
Kepala guild desa La Kroya terlihat sedang berbicara secara pribadi dengan Natasha di kantornya.
"Nona Natasha mengapa anda sekarang menjadi yakin kalau tuan Kirt Johan akan dapat menyelesaikan misi berburunya padahal saya sendiri masih cukup meragukannya?"
"Kepala guild anda seharusnya sudah mendengar sendiri dari Kirt Johan kalau Ia sedang di buru oleh banyak orang termasuk dua petualang yang bersamanya, Thieft itu jauh lebih baik dari yang saya perkirakan." Jawab Natasha.
"Memang benar tuan Kirt jauh di luar dugaan kita karena dapat dengan tenang pergi berburu sedangkan ia sendiri juga sedang di buru oleh orang-orang yang bersamanya, meskipun guild desa Droya akan di rugikan bila kedua petualangnya tidak kembali dengan selamat nanti, tapi itu bukan urusan kita di sini." Kata kepala guild desa La Kroya.
"Hahaha Kirt Johan pasti memang sudah merencanakan sesuatu sejak awal, meskipun saya cukup heran mengapa kepala guild desa Droya membiarkan hal ini begitu saja dan hanya mengirimkan seorang perwakilannya yang hanya untuk memastikan kalau Kirt Johan dan kedua petualang dari desa Droya sampai ke tempat ini dengan selamat." Kata Natasha.
"Mungkin guild desa Droya tidak ingin terlibat masalah bila kedua petualangnya menyerang Kirt Johan dalam perjalanan atau sebaliknya, tapi itu jelas berbeda bila di antara mereka mati saat menjalankan misi berbahaya ini." Kata kepala guild.
"Entah apa yang di pikirkan Kirt Johan dan kepala guild desa Droya hingga mereka rela mengorbankan petualang yang berharga seperti itu."
Sebenarnya kepala guild dan Natasha sempat akan menawarkan dukungan kekuatan kepada Kirt Johan tapi mereka berdua terkejut saat mendengarkan Kirt Johan yang mengatakan kalau kedua orang yang ikut bersamanya tidak mungkin dapat kembali dengan selamat dan Kirt juga sedikit memberikan sedikit petunjuk mengapa hal itu pasti akan terjadi membuat pihak guild desa Droya mengurungkan niat mereka karena tidak ingin terlibat lebih jauh dan membiarkan Kirt Johan melakukan apapun yang Ia suka selama Kirt melakukan tugasnya memburu manticore.
Sementara itu di tempat perburuan manticore, Ferdinan dan Sargus terlihat sangat panik karena seekor singa terbang yang sangat besar sedang mengejar mereka berdua.
"Sialan mengapa ini bisa terjadi!"
"Kita tidak mungkin bisa lolos dari manticore itu, Sargus apa yang kamu lakukan cepat panah monster itu!" Kata Ferdinan sambil terus berusaha melarikan diri.
"Memangnya apa yang sedang aku lakukan dari tadi, sangatlah sulit membidik manticore yang sedang terbang sambil terus berlari seperti ini!" Sahut Sargus.
Mereka berdua benar-benar dalam masalah besar karena manticore sudah menargetkan mereka sebagai mangsa dan monster singa yang terlahir untuk berburu itu tidak mungkin akan melepaskan mereka berdua begitu saja.
"Tidak bisa jika terus seperti ini kita berdua akan menjadi makan siangnya." Kata Ferdinan membuat Sargus yang mendengarnya menjadi kesal karena ucapan keputusaan seperti itu.
"Ferdinan apa yang kamu katakan barusan kita tidak boleh mati seperti ini?" Sahut Sargus sambil terus berlari tapi Ferdinan terlihat langsung menatap Sargus karena Ia baru saja memiliki sebuah ide agar dapat selamat dari manticore yang mengejar mereka.
"Sargus maafkan aku." Ucap Ferdinan kepada Sargus.
"Ferdinan mengapa kamu meminta maaf?" Tanya Sargus tapi Ia sama sekali tidak sadar akan sesuatu yang sedang di rencanakan oleh temannya itu dan tiba-tiba darah mengucur dari perut Sargus.
Tanpa mengatakan apapun lagi Ferdinan yang sedang berlari tiba-tiba berbalik dan langsung menusukan tombaknya ke perut temannya sendiri, Sargus yang tidak menyangka hal itupun jatuh terduduk menatap Ferdinan yang telah mengkhianatinya.
"Ferdinan apa yang kamu lakukan?" Ucap Sargus yang merasakan kesakitan dan Ferdinan langsung mencabut kembali tombaknya dan berbicara.
"Sargus maafkan aku tapi hanya ini cara agar aku dapat lolos dari monster itu." Kata Ferdinan yang kemudian kembali berlari meninggalkan temannya sebagai umpan monster.
