
Pasukan kerajaan Arfen perlahan merangsek masuk ke dalam istana kota Gorgor dan membantai ratusan undead di sana tapi ketika mereka sampai ke ruang singgana mereka melihat sosok undead mengenakan sebuah jubah dengan wajah yang sangat buruk.
Kapten Piere pun langsung bersiaga penuh menyiapkan formasi pasukannya karena melihat sosok berbahaya dari mayat hidup yang duduk di atas singgasana itu.
"Kapten Orlando lihatlah undead itu, dia tidak seperti skeleton yang sebelumnya kita hadapi." Kata seorang prajurit.
"Waspadalah itu adalah Lich yang kemungkinan mengendalikan semua undead di kota ini!" Kata kapten Orlando memperingatkan para prajuritnya.
Lich di singgasana itu kemudian terlihat memperhatikan para prajurit yang datang, kemudian dengan wajahnya yang sebagian sudah hancur Ia berbicara.
"Oh prajurit Arfenia yang ternyata datang mengunjungi saya, tapi kelihatannya tidak ada seorang priest di antara kalian." Ucap Ashura Larko kepada para prajurit yang mengenakan seragam dengan simbol kerajaan Arfen.
Kapten Orlando cukup terkejut ternyata Lich yang ada di depannya berbicara bahkan terlihat jelas kalau undead itu masih memiliki kesadaran seperti manusia.
"Lich busuk apakah kamu yang menciptakan semua undead di sini?" Tanya kapten Orlando.
"Benar sekali saya yang telah membangkitkan mereka semua dari kematian karena seperti yang kalian lihat saya adalah Elder Lich yang menguasai sihir necromancer, akan tetapi meskipun sekarang saya adalah undead jauh sebelumnya saya di kenal dengan nama Ashura Larko komandan dari pasukan penyihir kerajaan Arka yang terhormat, apakah kalian semua ingin mendengarkan kisah saya." Kata Ashura Larko.
"Mendengarkan ceritamu mengapa kami harus mendengarkan kisah dari mahkluk terkutuk sepertimu, lebih baik kamu bersiap karena kami akan segera musnahkanmu." Kata kapten Orlando.
Terlihat para prajurit kerajaan Arfen sama sekali tidak tertarik dengan cerita dari Ashura dan undead itu langsung terlihat sedikit kecewa.
"Ah begitu sayang sekali padahal sudah lama saya tidak mendapatkan teman untuk mengobrol karena semua undead yang saya ciptakan juga sama sekali tidak dapat menjawab apa yang saya katakan." Ucap Ashura.
"Dasar mahkluk busuk sekarang matilah untuk selamanya, prajurit serang undead itu!" Perintah kapten Orlando.
Beberapa prajurit kerajaan Arfen dengan serentak maju untuk menghadapi Lich Ashura tapi sesuatu terjadi hingga semua prajurit yang maju langsung roboh satu persatu.
Sesuatu seperti kabut hitam yang sangat pekat langsung muncul di sekitar tubuh Elder Lich Ashura dan menyelimutinya tapi jelas kabut hitam itu sangatlah berbahaya karena para prajurit yang tersentuh kabur itu langsung roboh dan mati tapi kengerian dari kekuatan kegelapan itu belumlah berakhir karena kabut hitam itu terlihat menyerap masuk ke dalam tubuh prajurit yang sudah tergeletak mati kemudian membangkitkan mereka kembali menjadi mayat hidup.
"Percuma saja selama tidak ada sihir suci yang dapat memurnikan saya maka kekuatan kegelapan ini akan terus membangkitkan saya sebanyak apapun kalian menghancurkan tubuh terkutuk ini." Ucap Elder Lich Ashura kepada kapten Orlando yang memimpin para prajurit kerajaan Arfen di sana.
Para prajurit kerajaan Arfen melihat kengerian dari undead Lich di depan mereka, tapi mereka tidak bisa diam di sana karena para prajurit yang sebelum menyerang Lich Ashura telah bangkit menjadi zombie dan bergerak mendekat berusaha menyerang rekan mereka sendiri.
"Zombie kapten Orlando ini gawat, kita tidak dapat mendekati Lich itu karena kita pasti akan mati dan berubah menjadi Undead juga, jadi apa perintah anda?" Tanya seorang prajurit kepada kapten Orlando.
Beberapa prajurit juga menyaksikan beberapa tubuh skeleton dan zombie yang mereka hancurkan kembali menyatu dan bangkit kembali akibat kekuatan kegelapan dari Lich Ashura.
"Semua cepat mundur itu bukanlah Lich biasa dan terlalu kuat untuk kita hadapi." Perintah kapten Orlando.
