Themis, The Flower of Justice

Themis, The Flower of Justice
Chapter 12 — Kehidupan baru (3)



.


.


“Kalau begitu, mari kita mulai tes sihir ini,”


*Glek


Luminas yang pertama kali mengalami ini, mau tidak mau menjadi gugup. Wajahnya terlihat agak kaku, kedua tangannya yang memegang bola sedikit bergetar dan basah oleh keringat.


“Tidak perlu gugup, Anda hanya harus fokus dengan aliran mana yang akan saya tunjukkan di dalam tubuh Anda,”


“....Baik,”


Meskipun tidak mengerti sepenuhnya akan perkataan penyihir tua Yarez, Luminas tetap mengangguk setuju.


‘Benar, yang harus aku lakukan hanya tetap fokus’


Luminas kemudian memejamkan matanya. Ia menutup matanya dalam rangka untuk mempertajam indra dan meningkatkan fokusnya dengan apa yang akan dilakukan oleh penyihir tua Yarez.


“Jika Anda sudah siap, mari kita mulai,”


*SIIINGGG


Setelah mengatakan hal tersebut, sebuah cahaya terang keluar dari telapak tangan Yarez yang menyentuh punggung Luminas. Cahaya tersebut tampak seperti merembes masuk ke dalam tubuh Luminas.


‘!!!!’


‘Sensasi apa ini?’


Luminas terkejut dengan sensasi aneh pada punggungnya. Ia merasa sesuatu tengah merayap masuk ke dalam tubuhnya.


‘Rasanya hangat’


Ketika Luminas tengah merasakan sensasi hangat yang memasuki tubuhnya, pikirannya sedikit teralihkan dan fokusnya sedikit kabur. Namun ia sadar bahwa ia tidak boleh berlama-lama terlena dengan sensasi tersebut dan langsung kembali fokus dengan apa yang ditunjukkan oleh penyihir tua Yarez.


‘Tenang, aku harus kembali fokus. Jika tidak sepertinya aku akan melewatkan sesuatu,'


Luminas memfokuskan dirinya kepada sensasi yang merayap masuk ke tubuhnya. Awalnya ia hanya merasakan sesuatu yang hangat masuk ke dalam tubuhnya, namun lama kelamaan ia menyadari bahwa sesuatu yang hangat itu tengah membentuk sesuatu.


‘Hmmm? Apa ini?’


Kekuatan yang merayap masuk itu terus mengalir ke seluruh tubuhnya, lalu berkumpul dan membentuk sesuatu di suatu tempat.


“Jangan terlalu fokus pada bentuk energi itu, tetapi fokuslah pada alirannya. Ambil energi dari jantungmu, dan lakukan seperti yang aliran ini lakukan,”


Mendengar hal tersebut, Luminas langsung mengerti. Ketika energi tersebut mengalir ke seluruh tubuh Luminas, ia dapat merasakannya dengan jelas. Sehingga Luminas dapat memperkirakan bagaimana itu mengalir dan sampai pada tempat tujuan aliran energi tersebut.


‘Baik, mari kita lakukan,’


Sebuah gambaran tiba-tiba terlintas di kepala Luminas. Walaupun ia tidak pernah belajar mengalirkan sihir, ia langsung paham berkat konsep yang ia baca dari buku dan juga ia merasakannya secara langsung bagaimana energi sihir itu mengalir.


Seperti yang dikatakan oleh penyihir Yarez, Luminas memfokuskan fokusnya dirinya ke jantungnya. Luminas fokus, ia harus mengeluarkan energi dari jantungnya.


Berdasarkan konsep buku yang Luminas baca, jantung merupakan sumber mana alami yang tersedia pada tubuh manusia. Sama seperti mana monster yang memiliki jantung mana dan memiliki kristal mana, manusia juga memiliki jantung berisi mana meskipun itu lebih sedikit.


Ketika Luminas tetap fokus, Luminas merasakan sesuatu yang hangat muncul dari jantungnya. Awalnya rasa hangat itu masih terasa samar, namun lama kelamaan rasa hangat tersebut menjadi panas. Itu adalah efek dari menggunakan mana untuk pertama kalinya.


Luminas merasa jantungnya berdetak lebih cepat, ia merasakan jantung tersebut seakan berkontraksi ketika ia mengeluarkan mana untuk pertama kalinya.


Meskipun panas tersebut terasa menyakitkan baginya, Luminas tetap fokus. Ia kembali mengingat konsep aliran yang diajarkan oleh penyihir Yarez.


Ketika Luminas memindahkan mana yang keluar dari jantungnya, seluruh pembuluh darah yang dilewati oleh aliran mana menjadi terasa sakit. Seakan pembuluh darahnya membengkak, energi tersebut terus memaksa menerobos.


