Thief From Silmarin

Thief From Silmarin
BAB 33. UMPAN



Banyak orang yang berkumpul di bagian timur desa La Kroya sebagian dari mereka merupakan petualang lokal tapi sebagian besar adalah penduduk biasa yang penasaran ingin melihat seorang pemberani yang akan pergi memburu manticore yang sudah membunuh beberapa orang di desa itu.


Semua orang tentu berharap petualang pemberani yang belum lama sampai di desa mereka dapat mengalahkan monster terkuat yang berada di dekat desa itu agar keadaan kembali stabil dan para penduduk dapat beraktivitas dengan normal kembali.


Meskipun sebenarnya bukan hanya manticore yang menyebabkan krisis di desa La Kroya melainkan ada banyak spesies monster lain seperti ogre dan goblin, tapi monster lemah seperti itu seharusnya masih dapat di atasi oleh para petualang lokal di sana dan Manticore yang jauh lebih berbahaya itu adalah pekerjaan untuk petualang khusus yang sudah memiliki banyak pengalaman bertempur.


Kepala guild juga Natasha mengantar Kirt ke ujung desa dan mereka juga melihat dua orang petualang dari desa Droya Ferdinan dan Sargus yang sudah menunggu Kirt Johan di antara para petualang di pinggir desa lalu kepala guild desa La Kroya berbicara.


"Tuan Kirt lihatlah sepertinya banyak orang yang ingin mengantar keberangkat anda menjalankan misi." Ucap kepala guild kepada Kirt Johan.


"Saya cukup senang dengan dukungan semua orang di desa sini untuk diri saya, kalau begitu saya akan berjuang agar tidak mengecewakan mereka semua." Balas Kirt Johan.


Natasha yang menyadari keseriusan Kirt Johan dalam misi berbahayanya kemudian berbicara. "Tuan Kirt apakah anda yakin ingin menghadapi monster dengan orang-orang seperti mereka." Ucap Kirt Johan.


"Anda tidak perlu mengkawatirkan hal itu nona Natasha karena saya sudah punya rencana untuk monster ganas itu dengan bantuan Ferdinan dan Sargus yang merupakan petualang tingkat atas dari desa Droya." Ucap Kirt Johan.


"Baiklah saya mengerti tapi ingatlah anda harus kembali dengan selamat." Ucap Natasha.


Kirt kemudian sampai ke tempat orang-orang yang sudah menunggunnya dan pemilik penginapan tempat Kirt menginap juga berada di sana di dampingi dua orang pelayannya.


"Tuan Kirt kami sudah membawakan barang-barang yang anda butuhkan." Kata pemilik penginapan dan Kirt Johan langsung memeriksa peralatan yang di serahkan seorang pelayan.


"Tali tambang dengan pengait, jebakan pengunci kaki untuk binatang besar dan beberapa benang baja juga panah crossbow, ini cukup bagus jadi berapa saya harus membayarnya?" Tanya Kirt Johan kepada pemilik penginapan, karena sebelumnya Kirt memang berniat membeli semua itu.


"Tuan Kirt anda tidak perlu membayarnya." Jawab pemilik penginapan.


"Tapi apakah tidak masalah karena benang baja seperti ini cukuplah mahal." Tanya Kirt kembali untuk memastikannya.


"Tentu saja tidak masalah lagi pula pemilik toko perlengkapan petualang juga memberikan diskon besar saat Ia tahu kalau semua ini akan anda gunakan untuk memburu manticore." Jawab pemilik penginapan.


"Kalau begitu saya ucapkan terima kasih, baiklah kalau begitu saya akan berangkat sekarang." Ucap Kirt.


"Tentu saja kami ucapan selamat berjuang semoga anda dapat mengalahkan manticore itu dan kembali dengan selamat." Ucap penilik penginapan dan orang-orang di sana juga mengucapkan selamat jalan pada Kirt yang pergi bersama dua petualang dari desa Droya.


Tidak butuh waktu lama sampai Kirt sampai ke bukit di mana tempat manticore bersarang dan kedua petualang Ferdinan dan Sargus terus mengikutinya sampai Kirt tiba-tiba berhenti di wilayah yang di tumbuhi cukup banyat pohon.


"Sargus anda seorang ranger yang hebat bukan jadi bisakah anda mencari jejak manticore di sekitar tempat ini?" Ucap Kirt Johan tapi terlihat Sargus sedikit enggan mendapatkan perintah dari Kirt meskipun Kirt yang memimpin misi berburu mereka.


