The Unloved Queen's Revenge

The Unloved Queen's Revenge
Queen 62. Ini Rumahnya



Dengan luka yang dibiarkan menganga hingga darahnya mengering, Kyung Sam saat ini tengah menginterogasi Sung Won. Teriakan kesakitan dari bibir pengkhianat itu diacuhkan oleh Kyung Sam. Bahkan Kyung Sam tidak segan menyabetkan cambuk ditangannya ke tubuh Sung Won yang sudah dipenuhi luka.


" Matikan saja aku bedebah."


" Tidak semudah itu. Katakan siapa sekutu mu? Siapa yang membawa ratu?"


" Percuma kau bertanya kepadaku, sku sungguh tidak tahu. Aku bergerak sendiri. Kecuali ... "


Sung won menjeda kalimatnya. Ia baru mengingat seseorang sekarang. Hanya orang itu yang akan melakukan hal tersebut saat ini.


" Bedebah, dia tidak bergabung denganku, tapi dia memanfaatkan situasi ini."


" Tck, kau sungguh membuat kesabaranku habis Sung Won. Katakan siapa orangnya!"


" Jin Sang, Pangerang Jin Sang. Putra dari Pangeran Hansoe."


Kyung Sam memundurkan tubuhnya mendengar Sung Won menyebut nama Jin Sang. Nama itu tak pernah lagi disebut saat keluarga Pangeran Hansoe dicopot gelarnya oleh ayahnya sendiri. Mereka pun pergi dari istana dan tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana nasibnya. Kabar terbaru yang mereka ketahui adalah Pangeran Hansoe meninggal dibunuh orang yang membencinya.


Semua tentu tidak heran, pasalnya selama menjadi putra mahkota, pangeran Hansoe banyak melakukan perbuatan tercela. Sungguh kasian istri dan anaknya.


Sebenarnya Kyung Sam mengenal Jin Sang dengan baik saat masih kecil. Tapi mungkin Jin Sang sudah lupa dengannya. Keluarga Pangeran Hansoe di copot gelarnya dan dibuang dari istana saat Jin Sang berusia 4 tahun.


" Apa benar itu Jin Sang. Apa kau yakin akan hal tersebut."


" Tentu saja. Bukankah kelahiran Jin Sang disambut banyak orang waktu itu. Dia memiliki tanda lahir di punggung tangannya sebelah kiri. Tanda lahirnya berbentuk 3 kelopak bunga."


Kyung Sam mengerutkan keningnya. Pertanyaan timbul dari dalam dirinya. Bagaimana bisa Sung won mengetahui banyak hal mengenai keluarga Pangeran Hansoe.


" Sebenarnya siapa kau?"


" Aku?? hahahaha, kau bertanya siapa aku? Aku adalah anak yang berhasil diselamatkan saat ayahku dihukum mati oleh Hanyoel sialan itu. Namaku Go Sung Won putra dari Go Kwan."


Kyung Sam membuang nafasnya kasar. Siapa yang tidak tahu kasus Go Kwan. namanya melegenda sebagi koruptor dan pengkhianat negara. Dan lihat, kini putranya pun mengikuti jejak ayahnya.


" Pantas saja. Kau tidak jauh bedanya dengan ayahmu maka membusuklah disni untuk selamanya."


Kyung sam meninggalkan Sung Won begitu saja. Dia memerintahkan penjaga penjara untuk tidak memberinya obat apapun. Kyung Sam juga memerintahkan agar Sung Won hanya diberi makan saja. Paling tidak dia tidak akan cepat-cepat mati dan biarkan merasakan penderitaan.


Kyng Sam lalu menuju ke kediaman Hyeon. Ia harus segera menyampaikan berita ini. Hyeon pasti juga lupa mengenai Jin sang. Hyeon lebih muda 2 tahun dari Jin Sang jadi saat kelurga Pangeran Hansoe pergi Hyeon baru berusia 2 tahun.


" Yang mulia."


" Ada apa, apa kau mendengar kabar dimana Gege berada."


Dengan ucapan terbata dan tubuh yang sangat lemah Hyeon berusaha untuk bangkit dari tidur dibantu oleh Kasim Nam."


" Han Jin Sang, atau Pengeran Jin Sang lah yang saat ini dicurigai menculik Gege. Jika dugaanku benar dia akan menggunakan Gege untuk mengambil tahtamu."