Sakit yang dirasakan oleh Luminas luar biasa, sampai-sampai rasanya seperti setiap orang yang mengalami ini akan menjerit dengan keras. Namun Luminas hanya mengeluarkan erangan kecil. Karena kekuatan mentalnya yang luar biasa, Luminas tetap bisa bertahan tanpa kehilangan fokus untuk mengaliri sesuai dengan yang diarahkan.


Penyihir Yarez yang melihat hal tersebut tentu saja merasa takjub. Salah satu alasan mengapa tes sihir dilakukan ketika orang tersebut cukup dewasa adalah karena rasa sakit ini. Rasa sakit yang disebabkan oleh pembukaan sirkuit sihir melalui pembuluh darah sangat menyakitkan.


Banyak orang yang gagal menahan rasa sakit tersebut berujung mengalami cedera fatal karena tidak bisa mengalirkan energinya dengan benar sehingga energi sihir tersebut mengamuk di dalam tubuhnya.


Ketika Yarez memulai, ia tidak pernah berhenti berpikir negatif tentang hal tersebut. Apalagi Luminas merupakan seorang keluarga kerajaan, jika ia terluka karena tes sihir yang diarahkan olehnya, maka Yarez akan menerima hukuman yang sangat berat.


Tetapi melihat Luminas yang menahan rasa sakit dan berusaha tetap fokus Yarez tidak bisa menghentikan kekagumannya. Ia merasa takjub dengan fokus dan dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh Luminas.


‘Aku merasa bahwa di masa depan, bocah ini akan menjadi salah satu orang terkuat dalam sejarah yang mewakili Medeia...’


Ketika Yarez sibuk mengagumi Luminas dalam pikirannya, ia kembali tersadar ketika melihat sebuah cahaya kecil yang berkelip di ujung jari Luminas.


“Bagus, ketika sihir tersebut sudah mulai keluar, maka lakukanlah seperti yang aliran tadi lakukan. Masukkan energi tersebut dalam bola kristal, lalu bentuklah sesuatu. Ketika sudah membentuk sesuatu, tariklah energi sihir dari alam ke dalam bola kristal tersebut,”


Mendengar penjelasan tersebut, Luminas hanya memberikan tanggapan berupa anggukan kecil. Ia masih harus tetap fokus dengan apa yang ada di depannya ini. Karena ketika terdapat kesalahan sekecil apa pun, aliran mana ini akan mengamuk dan memberikan cedera fatal pada dirinya.


Tanpa berbasa-basi Luminas langsung menerapkannya, sesuai seperti dengan instruksi yang diberikan. Sebuah cahaya kecil merayap dari tangan Luminas masuk ke dalam bola kristal tersebut. Dari dalam bola tersebut, tampak sebuah cahaya kecil yang terbentuk dari susunan cahaya yang mulai mengalir masuk ke dalam bola.


‘Bagus!, Kalau begitu, langkah selanjutnya ...’


Ketika cahaya tersebut mulai terbentuk secara solid, Luminas langsung melanjutkannya ke langkah berikutnya. Luminas dengan cepat memberikan sebuah tarikan kepada energi sihir yang tersebar di seluruh tempat.


*SWOSHHH


Sebuah keajaiban terjadi, sesaat setelah Luminas melakukan penarikan energi sihir di sekitar, sebuah cahaya biru tipis masuk secara berkala seperti air yang mengalir ke dalam bola kristal tersebut.


Itu adalah mana.


Mana adalah sebuah manifestasi dari energi alam yang tersebar di dunia. Mana murni yang berada di udara biasanya berwarna biru muda. Semakin hebat energi sihir tersebut, semakin pekat pula warna yang ditampilkannya. Dengan kata lain, ketika warna tersebut semakin dalam, maka sihir yang ditampilkan juga akan lebih kuat.


Ketika mana mulai mengalir masuk ke dalam bola kristal, bola kristal mengalami perubahan warna berkali-kali.


Pertama bola kristal tersebut berubah warna biru yang jernih seperti air, lalu secara perlahan berubah menjadi hijau transparan, dan kemudian berubah menjadi warna coklat.


Yarez menjelaskan, bahwa warna yang muncul pada bola kristal tersebut merupakan petunjuk dari atribut apa yang kita miliki sebagai penyihir.


Orang-orang yang belajar sihir biasanya memiliki satu atribut bawaan sejak mereka lahir. Ketika mereka menentukan atribut mereka, mereka langsung dengan lugas melatih sihir yang sesuai atribut mereka sehingga mereka bisa menjadi penyihir yang hebat.


Walaupun begitu, ada beberapa orang yang memiliki lebih dari satu atribut, dan mereka disebut orang yang terpilih sehingga para kerajaan memperebutkan orang yang memiliki talenta tersebut.