"Kurang ajar, dasar bajingan kamu berniat menjadikan aku umpan agar kamu sendiri dapat selamat!" Kata Sargus dengan penuh kemarahan kepada Ferdinan.
Ferdinan tidak peduli meskipun harus mengkhianati rekannya karena yang terpenting baginya saat ini adalah keselamatan dirinya sendiri dan Ia pun segera bergegas ke tempat Kirt Johan meninggalkan Sargus yang berteriak kencang saat seekor manticore menerkamnya.
Kirt Johan masih memasang jebakan tali baja melintang di antara pepohonan dan tak lama kemudian Ia mendengar sebuah teriakan kencang dari kejauhan di sertai beberapa burung yang beterbangan.
"Sepertinya mereka sudah menemukannya sekarang hanya tinggal menunggu sampai buruan itu masuk ke dalam jebakan." Ucap Kirt Johan yang kemudian menyembunyikan diri di atas pohon sambil menyiapkan panah crossbow dan tali tambang dengan pengait di ujungnya.
Tak lama kemudian Ferdinan mulai terlihat berlari mendekat ke tempat terakhir kali ia bersama Kirt, tapi dia tidak menemukan keberadaan Kirt Johan jadi iapun berteriak memanggilnya untuk meminta pertolongan.
Singa Manticore sudah membunuh Sargus tapi Ia tidak langsung memakannya dan kembali mengejar mangsa lainya karena sebagai monster pemburu yang cukup besar ia membutuhkan banyak makanan.
"Kirt di mana kamu, cepat selamatan aku!" Teriak Ferdinan dengan panik karena manticore masih terlihat mengejarnya.
Ferdinan masih mencari keberadaan Kirt dan tidak menemukannya jadi Ia segera kembali berlari menuju ke arah pepohonan tapi sesuatu menjerat kakinya hingga ia terjatuh dan darah mengucur keluar, Ferdinan tidak tahu karena tidak pernah di beritahu kalau Kirt memasang perangkap kaki di tempat itu.
"Ark apa ini, sebuah perangkap."
"Kirt.. dasar sialan di mana kamu!" Teriak Ferdinan tapi tak lama kemudian ia mendengar suara auman singa terbang yang sudah bersiap menerkamnya.
Singa manticore langsung melesat ke arah Ferdinan yang sudah bersiap menunggu kematiannya tapi singa itu kemudian terhenti seperti menabrak sesuatu yang tidak terlihat di udara dan darah terlihat keluar di beberapa bagian di tubuh monster singa itu.
"Apa yang terjadi, perangkap benang baja?" Ucap Ferdinan saat menyadari singa manticore itu juga telah terkena perangkap benang baja yang sangat tipis dan hampir tidak terlihat tapi Ferdinan menyadarinya karena benang itu terkena darah dari manticore hingga semakin terlihat.
Singa manticore berusaha melepaskan diri dari perangkap benang baja dengan cara menggigitnya meskipun itu juga akan melukai mulutnya sendiri dan tak begitu lama sebuah anak panah crossbow langsung melesat dari balik pepohonan mengenai tubuh manticore itu.
Kirt Johan kemudian terlihat muncul sambil membawa crossbow itu membuat Ferdinan yang hampir putus asa terlihat mendapatkan harapan kembali dan Ia juga akhirnya dapat mepeskan perangkap di kakinya dengan menyongkelnya dengan tombak untuk membukanya, tapi Ferdinan tetap kesulitan untuk berdiri dengan baik karena luka di kakinya.
"Kirt aku tahu kamu tidak akan meninggalkan aku jadi cepat bunuh manticore itu!" Kata Ferdinan tapi Kirt terlihat mengabaikannya karena manticore itu terlihat masih hidup jadi Kirt kembali memasang anak panah di crossbownya dan menembakanya lagi hingga manticore di sana kembali meronta lebih kuat dan akhirnya terlepas dari perangkap benang baja kemudian terjatuh di dekat Ferdinan.
Ferdinan terlihat cukup panik tapi Ia kembali terjatuh karena luka di kakinya dan dengan penuh harapan Ia menatap Kirt agar menyelamatkannya dari manticore di sana juga mulai bangkit kembali.
"Monster jenis kucing besar memang sangat tangguh bahkan Ia masih sanggup berdiri setelah mendapatkan luka sebanyak itu." Ucap Kirt yang hanya terfokus pada Manticore yang menatapnya, monster itu meniliki insting hingga ia tahu musuh yang harus di waspadai.
Manticore sudah bersiap untuk terbang dengan sayapnya kembali tapi Kirt tidak membiarkan hal itu jadi ia memutar-mutar tali tambangnya dan melemparkannya ke tubuh manticore itu sebelum monster berbahaya itu dapat terbang kembali.
