
Hyeon dan Da Jung akhirya sampai. Dia langsung mengepung pasukan Sung Won dan melumpuhkan semuanya. Kyung Sam bahkan langsung menebas tubuh Sung Won hingga pria itu tersungkur di tanah dengan darah yang mengalir di luka yang berhasil Kyung Sam buat.
" Bedebah kalian semua, aku tidak mungkin dikalahkan semudah ini."
" Tck, butuh puluhan tahun lagi untuk bisa mengalahkan pasukan ku Sung Won. Bawa mereka ke penjara bawah tanah."
Sun Won yang sudah tidak bedaya dibawa ke penjara bawah tanah seperti perintah Kyung Sam. Sedangkan Hyeon menerobos masuk. Ia mencari keberadaan Ratunya.
" Ratu!!! Ratu!!"
Hyeon terkejut saat menemukan Du Ho tergeletak di tanah. Ia langsung mencoba membangunkan Du Ho tapi pengawal ratu nya itu sama seklai tidak juga bangun. Hyeon menyerahkan Du Ho kepada Dae Jung.
Kyung Sam yang melihat kepanikan Hyeon pun datang menghampiri dan menanyakan ada apa sebenarnya. Kyung Sam ikut terkejut melihat Du Ho. Ia berjongkok dan memeriksa Du Ho. Semua normal Du Ho baik-baik saja, tapi entah mengaoa Du Ho tak kunjung bangun.
" Kyung Sam dimana Gege?"
Kyung Sam seketika langsung memutar kepalanya ke segala arah. Ia baru sadar bahwa sang adik tidak ada di sana.
" Ge!"
Kyung Sam kini berteriak. Pria itu berlari kesana kemari tapi tak juga menemukan sang adik. Hyeon pun masuk ke dalam istana mencari barang kali Wool ada di kediamannya tapi ia pun tidak menemukannya. Hyeon berteriak frustasi mencari sang istri.
" Semua dengarkan aku, cari ratu sampai ketemu sekarang juga!"
Kyung Sam berteriak memberi perintah ke seluruh prajurit untuk mencari Gyeo Wool. Hyeon bahkan sudah beberapa kali memutari istana hingga akhirnya ia terjatuh ke tanah tak sadarkan diri.
Di tempat lain, tepatnya di tengah hutan. Seorang membaringkan Wool di atas tempat tidur yang berada di dam tenda. Ia mengusap wajah ratu negara ini dan menyingkirkan surai rambut yang mengganggu wajah putih mulus itu.
" Aku tidak akan membuatmu susah, sampai-sampai kau harus turun juga ke medan perang. Setelah aku berhasil menduduki tahta kau akan jadi ratu yang paling bahagia."
" Tuan Jin."
Jin Sang bangkit dari samping Wool dan berjalan ke luar mengikuti Sung Im yang memanggilnya. Ya, orang yang membawa Wool adalah Jin Sang. Jin Sang memanfaatkan keributan yang dilakukan oleh Sung Won. Dia menembakkan sebuah jarum obat tidur sehingga membuat Du Ho dan Wool jatuh pingsan.
Wool menggerakkan tubuhnya. Rupanya dia sudah terbangun saat tubuhnya di rebahkan oleh Jin Sang. Wool sungguh terkejut saat mengetahui Jin Sang adalah seorang pemberontak. Ia tentu tidak menduganya. Bahkan Jin Sang tahu dirinya adalah ratu.
Wool perlahan bangkit dari tidurnya. Ia berjalan mengendap ke arah pintu tenda. Ia bisa melihat Jin Sang tengah berbicara kepada pasukannya.
" Kita akan menyerang istana nanti malam. Aku yakin mereka dalam kondisi lengah setelah melawan Sung Won. Jadi ini kesempatan bagus untuk kita."
Wool membungkam mulutnya sendiri dengan tangan saat mendengarkan semua itu. Terlebih Jin Sang juga menyebut nama Sung Won.
" Apakah mereka sekutu. Ya Dewa, bagaimana ini. Saat ini pasti Hyeon sedang kebingungan mencari ku. Dan hal itu pasti membuatnya lengah. Aku harus bisa pergi dari sini, tapi bagaimana caranya?"
Wool bermonolog, ia memundurkan langkahnya dan duduk di ranjang. Sambil memijit kedua keningnya Wool mencari cara untuk keluar dari kamp ini. Ia melihat ke seluruh tenda, mencari siapa tahu ada pintu belakang. Namun sial tak ada celah lain selain pintu depan yang menghadap ke semua orang.
