
[Kerajaan Medeia, Kediaman Selena]
.
.
“”HAAP!””
“”HIYAT!””
Di pagi yang damai di kediaman Selena, tampak para prajurit sedang berlatih dengan penuh semangat di tengah teriknya matahari. Beberapa prajurit sedang berlatih ayunan pedangnya, ada juga yang sedang berlatih tanding, mereka semua sangat bersemangat setelah melihat Luminas yang terlihat sangat kuat di duel satu bulan yang lalu.
Terutama Dorothy, ia terlihat sangat bersemangat berlatih mengayunkan pedang kayu besar miliknya. Ketika melihat duel Luminas dengan Scott, Dorothy menjadi sangat termotivasi untuk menjadi lebih kuat. Ia tidak menyangka bahwa tuan putri yang ia layani ternyata sangat kuat dan berbakat. Untuk melindunginya dan menjaganya dari bahaya, Dorothy bertekad untuk menjadi lebih kuat supaya juga tidak menjadi bebannya.
Di sisi lain lapangan, terdapat beberapa orang yang sedang bertarung dengan intens di sisi lapangan. Itu adalah Luminas, ia sedang berlatih tanding dengan tiga orang ksatria aura sekaligus.
“AGH!”
*PRAK!
Seseorang mengayunkan pedang kayunya ke arah tangan Luminas yang menyebabkan Luminas kehilangan pegangan pada pedangnya. Luminas jatuh terduduk akibat kehilangan keseimbangan tubuhnya.
“Aduh... Sir Scott, apakah menurutmu tidak terlalu berlebihan menyuruh tiga orang ksatria sihir mengeroyok gadis kecil?”
Luminas menggerutu sambil mengusap-usap tangan dan bokongnya yang sakit.
“Apa maksud Anda berlebihan? Bukankah itu hal yang wajar? Anda sudah mengalahkan saya yang merupakan ksatria terkuat di kediaman ini, tentu saja sudah tidak ada lawan untuk Anda,”
Scott mengabaikan keluhan Luminas dan kembali memberikan Luminas pedang kayu miliknya.
“Apa maksudmu mengalahkanmu? Itu hanya murni kebetulan! Bahkan dalam sebulan terakhir, aku selalu kalah ketika berduel denganmu lagi!”
Luminas bangkit dari duduknya dan mengambil pedang yang disodorkan oleh Scott.
“Apa pun yang Anda katakan, kalah tetap kalah. Itu membuktikan bahwa saya masih harus lebih mengasah diri saya lagi,”
“Lalu apa hubungannya dengan pelatihan neraka ini?! Aku merasa latihan seminggu belakangan ini sedikit tidak masuk akal!”
Luminas terus mengeluh dan menggerutu kepada Scott.
“Itu untuk membuat Anda lebih kuat dengan cepat. Bukankah Anda sangat bersemangat ketika mengatakan ingin melampaui Yang Mulia Ratu? Beliau sangat kuat, Anda harus berusaha jauh lebih keras lagi jika ingin seperti beliau,”
Scott masih menepis seluruh keluhan dari Luminas
“Aku tahu! Tapi apa-apaan jadwal latihan gila ini?! Pagi duel denganmu, lalu sorenya aku harus berduel dengan tiga orang ksatria aura? Di siang hari aku juga harus melakukannya latihan fisik? Ini benar-benar penyiksaan! Apakah di dunia ini tidak ada yang namanya komisi perlindungan anak?!”
“Komisi perlindungan—apa? Saya terkadang tidak mengerti apa yang Anda ucapkan. Tapi saya melakukan itu semua demi mengasah Anda. Bukan hanya hebat dalam duel, tapi Anda juga harus terbiasa dengan pertarungan melawan banyak orang sekaligus,”
Dahi Luminas mengerut ketika ia tidak bisa membantah ucapan Scott lagi.
“Tapi aku ini bukan prajurit... Selain latihan aku masih harus belajar lagi... Belajar etika, seni, pengetahuan, dan lain-lain... Benar-benar menyebalkan!”
Luminas berteriak ke udara ketika ia tahu tidak bisa beradu argumen dengan Scott.
“Harap bersabar Yang Mulia... Ngomong-ngomong karena Anda mengulur banyak waktu hari ini, aku akan menambah porsi latihan Anda sebanyak 15 menit lagi,”
Scott mengatakan itu dengan ekspresi datarnya.
“Apa?! Tidak!!!!”
Luminas berteriak frustrasi, karena ini akan semakin memotong waktu istirahatnya, dan lagi ia tambah jengkel ketika melihat Scott yang memberikan latihan tambahan dengan muka datarnya itu.
‘Uhh... Ibu... Tolong... Sir Scott menggila...’
