuk itu." Perintah kapten Orlando dan Ia bersama kedua prajuritnya langsung berbalik dan bertarung untuk mengalahkan semua skeleton itu.
Berkat bantuan para petualang Assassin semua skeleton yang sebelumnya terus mengejar Kapten Orlando akhirnya dapat di kalahkan meskipun beberapa mengalami luka karena kalah jumlah saat bertarung.
Kelompok Assassin yang di pimpin Estella kemudian membawa Kapten Orlando dan kedua prajurit lainya kembali ke dalam bangunan tempat sembunyikan mereka dan Bara Shindarty yang memiliki kemampuan Alchemist merawat luka mereka semua.
"Lukamu cukup dalam dan aku pikir kamu harus meminum potion penyembuh, jadi ambillah." Kata Bara yang memberikan sebuah potion penyembuh yang cukup berharga kepada salah seorang prajurit, sementara yang lainya hanya mengalami luka ringan dan bisa sembuh dengan beberapa ramuan yang di buat Bara Shindarty.
"Terima kasih banyak karena telah menyelamatkan kami, bahkan kalian juga membantu merawat kami yang terluka." Ucap seorang prajurit yang berterima kasih.
"Sudahlah jangan pikirkan hal itu, tapi sebenarnya apa yang terjadi hingga kalian terpisah dari rombongan kalian dan di kejar puluhan undead seperti itu?" Tanya bara Shindarty kepada para prajurit kerajaan Arfen di sana dan Orlando kemiduan terluhat akan berbicara.
"Sebenarnya kami memang sengaja memisahkan diri dari rombongan komandan Piere karena hampir tidak mungkin kita semua akan selamat jika terus di sana?" Jawab Kapten Orlando.
Estella dan ke empat rekannya terlihat penasaran mengapa Kapten Orlando sampai menyimpulkan hal itu padahal prajurit yang di bawa komandan Piere cukuplah banyak dan mampu kalau hanya untuk menghadapi kepungan undead skeleton.
"Tidak mungkin selamat, memangnya mahkluk apa yang kalian hadapi di pusat kota terkutuk ini?" Tanya Estella.
Kapten Orlando kemudian menceritakan tentang pertemuan mereka dengan seorang Lich yang sangat kuat dan mampu menciptakan undead tingkat atas seperti Death Knight.
"Lich dan Death Knight jadi ternyata benar dugaan kami kalau ada undead kuat di tempat ini." Kata Bara Shindarty.
"Benar dan itu bukan Lich sembarangan tapi Elder Lich yang tidak hanya dapat membangkitkan undead yang sudah kami kalahkan tapi juga dapat memulihkan dirinya sendiri dengan kekuatan kegelapan yang menyelimuti tubuhnya." Terang Kapten Orlando kemudian bara berbicara.
"Elder Lich aku pernah mendengar kisah di negeriku, jaman dulu ada undead seperti itu yang pernah muncul dan menyerang desa serta kota-kota di wilayah gurun selatan, mahkluk itu adalah mala petaka karena undead yang ia kendalikan terus bertambah dari korban mereka setelah menghancurkan suatu wilayah dan hanya dapat di hentikan oleh pasukan paladin dari tiga kuil besar yang bekerjasama." Ucap bara Shindarty.
"Jadi sebegitu mengerikannya undead itu hingga bahkan di butuhkan pasukan suci dari tiga kuil untuk menghentikannya, ah jadi tidak salah kami memilih melarikan diri dari undead itu." Sahut Kapten Orlando.
Kelompok assassin yang di pimpim Estella akhirnya menyadari kalau undead yang menguasai reruntuhan kota gorgor bukanlah musuh yang dapat mereka hadapi dan jelas Elder Lich Ashura merupakan salah satu ancaman besar di benua barat.
Estella dan kelompoknya bersama tiga prajurit kerajaan Arfen kemudian memutuskan untuk segera pergi meninggalkan reruntuhan kota Gorgor sebelum Lich mengerikan itu menemukan mereka.