Para prajurit itupun perlahan mundur menuju pintu keluar dari istana kota karena mereka menyadari tidak ada kesempatan bagi mereka untuk menang menghadapi Lich yang dapat membangkitkan undead yang sudah mereka kalahkan, keuntungan jelas tidak berada di pihak mereka.
Terlihat pasukan kerajaan Arfen mulai mundur tapi undead yang terlihat berbeda juga muncul dari ruangan lain di dalam istana membuat situasi mereka semakin berbahaya.
"Kapten Orlando undead kuat lainnya telah muncul dan itu jelas adalah Death Knight." Kata seorang prajurit.
"Apa tapi bagaimana mungkin Lich itu dapat menciptakan undead tingkat tinggi lain, percuma saja kita harus cepat kembali ke tempat komandan Piere berada dan memperingatkannya." Ucap kapten Orlando.
Prajurit kerajaan Arfen langsung bergegas berlari menuju pintu keluar dari istana sambil menghindari serangan undead tapi banyak prajurit yang terkena pedang dari death knight yang dapat bergerak lebih cepat dan memiliki kemampuan bertarung jauh lebih baik dari undead biasa yang hanya menyerang secara membabi buta.
Sementara itu komandan Piere Zagarna masih terlihat di pusat kota dengan setumpuk harta yang para prajuritnya kumpulkan dari rumah-rumah besar di sekitar wilayah itu, memang Komandan Piere mengincar harta di istana kerajaan Dwarfen Gorgor yang kemungkinan jauh lebih banyak dan lebih berharga tapi bangunan-bangunan besar di pusat kota pasti juga memiliki harta yang tak kalah banyaknya, jadi Ia menyuruh para prajuritnya berpencar melakukan pencarian dan mengumpulkan semua harta itu.
"Hahaha lihatlah ini adalah sebuah keberuntungan, tidak aku sangka akan menemukan harta karun sebanyak ini, Hahaha.. meskipun kita mungkin belum berhasil menangkap buronan itu tapi semua harta ini jauh lebih banyak dari pada imbalan kepala dari Kirt Johan." Kata Komandan Piere yang tertawa duduk di tumpukan harta sambil meminum anggur dengan sebuah piala emas yang prajuritnya temukan.
"Komandan Piere kami berhasil menemukan peti yang berisi penuh dengan harta dari bangunan besar di sebelah sana." Ucap beberapa prajurit yang terlihat mendekat sambil membawa peti harta yang cukup besar.
"Oh benarkah cepat bawa kemari dan tunjukan padaku." Jawab komandan Piere yang kemudian langsung membuka peti harta itu, terlihat sangat banyak emas dan permata di dalamnya tapi tidak hanya itu saja karena di sana juga ada beberapa perkamen juga sebuah pedang pendek yang berwarna biru.
"Lihatlah pedang pendek ini terlihat sangat mengkilap dan tidak salah lagi ini terbuat dari adamatium logam paling langka dan berharga di dunia Hahaha.." Kata komandan Piere yang terlihat sangat senang dengan harta itu tapi terlihat beberapa prajurit yang menemukannya masih berada di sana dan salah satunya berbicara.
"Ah komandan Piere sepertinya kita mendapatkan sangat banyak harta di sini dan maaf bila kami sedikit lancang tapi apakah kami juga akan mendapatkan sedikit bagian dari semua itu, Hahaha.. maaf tapi tentu kami tahu anda tidak mungkin menyerahkan semua ini untuk kerajaan kita bukan?" Tanya seorang prajurit dengan ragu-ragu.
Komandan Piere memperhatikan semua prajuritnya yang terlihat menatapnya dengan penuh harap menunggu jawaban dari komandan Piere.
"Ah benar tentu saja aku tidak mungkin mengambil semua ini untukku sendiri, kalian semua juga akan mendapatkan sedikit bagian, jadi cepat kembali bekerja dan temukan lebih banyak harta lagi!" Ucap komandan Piere meskipun sebenarnya ia merasa enggan untuk membagikan sebagian harta itu untuk para prajuritnya tapi bila ia tidak melakukannya kemungkinan mereka semua akan marah dan memberontak padanya.
Para prajurit yang di pimpin komandan Piere mulai kembali berpencar untuk melakukan pencarian harta dari bangunan-bangunan terbengkalai di reruntuhan kota Gorgor.
"Hm.. ini sudah cukup lama kapten Orlando memimpin prajurit melakukan pencarian harta di istana kota tapi belum ada satupun prajuritnya yang kembali untuk memberikan laporan, mungkinkah telah terjadi sesuatu atau mungkin Orlando menemukan harta yang sangat berharga kemudian menyembunyikannya untuk dirinya sendiri." Ucap komandan Piere yang merasa sedikit curiga karena harta yang ada di istana pasti jauh lebih banyak dan lebih berharga dari yang ada di wilayah kota.