Entah kenapa di saat-saat seperti Luminas malah memikirkan dan merindukan ibunya. Ia berpikir jika ibunya berada di sini bahwa dia tidak akan mengalami latihan menyiksa seperti ini.
‘Uh... Latihan ini benar-benar menyiksa... Ini membangkitkan kenangan burukku ketika masih menjadi subjek eksperimen manusia sempurna dulu...’
Luminas teringat tentang kehidupan lamanya dahulu, ketika ia masih seorang bocah tak bernama yang baru memasuki camp pelatihan manusia sempurna, yang benar-benar menjadi mimpi buruk bagi dirinya sehingga ia menghapus emosi beserta ingatan tentang hal tersebut.
Ia menjadi semakin mensyukuri akan terlahirnya dirinya di dunia ini, ia hidup dengan nyaman dan mendapat kasih sayang yang sangat besar dari ibunya. Perubahan pada kepribadian Luminas bukan hanya terletak pada perbedaan gender dan juga usianya yang masih belia, namun kasih sayang Selena telah mengubah Luminas sepenuhnya.
Ketika Luminas sedang tenggelam dalam pikirannya, Scott menyadarkan Luminas dengan memukul kepalanya dengan pedang kayu.
“Aduh! Sir Scott! Apa yang Anda lakukan?”
Luminas terkejut dengan pukulan dari Scott yang sangat tiba-tiba itu.
“Wah, sepertinya Anda sedang bermimpi di siang bolong? Apakah panas terik telah membuat Anda berkhayal? Saat ini kita masih sedang dalam pelatihan! Jadi sebaiknya jaga konsentrasi Anda dan tetap fokus!”
Scott menerjang ke arah Luminas sekali lagi dan menyerangnya dengan pedang kayu. Namun karena kali ini Luminas menyadari serangannya, ia dapat menghindari serangkaian serangan dari Scott.
“Ah, maaf... Aku hanya tiba-tiba terpikir tentang ibu... Karena ini sudah lebih dari satu bulan sejak ia pergi dari sini,”
“Ah, jadi Anda merindukan ibu Anda ya... Saya pikir Anda ini anak yang tidak normal, ternyata masih ada sedikit hal yang normal tentang Anda, ya,”
Scott berhenti menyerang, ia menyilangkan tangannya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Apa kau mengejekku?”
“Tidak, saya hanya senang dengan fakta bahwa Anda ini masih seorang anak kecil normal yang merindukan orang tuanya,”
“Memangnya selama ini kau anggap aku apa?”
“Bocah yang mengerikan? Hahahaha!”
Scott tertawa melihat reaksi Luminas. Namun yang dikatakan oleh Scott bukanlah sebuah kebohongan, ia mengatakan hal yang sejujurnya mengenai betapa mengerikannya anak kecil bernama Luminas itu. Dari luar ia terlihat seperti anak kecil, namun dalam beberapa kondisi dia menunjukkan kecerdasan dan konsentrasi dalam tingkat ekstrem yang tidak sesuai dengan usianya.
Mendengar Luminas yang merindukan ibunya, ia merasa sedikit lega karena Luminas masih tetap seorang anak kecil yang bisa merindukan orang tuanya.
Setelah beberapa saat Scott menghentikan tawanya dan berdeham.
“Ehem! Maaf, saya terbawa perasaan sesaat saya. Oh, Anda tidak perlu khawatir mengenai Yang Mulia Ratu Selena, beliau pasti baik-baik saja. Yang Mulia Ratu itu sangat kuat, beliau adalah orang terkuat yang saya kenal, tentu saja tidak akan terjadi apa-apa padanya. Malah aku khawatir dengan apa yang terjadi dengan musuhnya mengingat sifat Yang Mulia Ratu,”
Luminas tertawa mendengar lelucon tentang ibunya. Namun jika dipikirkan lebih dalam apa yang dikatakan Scott memang benar, Luminas menjadi sedikit kasihan terhadap musuh-musuhnya.
“Ah, seminggu lagi adalah ulang tahun Anda ya? Karen itulah Anda sedih karena Anda akan merayakan ulang tahun Anda tanpa kehadiran dari ibu Anda untuk pertama kalinya”
Luminas mengangguk dengan tanggapan Scott meskipun itu tidak sepenuhnya benar, ia harus setuju dengan pendapat Scott jika tidak ingin dijuluki anak kecil yang menyeramkan lagi.
“Jangan khawatir, meskipun Yang Mulia Ratu tidak ada, kami akan merayakan ulang tahun Anda dengan meriah! Ah, berhentilah memasang wajah masam itu, Yang Mulia Ratu akan baik-baik saja, jadi berhentilah khawatir!”