“Warna merah mewakili api, warna hijau angin, warna biru air, dan warna coklat berarti mewakili elemen tanah. Tuan putri sangat hebat, biasanya orang berbakat pun hanya memiliki 2 atribut, tetapi Tuan Putri memiliki 3 atribut. Suatu kehormatan bagi saya untuk menyaksikan peristiwa—“


*WUSSSSSS


Sebelum Yarez menyelesaikan kalimatnya, angin kencang bertiup dengan keras. Dari luar, terlihat mana yang tengah mengamuk di udara memaksa masuk ke dalam bola kristal. Mana di udara yang masuk ke dalam bola kristal pun semakin pekat. Sehingga bola kristal yang dipegang Luminas menjadi super panas.


“A-apa yang terjadi?!”


Yarez panik ketika melihat hal ini terjadi. Dalam seumur hidupnya sebagai penyihir, ia tidak pernah menyaksikan pemandangan energi sihir pekat yang mengamuk di udara memaksa masuk ke dalam bola kristal.


Meskipun itu terlihat menakjubkan, tetapi disisi lain itu sangat menakutkan. Karena bola kristal itu dipegang oleh Luminas, dengan kata lain mana pekat yang mengamuk di udara disebabkan oleh mana yang diberikan Luminas ke dalam bola kristal.


Seorang bocah 3 tahun memanggil mana yang sangat pekat pada tes sihir perdananya? Siapa yang pernah menyangka bahwa hal yang tampak mustahil itu terjadi.


Yarez dengan cekatan langsung membentuk lapisan energi pelindung pada sisi bola untuk mencegah energinya meledak akibat kelebihan kapasitas. Namun lapisan energi saja tidak cukup untuk menghalangi mana yang tengah memaksa masuk.


“T-tuan putri , hentikan saja mengalirkan mana pada kristal tersebut! Itu sangat berbahaya!”


Yarez meminta Luminas untuk berhenti mengalirkan sihir yang menarik mana alami di sekitar.


“T-tidak bisa, seolah-olah bola kristal ini menyedot energiku dan secara alami tubuhku memberikannya begitu saja!”


“Apa?! Apa maksud—“


*WUNGGG


Sebelum Yarez menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja dalam sekejap berubah menjadi hitam pekat. Bola kristal berubah menjadi hitam, namun aliran mana masih tidak berhenti memaksa masuk ke dalam bola kristal, namun anehnya bola kristal ini tidak bergetar walaupun sudah mencapai kapasitas maksimal, seakan semua mana tersebut disedot oleh sebuah lubang hitam.


Meski dilapisi oleh lapisan energi tebal dari seorang penyihir hebat dari istana, aura tidak menyenangkan dari bola kristal yang berubah menjadi hitam tersebut tidak berkurang sedikit pun. Sebaliknya, semakin seseorang merasakan energi yang dipancarkan oleh bola tersebut, semakin tidak nyaman pula perasaan yang dirasakan olehnya.


*DARRRRR


Sebuah energi hitam merembes keluar dari bola kristal hitam yang pecah. Energi hitam tersebut merembet ke seluruh ruangan, bahkan sampai hampir menutupi seluruh istana kediaman Ratu Argaient yang sangat besar dan terus meluas. Energi hitam tersebut bukan hanya merembes ke tembok ruangan, tetapi juga seluruh penghuninya. Dari penyihir Yarez, pelayan, dan juga penjaga tubuhnya ditutupi oleh energi hitam yang tidak menyenangkan.


Meski energi tersebut terasa tidak menyenangkan, namun Luminas juga merasakan hal yang lain. Seperti kehangatan dan juga kasih sayang. Mereka semua terasa dari energi hitam yang menyelimuti seluruh tubuhnya.


Namun karena semua orang terfokus pada penampilan gelapnya serta auranya tidak menyenangkan, mereka jadi tidak menyadari bahwa terasa perasaan lain dari energi hitam pekat tersebut.


Bahkan jika diperhatikan secara saksama, energi hitam tersebut juga memiliki ribuan cahaya yang berkelip di sepanjang energi tersebut mengalir. Seperti sebuah angkasa, itu merupakan pemandangan yang indah untuk dilihat jika mereka menyadarinya.


Ketika Luminas terkesima dengan perasaan hangat yang menyelimuti dirinya, serta pemandangan indah angkasa yang disajikan tepat di depan matanya, sebuah kejadian luar biasa sekali lagi terjadi.


Secara tiba-tiba, energi hitam yang menyelimuti seluruh orang bergetar. Orang-orang yang diselimuti oleh energi ini mau tidak mau merasa takut, termasuk penyihir tua Yarez. Mereka takut bahwa seluruh energi hitam ini akan meledak dan mereka semua tersapu di dalamnya. Namun yang selanjutnya terjadi adalah —


*SSSHHHHH


Hawa dingin yang menusuk mulai naik. Berawal dari bola kristal yang merupakan sumber energi hitam mengeluarkan hawa dingin. Suhu ruangan naik, udara menjadi berembun, dan nafas orang-orang mengeluarkan uap.