"Tuan bukankah sebagai petualang kelas Thieft anda juga memiliki kemampuan melacak musuh, mengapa anda masih menyuruh saya melakukannya?" Tanya Sargus karena Ia berpikir petualang sehebat Kirt pasti tidak kalah hebat dalam mencari jejak.


Ferdinan sedikit melirik Sargus karena mereka berdua memang tahu kalau seorang Thieft memiliki kemampuan memasang jebakan yang jauh lebih baik dari pada mereka berdua, jadi merekapun setuju karena dengan begitu mereka berdua bisa membicarakan rencana mereka tanpa di ketahui oleh Kirt.


Kemudian Kirt Johan langsung terlihat sangat sibuk memasang beberapa jebakan kunci yang biasa di gunakan para pemburu untuk binatang besar dan menyamarkanya sedemikian rupa di tanah, Kirt juga memasang sangat banyak jebakan benang baja yang sangat tipis melintang di antara pepohonan di tempat itu.


Sementara itu Sargus masih terlihat mencari jejak manticore di sekitar bukit sementara Ferdinan masih mengingukutinnya.


"Ferdinan sepertinya rencana kita akan berhasil karena jelas Kirt Johan terlihat sama sekali tidak curiga kepada kita berdua?" Tanya Sargus sambil mengamati sebuah jejak mahkluk yang ia temukan di tanah.


"Aku tidak tahu dengan pasti karena orang seperti Kirt Johan itu cukup sulit untuk di tebak, coba kamu pikirkan baik-baik karena pasti juga sudah banyak orang yang mencoba membunuhnya tapi lihatlah dia masih bisa dengan santainya melakukan quest berbahaya seperti ini." Balas Ferdinan.


"Kalau begitu apakah kita harus membatalkan rencana kita untuk membunuhnya." Ucap Sargus.


"Dasar bodoh kita sudah sejauh ini dan aku juga tidak rela menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan uang yang cukup untuk pengsiun." Balas Ferdinan dan sepertinya mereka berdua tidak berniat untuk membatalkan rencana licik mereka.


Sargus masih terlihat cukup serius mengamati beberapa jejak yang semakin banyak tapi dia sama sekali tidak tahu mahkluk apa yang meninggalkanya tapi jelas itu kemungkinan adalah binatang atau mahkluk yang cukup besar.


"Sargus sebenarnya apa yang kamu perhatikan dari tadi?" Tanya Ferdinan.


"Ada sangat banyak jejak di sini dan itu cukup aneh karena mahkluk yang meninggalkannya terlalu sering melewati tempat ini yang bararti itu berada tidak jauh." Jawab Sargus.


"Apakah itu jejak manticore yang sedang Kirt Johan buru?"


"Entahlah Ferdinan aku juga cukup ragu karena ada kemungkinan kalau ini adalah jejak beruang?" Jawab Sargus tapi kemudian Ia langsung terdiam karena menyadari sesuatu lalu melihat sekitar dengan waspada.


"Sargus ada apa?" Tanya Ferdinan.


"Ferdinan Kecilkan suaramu." Balas Sargus membuat ferdinan menatapnya dan kembali bertanya dengan pelan.


"Iya tapi ada apa katakan padaku, kamu tidak sedang mengerjaiku bukan?" Tanya Ferdinan tapi Sargus terlihat masih sangat waspada sambil mempersiapkan panahnya dan Ferdinan mengerti kalau saat ini Sargus tidak sedang bercanda.


"Ferdinan Kita harus segera pergi dari sini ingatlah di tempat kita sekarang tidak mungkin di diami seekor beruang atau binatang lainnya kamu pasti juga tahu alasannya bukan." Kata Sargus.


"Manticore mendiami tempat ini jadi binatang besar seperti beruang pasti sudah di mangsanya." Kata Ferdinan dan dugaan mereka berdua sangatlah tepat karena seekor singa bersayap sudah sedari tadi mengintai dan telah bersiap untuk menyergap mereka berdua.


Kesalahan besar bagi kedua petualang dari desa Droya karena seharusnya mereka menyadari mengapa Kirt Johan memasang jebakan tidak jauh dari sana karena jelas Kirt harus tahu terlebih dahulu di mana posisi buruannya berada agar jebakannya dapat efektif.


Ferdinan dan Sargus hanyalah umpan yang di gunakan Kirt Johan untuk memancing manticore yang Ia buru menuju perangkap yang ia pasang, Informasi dari Natasha petualang yang pernah menjalankan misi yang serupa dengan yang di lakukam Kirt Johan saat ini sangatlah berguna hingga Kirt dapat memperhitungkan dengan baik letak manticore yang sedang Ia buru.