Luminas tersenyum hangat mendengar kekhawatiran yang tulus dari Scott.
‘Aku pikir aku telah berubah hanya karena perbedaan gender dan juga perbedaan usia fisik... Namun kasih sayang ibu juga mengubah diriku sepenuhnya.... Terima kasih banyak ibu, kamu telah banyak membantuku....
.... Karena itu aku berharap bahwa kamu baik-baik saja di sana.’
.
.
.
Saat ini kota Arland sedang dalam atmosfer yang menegangkan, meskipun mereka memiliki keunggulan dengan masih menguasai kota Arland yang menjadi titik penting. Karena kota Arland dapat menghubungkan pasukan Chronos dengan ibu kota yang dapat mengirimkan suplai dan bala bantuan dari Chronos, namun meski menguasai titik penting dan alur peperangan, suasana di kota tersebut tidak baik.
Tidak cukup dengan bentuk kota yang sudah menjadi puing-puing, namun kini suasana kota tersebut terasa semakin buruk.
Suasana di kota tersebut semakin buruk dikarenakan ketegangan yang disebabkan oleh tentara Medeia yang tidak melakukan apa-apa selama satu bulan terakhir. Mereka mendapatkan kabar dari intel Chronos bahwa Medeia sedang mempersiapkan tentara dalam jumlah besar untuk menyerbu Kota Arland.
Kabar tersebut tentunya membuat para petinggi Chronos panik. Setelah kehilangan tentara elite mereka, mendengar berita tentang tentara dalam jumlah besar sedang bersiap di Medeia membuat para petinggi perang Chronos panik.
Ditambah karena kota Arland berdekatan langsung dengan Green Dragon Great Forest, sering kali monster datang menyerbu pasukan Chronos. Dari monster yang lemah hingga yang kuat, hal tersebut membuat tentara Chronos semakin was was karena serangan bisa datang kapan saja dan dari mana saja. Ancaman dari para monster dan tekanan yang diberikan oleh tentara Medeia membuat moral tentara Chronos perlahan runtuh.
Para prajurit Chronos selalu di teror dengan serangan dari monster yang bisa datang kapan saja, membuat pasukan Chronos dalam kondisi yang tidak baik. Serangan dadakan dari para monster membuat pasukan Chronos lelah secara mental dan fisik.
Di atas tembok benteng kota Arland, terlihat dua orang pria sedang berdiri sambil melihat pemandangan di luar kota Arland. Mereka adalah Jack Crimson dan penasihatnya, Yulius.
“Tuanku, sudah satu bulan semenjak kejadian musnahnya tentara Farmith, dan Medeia masih belum melakukan apa-apa,”
Mendengar perkataan dari Yulius, Jack tetap menatap kosong ke arah padang rumput yang membentang luas, di depan padang rumput tersebut berdirilah sebuah benteng kokoh yang belum bisa ditaklukkan oleh tentara Chronos, Windsor.
“.... Apakah tentara Farmith benar-benar musnah tanpa sisa? Apakah tidak ada orang yang tersisa dan melihat kejadiannya?”
“Tidak ada tuan, tentara Farmith musnah tanpa sisa. Meskipun tentara Farmith berisi ribuan tentara Ksatria aura tingkat tinggi, mereka tetap musnah. Bukan hanya itu, di tentara Farmith kita juga menyeludupkan lima orang master aura yang belum terdaftar termasuk Farmith itu sendiri,”
“... Meski dengan semua itu, mereka masih musnah tanpa meninggalkan petunjuk apa pun?”
“Benar sekali Tuan, meski dengan semua itu tentara Farmith musnah tanpa meninggalkan petunjuk sedikit pun,”
Jack melamun sejenak sebelum menjawab pernyataan Yulius.
“Meskipun mereka tahu kita telah kehilangan tentara elite, mereka tetap tidak mau menyerang kita?”
“Benar sekali Tuan, itulah yang membuat suasana di tempat ini menjadi runyam. Karena kita tidak tahu kapan mereka akan menyerang,”
Jack memicingkan matanya dan mengeluarkan sedikit aura membunuh yang bahkan membuat ksatria aura tingkat atas seperti Yulius kewalahan.
“Bagaimana dengan surat yang kita sampaikan ke ibu kota? Apakah sudah ada balasan?”
“Belum ada Tuan, seharusnya mereka sudah kembali sejak tiga hari yang lalu, namun belum ada kabar saat ini tentang hal itu. Mungkin ada suatu masalah yang menyebabkan ia kesulitan dari ibu kota menuju ke sini,”
Jack berpikir sejenak sebelum mengajukan sebuah pertanyaan.
“Bagaimana dengan pengintai kita yang kita tempatkan di sekitar Kastel Windsor?”
