
Desa La Kroya terlihat ada beberapa petualang yang di bantu para penduduk setempat melakukan patroli di sekitar desa untuk berjaga bila ada serangan monster.
Monster seperti goblin dan ogre belakangan memang sering muncul di dekat pemukiman penduduk dan itu tidak hanya terjadi di desa La Kroya tapi di beberapa desa lain yang terletak tidak jauh dari hutan Argamir.
Para penduduk mulai menyalakan obor untuk penerangan karena hari mulai gelap dan Kirt Johan berjalan ke sebelah utara desa karena beberapa petualang yang melakukan pengintaian sempat melihat adanya sekelompok besar monster di sekitar tempat itu.
Kirt sedikit terlambat sampai di utara desa karena ternyata sekelompok monster yang di katakan pegawai guild petualang telah muncul tapi untungnya sudah ada beberapa petualang di bantu para penduduk desa yang sedang bertarung menghalau invasi monster itu.
Seorang penyihir wanita sedikit menyita perhatian Kirt karena dia terlihat cukup kuat, bahkan magic caster itu dapat merapalkan sihir api tingkat tingkat tinggi fire bold.
Penyihir wanita itu merapalkan mantra sambil mengarahkan tongkat sihirnya dan sebuah lingkaran sihir terbentuk menyala dengan terang di sertai sebuah bola api yang terlempar meledak di antara kerumunan goblin dan membakar mereka.
Sihir memang kuat tapi kemampuan itu sangat sulit untuk di kuasai apalagi itu membutuhkan energi sihir dari dalam tubuh dan tidak banyak orang yang cukup beruntung di lahirkan dengan bakat dan jumlan energi sihir yang cukup banyak.
Penyihir wanita yang di lihat Kirt memang hebat tapi tidak banyak orang di sana yang memiliki kemampuan yang dapat di katakan setara dengan dirinya dan itu cukup gawat karena seorang magic caster membutuhkan waktu untuk merapalkan mantranya kembali dan saat itu dia akan sangat rentan mendapatkan serangan karena penyihir biasanya tidak memiliki kemampuan bertempur secara langsung dari jarak dekat hingga membutuhkan petarung lain untuk menjaganya.
"Semua bersiap ada lebih banyak monster yang terlihat datang mendekat dan ada beberapa giant monster di antarannya!" Teriak seorang yang ada di atas menara pengawas untuk memperingatkan para petualang yang masih bertarung di bawah.
Para petualang terlihat kembali bersiaga mendengar peringatan itu meskipun beberapa penduduk dan petualang pemula sudah mulai kelelahan.
Kirt Johan yang menyadari situasi yang semakin berbahaya kemudian maju untuk membantu para petualang itu dan wanita penyihir yang menyadari kedatangan Kirt kemudian berbicara.
"Siapa anda dan apakah anda datang untuk membantu kami menghadapi para monster yang menyerang desa?" Tanya penyihir itu kepada Kirt yang berjalan mendekat dari barisan belakang.
"Saya Kirt Johan petualang tingkat perak, karena kelihatannya semakin neriah di sini jadi saya ingin bergabung dengan pesta kalian." Jawab Kirt Johan.
"Kalau begitu saya ucapkan selamat datang dan kebetulan hidangan utamannya baru saja datang, apakah anda ingin mencobanya." Ucap penyihir wanita itu karena kebetulan giant monster ogre baru saja terlihat di antara kerumunan goblin yang datang.
"Kalau begitu saya akan menghadapi dua ogre dan beberapa goblin di sisi kiri dan yang di sisi kanan saya akan serahkan pada anda untuk membakar mereka semua dengan sihir." Balas Kirt Johan.
Kirt kemudian bergerak maju ke barisan depan untuk menghadang sekumpulan monster yang mendekat dari sisi kiri. Beberapa petualang dan pemuda yang bertarung di sana juga melihat Kirt yang datang.
"Tuan jangan gegabah untuk maju sendirian, sebaiknya anda tetap bertarung bersama yang lainnya." Ucap seorang petualang yang mencoba memperingatkan Kirt Johan agar tidak bertindak gegabah.
"Aku akan maju dan kalian halau monster yang menerobos melewatiku." Jawab Kirt yang tetap berjalan maju sendirian sambil mencabut kedua belatinya untuk bertarung melawan sekawanan monster yang semakin mendekat.
Ogre memang adalah giant monster yang ukurannya hampir setinggi tiga meter tapi di bandingkan dengan hob goblin yang pernah Kirt hadapi di desa Asbek seharusnya mereka jauh lebih lemah karena ogre adalah monster terbodoh di antara jenis monster yang memiliki kecerdasan dasar hingga mereka tidak dapat mempelajari tehnik bertarung seperti jenis monster goblin.
Terlihat dua ekor ogre langsung mengincar Kirt Johan karena mereka hanya berpikir manusia hanyalah mahkluk yang berukuran lebih kecil di banding dengan ogre dan mungkin hanya sedikit lebih kuat dari goblin biasa yang datang bersama ogre itu, tapi giant monster itu salah besar.
Ogre berlari dengan tubuh besarnya dan mencoba menyerang Kirt tapi gerakan giant monster itu cukup lambat bagi Kirt yang biasa bertarung mengandalkan kecepatan.
Kirt berlari ke depan dan tiba-tiba melompat ke atas menghindari sapuan lengan besar ogre kemudian Kirt langsung menusukan pisau belatinnya ke titik vital di leher ogre itu kemudian kembali bergerak menuju Ogre yang satunya menghindari serangan ogre itu dengan merendahkan tubuhnya dan menyerang bagian otot kaki ogre hingga giant monster itu jatuh terduduk.