Melihat raut kebingungan dan penuh tanya di wajah Hyeon, Kyung Sam pun mulai menceritakan terlebih dahulu mengenai siapa Jin sang dan asal usul Jin sang. Dimana sebenarnya Jin Sang adalah kakak sepupu dari Hyeon. Han Hyeon dan Han jin Sang, mereka memiliki nama keluarga yang sama karena ayah mereka juga adalah kakak adik.


" Jadi sebenarnya tahta ini miliknya? Apa karena itu dia ingin bekerja sama dengan Sung Won untuk merebut tahta ini? jika ini memang miliknya akan ku kembalikan, yang penting Gege kembali kepadaku. Aku sungguh tidak peduli dengan tahta ini."


Kata-kata Hyeon penuh dengan keputusasaan. Semua orang disana dapat melihat pancaran cinta yang mendalam dari sorot mata sang raja.


Kyung Sam lalu melanjutkan kembali cerita yang belum selesai mengenai Pengeran Hansoe dan mengapa sampai ia dicopot gelarnya oleh raja terdahulu.


" Ku pikir Jin Sang Hyungnim salah paham. Tapi sungguh jika dia menginginkan tahta ini maka akan aku kuberikan. Aku tidak masalah dengan itu."


" Yang mulia, itu kita pikirkan nanti. tapi jika apa yang kupredisksi benar, mungkin Pangeran Jin sang akan datang malam ini juga."


" Ya aku tahu. Perintahkan semua orang untuk tidak menyerang. Biarkan dia masuk dengan bebas. Bagaimanapun ini adalah rumahnya. Bila perlu semua prajurit mintalah pergi dari istana."


" Tapi yang mulia?"


" Ikuti saja perintahku panglima. Jika benar dia bebeda dari ayahnya, maka dia tidak akan melakukan hal yang buruk terhadapku. Nyatanya dia diminta Sung won untuk menyerang ku tapi tidak mau."


Ya, tadi di dalam penjara Sung Won mengatakan bahwa ia mengajak Jin Sang untuk menyerang bersama tapi Jin Sang tidak juga muncul dan malah memanfaatkan keadaan. Sebenarnya Kyung Sam tidak seyuju ide Hyeon untuk tidak melakukan penjagaan apapun tapi titah dan perintah raja adalah hal yang mutlak dilakukan.


Kyung Sam pun segera keluar dari kemar Hyeon dan menyampaikan perintah Hyeon keseluruh prajurit. Sedangkan Hyeon meminta Kasim Nam untuk membantunya berpakaian yang rapi untuk menyambut sang kakak.


" Jae Hwan adakah obat super cepat yang membuatku tidak selemah ini?"


Jae Hwan membuang nafasnya kasar. Hyeon sungguh berlaku sesukanya sendiri tanpa memikirkan tubuhnya.


" Ada, tapi akibatnya kau akan terbaring tak sadarkan diri selama beberapa hari atau mungkin beberapa pekan."


" Tidak masalah, berikan padaku. Aku harus menyelesaikan salah paham ini."


Jae Hwan pasrah denan kemauan Hyeon. Ia kemudian memberi Hyeon sebutir pil berwarna merah. Jae Hwan melakukan tarik ulur saat hendak memberikan obat tersebut kepada Hyeon.


Greb, Hyeon yang gemas karena tak kunjung diberikan obatnya langsung mencekal tangan Jae Hwan lalu mengambil obat tersebut. Tanpa berpikir lagi Hyeon meminum obatnya.


" Baiklah mari ke ruang sidang istana. Aku akan menyambut kakakku di sana."


Hyeon berjalan tertatih di papah oleh kasim Nam dan kasim Ho. Kedua kasim itu sebenarnya tidak rela jika Hyeon melakukan hal tersebut. Terlebih Kasim Nam. Meskipun Hyeon kadang bersikap dingin, namun Hyeon adalah raja yang bijak.


Hyeon mengambil posisi duduk di bawah dengan kursi yang disediakan oleh Kasim Ho. Dia tidak akan menduduki singgasananya malam ini saat menyambut Jin Sang. Meskipun tubuhnya terlihat begitu lemah tapi Hyeon merasa dia cukup sehat untuk berhadapan dengan Jin sang. Bahkan Hyeon samasekali tidak membawa senjata apapun.


" Selamat datang Pangeran Jin Sang. Lama tidak berjumpa dengan hyungnim."


TBC