“!!! Belum ada kabar sejak tiga hari lalu... Yang berarti...
Mata Yulius terbelalak, ia tampaknya telah menyadari sesuatu yang mengejutkan.
“Ya, kita terlalu disibukkan dengan ketegangan yang disebabkan oleh tentara Medeia. Mereka membuat pikiran kita teralihkan dengan taktik mereka itu,”
“Kalau begitu, apakah serangan dari para monster selama ini adalah taktik mereka?”
“Ya, mungkin mereka ingin tentara kita sibuk menangani para monster dan membuatku berjaga-jaga dengan keberadaan ‘Green Dragon', mereka membuatku sering pergi meninggalkan komando markas pusat,”
Mendengar penjelasan dari Jack, Yulius semakin tercengang. Ia merasa malu dengan title ahli strategi Chronos namun ia jatuh dipermainkan oleh Medeia. Yulius segera berlutut dan meminta maaf kepada Jack karena telah menjadi bawahan yang tidak kompeten.
“Tuanku! Tolong berikan hukuman pada bawahan yang tidak becus ini!
Jack hanya sedikit melirik ke arah Yulius dan kembali memandangi padang rumput yang ada di depan.
“Karena kita sedang dalam keadaan berperang, aku memaafkanmu untuk saat ini... Aku akan menentukan hukumanmu setelah perang ini selesai dan kita sampai di ibu kota,”
“Oh! Terima kasih atas kemurahan hatimu, Tuanku!”
“Bangunlah,”
Yulius sekali lagi sangat berterima kasih kepada Jack sebelum ia bangun dari keadaan berlututnya.
“Lalu, tuanku... Apa yang menjadi tujuan mereka?”
“Mereka....”
Sebelum Jack sempat menjawab, Jack merasakan sesuatu yang membuat tubuhnya sedikit tersentak. Tak lama setelah itu seorang prajurit berlari dan memberi berita yang sangat mengejutkan.
“Lapor, tuan! Tentara Medeia tengah menyerang gerbang tengah!”
“”!!!!””
Mendengar pemberitahuan tersebut, Yulius tersentak. Ia tak percaya Medeia menyerang mereka ketika tentara mereka dalam kondisi terpuruk.
Mengabaikan Yulius yang terkejut, Jack langsung melompat dari atas tembok ke atas kudanya dan menghampiri prajurit tersebut.
“Bagaimana dengan jumlah mereka?”
Jack bertanya kepada prajurit tersebut.
“Jumlah mereka sangat besar! Seperti tampak seluruh pasukan Medeia ada di sana! Bahkan seluruh komandan pertempuran Medeia ikut maju ke garis depan!”
“Seluruh pasukan?”
“Ya!!”
Mendengar kata seluruh pasukan, Jack tenggelam dalam pikirannya sekali lagi.
‘.... Seluruh pasukan? Tidak mungkin...’
Jack berpikir bahwa mereka membunuh mata-mata dan juga pembawa pesan istana karena mereka bertujuan untuk membutakan pasukan chronos.
Jika mereka berhasil melakukannya, maka Medeia bisa dengan bebas memobilisasi pasukan milik mereka tanpa ketahuan oleh pasukan Chronos. Jack berpikir bahwa mungkin Medeia akan menerapkan taktik dengan membuat sekumpulan pasukan elite yang akan mengepung prajurit Chronos.
Namun dugaannya salah, Medeia malah mengumpulkan semua pasukannya di garis depan, bahkan menempatkan semua komandannya di sana seakan ia memprovokasi Chronos dengan mengajak perang langsung.
‘Meski begitu strategi ini bisa dibilang cukup brilian. Rencana mereka membuat moral para prajurit chronos hancur secara perlahan dan juga menurunkan kondisi fisik mereka. Sehingga pertarungan langsung akan merugikan Chronos...’
“Yulius! Pergilah ke markas pusat! Tebuslah kesalahanmu dengan menangani situasi ini!”
Jack berteriak ke arah Yulius yang masih terkejut. Namun dengan cepat ia bangkit dan mengangguk. Setelah mendapat perintah dari Jack, Yulius langsung mengambil kudanya yang terparkir di bawah tembok dan menuju ke markas pusat
Jack tersenyum ketika berhasil menebak startegi rumit yang digunakan oleh musuhnya. Ia langsung memacu kudanya langsung menuju ke garis depan dengan kecepatan penuh.
‘Medeia sialan.... Kali ini mereka benar-benar mempermainkanku.... Namun aku tidak akan membiarkan mereka berbuat sesukanya!’
Pada saat itu, Jack dan pasukan Chronos tidak tahu bahwa rencana yang direncanakan oleh Selena akan membimbing mereka menuju petaka.