
Naga Gorhan mendarat di atas sebuah benteng besar peninggalan kerajaan Dwarfen kuno yang merupakan pintu masuk utama ke dalam kota Gorgor di bawah tanah, akan tetapi naga itu tidak sendirian karena Dwarf Grigorin juga ikut bersamannya.
Sebelumnya saat di kota tebing Hoval Dwarf Grigorin mengatakan pada naga Gorhan kalau akan menunjukan lokasi kota leluhurnya itu secara langsung jika naga hijau Gorhan juga bersedia membantunya mendapatkan perkamen membuat senjata dengan seni rune peninggalan leluhurnya yang ada di salah satu gedung penempaan di dalam kota mati Gorgor.
Raja Dwarf Hulgorin sempat ketakutan saat Grigorin senekat itu membuat permintaan kepada seekor naga yang dapat meratakan seluruh kota Hoval dengan mudah, akan tetapi entah bagaimana naga itu bersedia menyetujuinya bahkan Grigorin yang merupakan ras Dwarf di ijinkan untuk naik keatas punggung naga itu agar lebih cepat sampai ke lokasi reruntuhan kota Gorgor.
Grigorin masih berada di atas punggung naga Gorhan dan mereka segera bergerak ke sebuah gua besar di belakang benteng dan perlahan memasukinya.
Tidak terlalu jauh ke dalam gua terlihat sebuah gerbang raksasa yang terbuka akan tetapi alangkah terkejutnya naga itu saat melihat golem raksasa yang seekuran dirinya terdiam tidak bergerak dan di sekitar tempat itu juga terdapat sangat banyak tumpukan mayat serta tulang belulang yang sebagian sudah hancur.
Naga Gorhan masih dapat merasakan aura kematian di sekitar tempat itu dan tak lama kemudian sebuah mayat perlahan bergerak dan bangkit kembali sebagai undead akan tetapi Golem batu itu juga langsung berdiri menuju kearahnya dan langsung menghantam undead itu dengan kekuatan yang sangat dahsyat hingga bumi bergetar cukup kuat.
"Jadi inikah penyebab gempa bumi kecil sering terjadi di wilayah ini, Tempat ini memang tidak terlalu jauh dari puncak gunung tempat di mana yang mulia naga Helgram tinggal." Ucap Naga Gorhan.
"Oh itu Golem raksasa yang aku lihat saat pertama datang ke kota ini tapi saat itu golem batu itu tidak bergerak sama sekali jadi kami mengira kalau golem ini sudah lama tidak aktif." Ucap Dwarf Grigorin.
"Hrm... Golem ini telah mengganggu istirahat tuanku naga Helgram di puncak pegunungan dengan kegaduhan yang ia buat jadi aku naga Gorhan harus menghancurkannya." Ucap naga Gorhan.
"Tunggu dulu golem ini adalah mahkluk yang leluhur kami ciptakan untuk menjaga pintu masuk ke dalam kota Gorgor dan aku rasa golem ini aktif kembali karena ada mahkluk dari ras yang bukan Dwarf melewatinya termasuk para undead dari dalam kota, bukankah akan sangat di sayangkan bila mahkluk berharga dan sekuat itu di hancurkan begitu saja." Kata Dwarf Grigorin yang sedikit keberatan golem itu di hancurkan karena saat ini tidak ada satupun Dwarf keturunan raja Gorgorin yang mampu menciptakan mahkluk serupa.
Naga Gorhan tidak peduli dengan yang di katakan Dwarf Grigorin karena perintah tuannya adalah untuk mencari tahu asal gempa bumi yang sering terjadi dan menghentikannya.
"Hrm meskipun kami para naga juga membenci mahkluk busuk seperti undead yang di hancurkan oleh golem itu, tapi saya naga Gorhan tidak dapat memenuhi permintaanmu karena golem itu sudah mengganggu tuanku yang mulia naga Helgram." Jawab naga Gorhan dan Dwarf Grigorin tidak mungkin akan berani untuk menentangnya lagi.
"Aku tidak dapat menjanjikan hal itu tapi aku naga Gorhan akan berusaha melakukannya." Jawab Naga Gorhan.
Gorhan bergerak mendekat ke tempat golem raksasa itu berdiri dan tentu saja golem batu itu juga langsung berbalik menargetkannya karena Gorhan bukanlah mahkluk yang berasal dari ras Dwarf yang di ijinkan melewati gerbang kota Gorgor.
Bumi bergetar saat tubuh besar naga Gorhan saling berbenturan dengan tubuh golem raksasa dan naga hijau itu berusaha mencakar menghancurkan tubuh golem yang terbuat dari batu meskipun itu tampak sedikit sulit karena golem tidak dapat merasakan sakit dan akan terus memberikan perlawanan.
Pertarungan antara dua mahkluk raksasa dengan kekuatan yang maha dahsyatpun terus berlanjut dan Dwarf Grigorin merasa cukup beruntung juga takjub dapat menyaksikan kejadian langka itu.
Naga Gorhan beberapa kali menyemburkan nafas apinya tapi tentu saja itu tidak berpengaruh terhadap golem yang terbuat dari batu, justru golem besar itu sempat memukul tubuh naga Gorhan dengan kuat tapi naga tetaplah mahkluk hidup terkuat di dunia dan merasa tidak mungkin akan kalah dari mahkluk buatan seperti golem.
Naga Gorhan terus menyerang dengan cakar dan lengan kuatnya menjatuhkan tubuh golem kemudian sedikit demi sedikit menghancurkan tubuh batu dari golem itu hingga naga hijau itu berhasil memenangkan pertarungannya.
"Mahkluk yang tangguh tapi itu tidak cukup kuat untuk dapat mengalahkan aku yang seekor naga mahkluk terkuat di bumi dan langit." Ucap naga Gorhan setelah mengalahkan golem raksasa itu.
Dwarf Grigorin kemudian perlahan mendekat ke tempat pertarungan dan mengambil batu crystal sihir yang terdapat di dalam tubuh golem batu itu.
"Akhirnya tugas dari tuanku naga Helgram selesai sekarang aku dapat kembali lagi menemui beliau dengan tenang." Kata Naga Gorhan tapi sebelum Ia akan pergi Dwarf Grigorin kembali berbicara padanya.
"Tunggu dulu kamu tidak dapat pergi sekarang, ingatlah kita sudah sepakat kalau kamu akan membantuku untuk mengambil perkamen di dalam kota Gorgor di balik gerbang besar ini, jika kamu mengingkarinya apakah kamu tidak akan merasa malu mengaku sebagai naga yang terhormat dari pegunungan Wiwardin itu, juga akan mempermalukan seluruh ras naga hijau termasuk nama tuanmu naga Helgram." Ucap Dwarf Grigorin yang terlalu berani meminta seekor naga melakukan pekerjaan seperti itu, tapi Dwarf itu sangat ingin mendapatkan rahasia penempaan yang sudah lama hilang dan kekuatan seekor naga adalah kesempatan terbaik Grigorin yang dapat Ia manfaatkan.
"Hmr.. meskipun aku tidak suka dengan hal ini tapi baiklah lagi pula aku Gorhan sudah terlanjur menyetujuinya saat di tebing Hoval, Jadi jangan membuang waktu lagi kita akan berangkat sekarang agar aku dapat segera kembali menemui tuanku naga Helgram." Jawab naga hijau Gorhan yang akhirnya mau mengantar Dwarf Grigorin untuk mencari perkamen yang ia inginkan di dalam reruntuhan kota Gorgor.