Wool kemudian meraba tubuhnya, tapi sama juga nihil. Bubuk obat tidur yang diberikan oleh Jae Hwan sudah habis. Tapi tangan Wool mendarat di samping tubuhnya. Ia tersenyum. Pedang miliknya masih ada di sana.
" Aku akan menggunakan ini untuk membuat pintu belakang."
Wool menarik pedangnya dan merobek tenda milik Jin Sang. Dengan perlahan Wool mulai berjalan dengan pelan keluar dari tenda.
" Bagus, sepertinya ini akan berjalan lancar."
" Gyeo berhenti!!!"
Wool berlari sesuai kemampuannya. Ia melihat ada kuda di belakang yang masih terikat dnegan tali kekangnya.
Sreeek
Wool memutus tali itu dengan pedang miliknya dan langsung menungganginya. " Hiyaaa, aku harap kau mau bekerja sama denganku."
Suara kaki kuda berpacu, Wool melihat ke belakang. Terlihat beberapa orang berkuda mengejarnya. Wool berusaha memacu kudanya secepat mungkin tapi nahas, kaki kuda yang dinaiki Wool tersangkut akar pohon besar.
Bruuk, kiiiiiiiik
Kuda tersebut meringik dan Wool meringis. Orang-orang tersebut pun turun dari kuda. Rupanya Jin Sang pun ada di dasa.
" Ratu, sebaiknya kau menurut saja. Jangan melawan. Kau tidak akan menang melawan ku di sini."
" Sebenarnya apa yang kau inginkan? Apa salah Hyeon hingga kau ingin mengambil tahtanya."
Jin Sang tergelak mendengar pertanyaan Wool. Tapi Jin Sang tidak ingin membuang waktu untuk menjelaskan kepada Wool. Pria itu mendekat, dan Wool mengambil kuda-kuda siap menyerang.
" Gyeo, sungguh aku tidak ingin menyakitimu. Aku tidak mau melukai mu Gyeo. Ikutlah denganku."
" Tidak akan. Ku pikir kau adalah pria yang baik. Tapi ternyata kau pria yang sangat jahat."
" Baiklah terserah padamu mau mengataiku seperti apa. Maaf."
Buugh, bruuuk
Dengan secepat kilat, Jin Sang dapat memukul bagian bawah kepala Wool dan membuat wanita itu pingsan. Bagaimanapun juga kekuatan Jin Sang dan kecepatannya bergeraknya belum bisa diimbangi oleh Wool. Jin Sang pun lalu menggendong Wool yang sudah tak sadarkan diri kembali ke tendanya. Sepertinya kali ini dia harus mengikat Wool agar wanita itu tidak lagi bisa melarikan diri.
*
*
*
" Lepaskan aku. Aku harus mencari Gege. Lepaskan atau aku akan membunuh mu Jae Hwan!"
Hyeon berteriak marah saat tubuhnya ditahan oleh Jae Hwan yang sedang mengobatinya. Saat ini Hyeon benar-benar terbaring lemah. Perjalanannya bolak balik desa Namngoel ditambah melawan pasukan Sung Won dan mencari Wool seperti orang kesetanan membuat kondisi fisiknya melemah.
Kini Jae Hwan harus membuat Hyeon beristirahat penuh atau ia akan benar-benar tak sadarkan diri dalam waktu yang lama.
" Hyeon sudah, Hyungnim sedang mencari Gege. Aku yakin dia tidak akan kenapa-napa."
" Bodoh, seharusnya aku tidak meninggalkannya sendiri."
Du Ho yang bertugas sebagai pengawal ratu sungguh merasa bersalah. Ia duduk bersimpuh di samping Hyeon. Ia menundukkan kepalanya dengan sangat rendah. Tiba-tiba Hyeon mengambil pedangnya dan mengacungkannya ke kepala Du Ho.
Du Ho benar-benar pasrah jika kepalanya ditebas malam ini juga oleh sang raja. Ia sadar bahwa kesalahannya begitu besar.
" Hyeon tenanglah. Ini bukan salah Du Ho. Dia sudah cukup baik untuk melindungi Gege. Ini pasti ulah musuh."
" Jika terjadi apa-apa kepada Gege. Aku bersumpah akan mengahancurkan siapapun yang saat ini membawanya."
TBC