Manticore mengaung keras saat sebuah pengait menancap di salah satu sayapnya saat sedang akan terbang dan Manticore itu langsung kembali terjatuh saat Kirt dengan sekuat tenaga menariknya.
Ferdinan yang tidak jauh dari monster itu juga tidak tinggal diam karena melihat keunggulan Kirt setelah manticore itu terjerat dengan banyak luka di tubuhnya, Ferdinan pun berusaha berdiri kemudian menghujamkan tombaknya sekuat tenaga ke dada manticore untuk menghabisinya karena Kirt cukup sibuk menarik tali tambang untuk menahan monster itu.
Tapi manticore bukanlah makhluk yang mudah untuk di kalahkan, monster itu masih melawan dengan sisa kekuatanya hingga menghempaskan tubuh Ferdinan yang kembali terjatuh.
Manticore menusukan ujung ekor beracunnya di paha kanan dari Ferdinan sebelum monster itu semakin lemah, Ferdinan pun terlihat meringis kesakitan karena racun dari ekor singa manticore terkenal sangat berbahaya.
Tapi Kirt Johan tidak peduli dengan Ferdinan dan Ia segera mengambil kembali panah crossbow dan terus menembakanya ke tubuh manticore yang sudah sangat lemah.
"Akhirnya monster ini mati juga, memang bodoh bila menghadapi monster singa beracun dari jarak dekat." Ucap Kirt Johan setelah membunuh manticore itu dengan panah crossbownya.
Tapi di sana masih ada Ferdinan yang sudah sekarat terkena racun dari manticore.
"Kirt cepat selamatkan aku!" Ucap Ferdinan meminta pertolongan pada Kirt tapi jawaban dari Kirt membuatnya sangat terkejut.
"Menyelamatkanmu mengapa aku harus melakukannya, bukankah tujuanmu bersama Sargus ikut menjalankan misi ini adalah untuk lembunuhku, meskipun aku bisa berbaik hati mengampunimu tapi itu percuma saja karena seperti yang kamu tahu tidak ada penawar untuk racun manticore." Ucap Kirt Johan kepada Ferdinan.
"Apa jadi selama ini kamu sudah mengetahui tujuan kami berdua." Sahut Ferdinan dengan sangat terkejut.
"Tentu saja aku tahu sejak awal saat kamu mengajukan diri untuk ikut bersamaku." Balas Kirt Johan.
"Brengsek dasar sialan ternyata sejak awal kamu memang sudah berencana memanfaatkan kami berdua untuk memancing monster itu." Kata Ferdinan sambil memaki Kirt Johan.
"Itu adalah kesalahan kalian berdua karena terlambat menyadarinya."
"Penjahat sialan jangan pikir kamu akan dapat lepas dari masalah ini, pihak guild pasti akan melakukan sesuatu untuk membalasmu!" Kata Ferdinan.
"Mereka tidak akan melakukan apapun karena seharusnya mereka semua sudah tahu kalau aku akan melakukan hal ini, apalagi setelah dulu aku juga membunuh Patra dari tim petualang Phoenix Sword yang mereka kirimkan untuk memburuku." Kata Kirt Johan sambil mencabut belatinya dan mendekat ke tempat Ferdinan yang tergeletak kesakitan akibat racun yang semakin menjalar di dalam tubuhnya.
"Patra jadi kamu telah membunuh seorang petualang dari guild dan mengapa kamu juga melakukan semua ini padaku!" Ucap Ferdinan dengan nafas yang semakin sesak kepada Kirt Johan.
"Mengapa kamu masih menanyakan hal bodoh itu, bukankah kamu juga melakukan hal yang sama kepada Sargus temanmu sendiri, jelas aku melihat darah di ujung tombakmu saat kembali kesini dan itu bukanlah darah dari manticore karena saat itu manticore itu masih belum terluka sama sekali." Ucap Kirt Johan yang juga dapat menebak kalau Ferdinan juga telah melakukan sesuatu pada Sargus yang merupakan teman Ferdinan.
"Jadi kamu membunuhku karena alasan itu, sebenarnya kamu ini adalah penjahat atau seorang pahlawan." Tanya Ferdinan yang sekarat kepada Kirt.
"Bukankah itu sudah jelas selain sebagai petualang aku juga adalah seorang penjahat." Jawab Kirt Johan yang kemudian menusukan pisau belatinya untuk mengakhiri penderitaan Ferdinan meskipun sebenarnya Ferdinan masih punya waktu beberapa jam sampai racun itu menyebar ke seluruh tubuhnya dan membuatnya terbunuh.