Kirt Johan memang tahu kalau Ogre hanyalah monster besar yang lemah tidak seperti troll yang tangguh dan memiliki kemampuan menyembuhkan dirinya dengan sangat cepat. Ogre yang terduduk langsung mendapatkan serangan di belakang kepalanya karena Kirt Joham tidak memberikan kesempatan untuk giant monster itu menyerang balik.
Banyak petualang pemula dan penduduk desa yang menyaksikan dua ekor ogre yang langsung kalah dengan mudahnya karena bagi mereka yang kemampuan bertarungnya belum terasah, mengalahkan satu monster besar seperti itu sangatlah sulit.
"Hebat siapa pria itu yang sebenarnya?"
"Eh benarkah aku bahkan tidak sempat melihatnya karena terlalu sibuk menghadapi goblin yang menerobos ke tempat kita."
Orang-orang terlihat kagum dengan kemampuan pria yang maju bertarung ke kerumunan monster seorang diri tapi pekerjaan mereka belumlah selesai karena masih banyak monster yang harus mereka basmi.
Puluhan atau mungkin ratusan monster goblin masih terlihat berdatangan dan itu membuat Kirt merasa cukup heran dengan invasi monster kali ini karena tidak adanya hob goblin yang biasa memimpin goblin sebanyak itu.
Goblin dengan jumlah besar memang sering menyerang desa kecil untuk di jadikan sarang baru mereka seperti yang terjadi di desa Asbek tapi ini juga tidak masuk akal karena para goblin itu pasti juga tahu tentang adanya singa manticore yang dapat memangsa mereka bila membuat sarang di wilayah ini.
Pertarungan berlanjut dan Kirt terus berjuang membantai banyak goblin yang mengepungnya, beberapa petualang juga masih bertarung karena mereka juga menjalankan quest berburu goblin di desa La Kroya yang sama dengan quest yang di ambil Kirt di guild petualang desa Droya.
"Cepat mundur sebentar lagi sihirku akan siap!" Ucap seorang penyihir perempuan yang memberikan aba-aba agar para petualang yang berada di barisan depan untuk mundur.
"Kami mengert."
"Semua cepat mundur buat barisan baru di belakang!"
Semua petualang dan penduduk yang sedang bertarung tiba-tiba melarikan di ke barisan belakang membuat keruman besar goblin yang berkumpul bergerak maju tapi penyihir wanita di sana telah bersiap dengan sihirnya.
"Dewa api Ayarama berikan kekuatanmu untuk membakar musuh, divine magic Fire Bird!" Ucap penyihir itu menyelesaikan mantranya dan sesosok burung api muncul dari lingkaran sihir yang terbentuk di depan tongkat sihirnya.
Divine magic adalah sihir dengan tingkatan paling tinggi dan hanya beberapa penyihir tingkat atas yang mampu menguasainya.
Burung api yang muncul dari sihir yang penyihir itu lepaskan dan langsung melesat terbang ketengah kerumunan monster dan meledak mencitakan kebakaran hebat di area yang cukup luas karena sihir itu mengandung kekuatan sihir yang sangat besar.
Sebagian besar goblin dan ogre langsung mati terbakar, beberapa yang tersisa langsung berusaha melarikan diri karena merasakan kengerian dari kekuatan itu.
"Sihir yang sungguh hebat dan hari ini nona Natasha juga kembali menunjukan kekuatannya."
"Benar kita beruntung bila tidak ada nona Natasha kita pasti akan kesulitan menghalau serangan monster seperti kemarin."
Penyihir wanita di sana langsung menyita perhatian semua orang karena kekuatan sihir api yang iya miliki dan Kirt kemudian terlihat mendatanginya.
"Sihir yang luar biasa sepertinya dugaan saya benar anda adalah petualang penyihir tingkat tinggi." Ucap Kirt Johan memuji magic caster itu.
"Terima kasih tuan Kirt anda juga cukup hebat karena mengalahkan cukup banyak monster dan anda bisa memanggil saya Natasha." Jawab penyihir wanita itu.
"Tapi nona Natasha bila ada seorang Arc Wizard magic caster hebat seperti anda di sini, mengapa guild petualang desa La Kroya sampai harus meminta tambahan kekuatan dari petualang desa Droya, bukankah dengan sihir yang anda keluarkan barusan itu cukup untuk mengatasi semua ancaman monster di sini?" Tanya Kirt Johan.
Kirt menyebut Natasha dengan Arc Wizard karena jelas terlihat nona Natasha telah menguasai salah satu divine magic yang akan mendapatkan gelar Arc sedangkan Wizard adalah penyihir yang menkhususkan diri dalam menggunakan elemen sihir tertentu seperti sihir elemen api.
"Saya memang bisa merapalkan sihir tingkat atas tapi saya memiliki batasan dalam menggunakannya." Jawab Natasha.
Kirt berpikir itu memang cukup masuk akal karena setiap orang memiliki jumlah kekuatan sihir dengan jumlah yang berbeda-beda dan sihir tingkat divine yang di rapalkan Natasha pasti membutuhkan kekuatan sihir dalam jumlah yang sangat besar.
Meskipun kekuatan sihir atau sering di sebut mana sihir dapat perlahan terisi kembali saat seorang penyihir beristirahat tapi itu memnutuhkan waktu dan bila seorang penyihir memaksakan diri menggunakan kekuatan sihir yang dia miliki sampai habis itu dapat membuat dirinya pingsan tidak sadarkan diri.