The Unloved Queen's Revenge

The Unloved Queen's Revenge
Queen 51. Kelemahan



Seorang wanita paruh baya berusaha merapalkan mantra untuk kembali menguasai desa. Namun semuanya tidak berguna saat ayam jantan mulai berkokok dan semburat oranye mulai terlihat di langit sebelah timur menandakan fajar mulai datang.


Rupanya kekuatan yang dimiliki wanita itu hanya bisa digunakan saat malam hari saja. Saat pagi hingga sore ia tidak bisa melakukan apapun kecuali beraktivitas seperti orang kebanyakan.


" Dasar guru sialan. Ilmu yang diwariskan kepadaku belum juga sempurna dia sudah keburu mati."


Waita itu bersungut-sungut memaki gurunya yang sudah tiada. Saat dia hanyut di sungai, dia ditolong oleh seorang wanita tua yang ternyata memiliki ilmu sihir. Ia pun berguru dengan wanita tua itu setelah menceritakan apa yang baru saja dialaminya. Wanita tua itu tentu tidak keberatan menurunkan ilmunya. Lagi pula dia tidak memiliki keturunan.


" Siapa namamu?"


" Nama ku Ae Ran."


Ya Ae Ran adalah ibu dari Da Eun. Dia lah yang keluarganya semuanya meninggal waktu itu. Daat itu pun dia dalam kondisi mengandung. Beruntung kandungannya baik-baik saja dan akhirnya ia bisa melahirkan anak perempuan yang sehat. Tadinya ia sangat benci saat mengetahui anaknya perempuan. Karena menurutnya nasib perempuan selalu buruk.


Tapi setelah Ae Ran pikir-pikir tidak ada salahnya juga punya anak perempuan. Ia bisa menggunakannya untuk membalas perbuatan keluarga kerajaan melalui putrinya itu. Han Byeol alias Da Eun yang memiliki paras cantik benar-benar memikat banyak orang. Apalagi Ae Ran memberikan mantra pemikat pada Da Eun sehingga membuat banyak pria terpesona oleh putrinya itu.


Tapi siapa sangka Da Eun malah memilih menjadi gisaeng. Sungguh hal tersebut diluar kendali Ae ran. Tapi semua sudah terlanjur. Hingga ketika Hyeon datang membuat semuanya menadi runyam. Ae ran pun harus menutup mata semua warga agar tidak tahu bahwa Hyeon adalah calon raja negara ini.


Ae ran tentu bisa mengetahui itu dengan mudah bahwa Hyeon adalah dari keluarga kerjaan. Ia bisa merasakan aura keluarga kerjaan yang berbeda dari pemuda kaya lainnya.


Tapi rupanya saat ini acara balas dendamnya sedikit terhambat karena kedatangan sang ratu.


" Baiklah, aku akan menghabismu. mumpung kau berada di sini, takdirmu akan berakhir sebentar lagi. Kita tunggu malam datang dan aku akan melenyapkanmu dari muka bumi ini sehingga putriku bisa beada di posisimu. Dan tentu aku bisa mengendalikan negara ini."


Ae Ran tertawa puas dengan rencana sempurnanya. Ia bahkan kembali ke kamarnya untuk tidur. Hari ini dia tidak akan melakukan apapun. Ia akan mengumpulkan tenaga untuk aksinya nanti malam.


*


*


*


Di ibu Kota, Jin Sang baru saja sampai. Dia kemudian mencari penginapan untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan rencananya. Ya, ia akan memata-matai Sung Won sendiri. Jin Sang akan menyamar agar Sung Won tidak tahu bahwa dirinya sudah sampai d ibu kota.


Setelah berhasil mendapatkan penginapan dan mengisi perut, Jin sang langsung keluar dari penginapan untuk melihat apa yang terjadi di ibu kota. Ia melihat beberapa oranag tengah kesakitan sambil memegangi perut mereka.


Tentu saja keributan terjadi. Bahkan satu per satu orang yang ada di jalan jatuh pingsan.


Sekelompok prajurit datang dan membawa tubuh mereka. Jin Sang pun menahan salah satu tangan prajurit itu untuk bertanya.