Hawa dingin itu berangsur-angsur naik dan terus menerus menjadi lebih dingin. Sampai-sampai tembok yang diselimuti aura hitam mulai membeku. Kulit orang- yang diselimuti oleh energi hitam juga mulai perlahan membeku, mereka merasakan menusuknya hawa dingin yang menempel pada kulit mereka. Lalu tiba-tiba—


*DARRR


Sebuah suara ledakan terdengar dari arah pintu masuk istana. Ledakan itu sepertinya disebabkan oleh seseorang yang mencoba menerobos masuk ke dalam istana melewati kumpulan energi hitam yang tersebar ini.


Kepulan debu dan asap naik pada saat ledakan itu terjadi. Ketika asap dan debu sudah mulai mereda terlihat sebuah bayangan seseorang dari balik asap tersebut. Suara seorang wanita terdengar dari bayangan dibalik asap tersebut.


“Ara? Aku mengira bahwa jika kutinggal sebentar tidak akan terjadi masalah apa pun, ternyata malah ada kekacauan besar ketika aku sedang pergi,”


Wujud dari sosok bayangan dibalik asap itu terungkap. Seorang wanita cantik berambut perak dengan gaun putih biru yang berkibar terlihat dari balik asap tersebut. Ia adalah pemilik dari kediaman ini, istri ketiga dari sang raja, juga merupakan putri sulung dari keluarga paling terhormat di kerajaan ini, Selena Argaient.


Ketika suhu ruangan semakin dingin dan orang-orang di dalamnya mulai membeku, Selena mengulurkan tangannya yang seputih salju.


“Mana Convert,”


Tiba-tiba saja es yang menyelimuti seluruh ruangan dan juga orang-orang mulai menguap. Es tersebut berubah menjadi energi biru tipis yang merupakan mana tersebar ke udara. Energi hitam yang menyelimuti seluruh istana juga mulai mengecil.


“Hmmm, kalau sudah begini, aku merasa bahwa harus membereskan sumber masalah dari ini,”


Selena melirik ke arah Luminas, putrinya yang membeku. Meskipun putri kecilnya membeku, ia tidak terlihat khawatir sama sekali.


Selena melompat ke udara dan melesat ke arah Luminas, ia dengan cepat menggenggam bola kristal tersebut dan seluruh pecahan dari bola kristal tersebut mengambang di udara. Selena tampaknya berniat mengumpulkan potongan pecahannya yang tersebar di tanah dan menyatukannya kembali.


Pecahan-pecahan bola kristal tersebut yang berantakan mulai tersusun kembali seperti sebuah puzzle. Selena menggunakan energi sihirnya untuk mengangkat dan juga menyusun pecahan itu secara otomatis tanpa harus menyentuhnya.


Ketika semua pecahan sudah tersusun dan bentuknya kembali menjadi seperti bola, Selena kemudian mengencangkan genggaman tangannya dan bola kristal itu sedikit bergetar.


Sebuah lapisan pelindung terbentuk di sekitar bola. Berbeda dengan lapisan pelindung yang dibuat oleh Yarez, lapisan pelindung Selena terlihat lebih tebal dan juga solid. Selena membuat lapisan pelindung itu menjadi berlapis-lapis.


“Kalau begitu, hancurlah,”


Dengan satu kalimat dari Selena, energi sihir yang kuat mengalir dari tangan Selena yang menggenggam bola kristal tersebut. Energi kuat Selena merayap masuk ke dalam bola kristal tersebut. Karena energi yang dialirkan Selena terlalu kuat, akhirnya bola kristal itu pun bersinar terang dan kemudian meledak.


*DUARRRRRR


Seluruh istana bergetar. Getaran yang dihasilkan oleh ledakan tersebut sangat luar biasa, namun di dalam istana tempat terjadi ledakan tidak ada satu kerusakan pun dari akibat ledakan tersebut.


Hal itu dikarenakan Selena menekan ledakan tersebut dengan lapisan energi yang mengelilingi bola kristal tersebut. Sehingga ledakan yang dikeluarkan bola tersebut mampu diredam oleh energi sihir Selena yang lebih kuat.


“Dengan ini, masalah selesai,”


Selena yang menyelesaikan masalah dengan kekuatan yang luar biasa, menunjukkan penampilan yang menakjubkan. Rambut perak yang berkibar, serta gaun putih biru yang tidak kusut sedikit pun meski telah terjadi ledakan yang hebat. Seakan semua hal yang hampir membunuh semua orang merupakan hal sepele baginya.


.


.