" Sebenarnya apa yang terjadi tuan?"


Prajurit tersebut diam saja sambil mengamati Jin Sang dari atas hingga bawah. Tampaknya si prajurit tengah menaruh curiga terhadap Jin Sang.


" Tuan saya sedang mencari keluarga saya. Saya khawtir mereka juga mengalami yang orang tadi alami. Saya baru pulang berdagang dan saya sungguh tidak tahu apa yang terjadi di ibu kota."


" Ibu kota tengah terjangkit wabah ulat darah tuan. Ulat darah ini menghisap habis darah orang yang dijangkitinya dan bahkan berakibat menjadi kematian. Jika Anda mencari kelurga Anda, datanglah ke kamp pengungsian. Disana raja Hyeon membuatkan sebuah tempat untuk menampung orang-orang ini. Di sana juga ada tabib hebat Jae Hwan yang sedang berusaha menyembuhkan wabah ini."


Jin Sang sedikit terkeut, rupanya apa yang dikatakan Sung won ada yang benar tapi juga ada yang salah. Ibu kota memang sedang terjangkit wabah tapi Hyeon melakukan tugasnya dengan baik. Waktu itu Sung Won mengatakan bahwa raja tidak melakukan apapun.


" Aku harus mencari tahu mengenai Sung won ini. Apa yang sebenarnya sedang ia mainkan."


Lain Jin sang lain pula Sung Won. Saat ini Sung Won tengah kesal kepada Myung Ki atas tindakan ceroboh Myung Ki menebarkan bibir ulat darah di danau tengah kota. Tapi Myung Ki acuh. Pemuda itu tengah membereskan barang-barangnya dan bersiap untu pergi.


" Tck, Ki kau mau kemana?"


" Sudahlah hyung, berhenti marahnya. Lagi pula cepat atau lambat itu akan terjadi bukan? Jadi lebih cepat sedikit tidak masalah. Aku mau menemui guruku. Ada suatu hal yang harus aku tanyakan kepadanya. Aku akan pergi beberapa hari jadi Hyung nikmatilah drama yang akan terjadi nanti di kota ini. Sampai jumpa lagi Hyung."


Sung won menggelengkan kepalanya pelan. Ia sungguh kesal kepada adiknya itu tapi dia tidak bisa marah. Akhirnya ia pun hanya bisa melemparkan tubuhnya di bangku dan memijit pangkal hidungnya dengan tangah karena rasa berdenyut yang sangat kuat.


" Anak itu benar-benar. Pergi dengan meninggalkan kekacauan seperti ini. tapi baguslah, akan mudah untuk melumpuhkan pertahanan istana."


Di luar Myung Ki memacu kudanya dengan cepat. Ia begitu senang akan bertemu dengan sang guru. Dia sudah membayangkan akan mendapatkan tambahan ilmu baru. Ya, Myung Ki akan ke desa Namngoel untuk menemui Ae Ran.


Ae Ran adalah gurunya dalam mempelajari ilmu hitam. Memiliki tujuan yang sama untuk menghancurkan istana membuat Ae Ran mau menerima Myung Ki menjadi muridnya.


Myung Ki yang cerdas tentu tidak pernah membuat Ae Ran kesulitan dalam mengajarinya. Bahkan dalam waktu 6 bulan Myung Ki sudah menguasi banyak ilmu dari Ae ran. Dan di satu tahun bergurunya, Myung ki sudah biasa mengembangkan sendiri ilmunya. yakni dengan mengembangkan ulat darah yang di campur dengan ilmu hitam sehingga membuat orang yang mati karena ulat darah bisa dimanfaatkan kembali oleh Ae ran sebagai mayat hidup untuk terus meningkatkan ilmu nya.


Sungguh hubungan guru dan murid yang saling menguntungkan.


Pergerakan ulat darah yang mendapat campur tangan ilmu sihir itu membuat ulat darah semakin liar dan semakin cepat menggerogoti tubuh inangnya. Maka dari itu, cara efektif untuk membumi hanguskan ulat darah yakni dengan membunuh si pemilik. Karena pemilik memiliki kendali penuh terhadap ulat darah tersebut.


TBC