
" Lepaskan pria itu, atau aku akan melakukan hal yang tidak kau duga."
" Lakukan saja. Aku akan melihat sejauh mana kehebatan mu bocah ingusan."
Seorang pria berbadan besar tapi kulitnya pucat menahan Jong Chan. Bisa Wool lihat pria itu dikendalikan oleh seseorang. Sorot mata nya berubah menjadi nyala api biru. Dan dapat Wool pastikan pria yang menahan Jong Chan adalah orang yang sudah tidak bernyawa.
" Keparat, orang yang menggunakan tubuh orang yang sudah tidak bernyawa ini sungguh keterlaluan. Itu bisa disebut mayat hidup. Ini tidak bisa dibiarkan."
Wusss
Jong Chan dibawa keluar melalui jendela oleh mayat hidup tersebut. Wool, Yesung dan Du Ho langsung mengejar. Mereka meninggalkan Dasom dan Kasim Ho di penginapan tersebut. Kedua orang itu benar-benar ketakutan.
" Ya Dewa, apa ini sebenarnya. Apa yang kita hadapi Dasom?"
" Kasim Ho, mari kita kembali ke kamar. Aku sungguh takut. Semoga Dewa Langit melindungi mama, Yesung dan Du Ho."
Dasom berdoa dengan tulus di sela-sela ketakutannya. Kasim Ho pun setuju unyuk kembali ke kamar.
Di sisi lain Wool beserta dia pengawalnya tengah mengejar Jong Chan yang dibawa pria boneka itu. Kenapa boneka, karena orang itu dikendalikan penuh oleh ilmu hitam. Sungguh malang orang-orang yang dimanfaatkan tersebut. Sudah mati pun mereka tidak bisa beristirahat dengan tenang.
Tap ... Tap ... Tap
Pria boneka yang membawa Jong Chan mendarat sempurna disebuah tanah lapang di atas bukit. Di belakang tanah lapang tersebut terdapat sebuah jurang yang sungguh dalam. Pria boneka itu menempatkan Jong Chan di sisi tebing.
" Tolong ... Jangan bunuh saya. Tuan tolong selamatkan saya."
Wool menggertak kan gigi-gigi nya. Ia sungguh marah dengan perbuatan orang yang mengendalikan pria itu. Yesung dan Du Ho yang berdiri di sisi kiri dan kanan Wool pun juga tidak bisa berbuat banyak. Tapi mereka menunggu pria boneka itu lengah agar bisa mengambil Jong Chan.
" Baiklah apa yang kau inginkan agar kau bisa melepaskan Jong Chan."
" Aku menginginkanmu."
Yesung dan Du Ho langsung mengambil langkah cepat dan berdiri tepat di depan ratu mereka. Bagaimana pun ratu adalah prioritas utama, mereka tidak boleh membiarkan siapapun melukai sang ratu.
" Anda jangan percaya omongan dia yang mulia. Apapun yang Anda lakukan, hamba rasa dia tetap akan mencelakai Jong Chan."
" Aku tahu Du Ho. Aku tidak sebodoh itu untuk percaya pada manusia yang sudah tidak ada jiwanya itu. Aku hanya ingin tahu. Sejauh mana dalang nya bergerak. Kalian berdua menyingkir lah. Aku punya sebuah rencana."
Wool mengatakan apa yang jadi rencananya. Tadinya dua pengawalnya itu ragu. Tapi Wool memastikan bahwa semua pasti akan baik-baik saja dan dia bisa melakukannya dengan sangat baik.
Pada akhirnya Yesung dan Du Ho memberi celah untuk Wool agar bisa berjalan mendekat ke arah mayat hidup tersebut. Terdengar tawa kecil yang Wool yakini itu pasti si dalang utama.
Wool terus berjalan maju mendekati Jong Chan. Pria itu sudah sangat ketakutan. Jong Chan tentu tau apa yang terjadi di desa nya itu tapi tidak pernah terbayangkan bahwa ia akan jadi salah satu bagian dari peristiwa ini.
" Ya Dewa aku mohon selamatkan aku. Jika aku bisa selamat, aku akan keluar dari desa ini."
Jong Chan bergumam dalam hati nya. Sudah sejak lama ia ingin keluar dari desa ini tapi entah mengapa tidak pernah bisa dia pergi. Setiap malam Jong Chan selalu punya tekad itu, tapi ketika pagi menjelang keinginan tersebut sirna.
" Aku sudah ada di depanmu. Cepat biarkan Jong Chan pergi."
" Hohoho, jangan buru-buru yang mulia ratu. Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku akan melepaskannya bukan."
Tampaknya orang yang mengendalikan orang mati itu sudah tahu bahwa Wool adalah ratu negara Mae ini. Merasa semuanya percuma. Wool pun dengan sigap mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya. Sebuah cahaya kuning keemasan terlihat memendar membuat mayat hidup itu menutup matanya dengan tangannya sehingga cengkeramannya terhadap Jong Chan pun lepas. Yesung dan Du Ho langsung bergerak. Jika Du Ho meraih Jong Chan, maka Yesung menjatuhkan mayat hidup itu ke tanah.
Terlihat semua menghembuskan nafas kelegaan. Terlebih Jong Chan, pria pemilik penginapan itu bahkan sampai menjatuhkan tubuhnya ke tanah karena kakinya bergetar karena takut.
" Semuanya sudah baik-baik saja. Kau hebat tuan, sudah berani sampai sejauh ini," ucap Du Ho sambil menepuk pelan punggung Jong Chan.
Di sisi lain Yesung tengah menahan tubuh si mayat hidup itu yang terlihat meronta hingga Wool menekan kepala dan membuat mayat hidup itu kembali menjadi dirinya semula yakni orang yang sudah mati. Yesung tentu takjub akan kemampuan sang ratu. Ratunya ini benar-benar banyak memberikan kejutan.
" Kuburkan dia dengan layak."
Yesung dan Du Ho mengangguk mengerti dan segera melaksanakan perintah Wool.
Wool kembali melihat benda yang ia keluarkan dari dalam bajunya tadi. Sebenarnya ia sendiri heran, mengapa tusuk rambut phoenix miliknya bisa menjadi senjata yang begitu hebat untuk melawan si dalang pembuat onar yang menggerakkan tubuh-tubuh tak bernyawa itu.
" Apa ini ada hubungannya juga dengan Da Eun yang menginginkan posisi ratu? Apa Da Eun memiliki hubungan dengan dalang di balik keanehan yang terjadi di desa Namngoel ini?"
🍀🍀🍀
" Sial, keparat, bedebah!!! Dia berhasil mematahkan kekuatanku. Bocah ingusan itu bahkan bisa mengetahui keberadaan ku. Aku tidak boleh tinggal diam. Han Byeol, dasar anak tidak tahu diri. Sudah dicarikan suami yang benar, hanya berusaha memberi keturunan saja tidak kunjung bisa. Malah sekarang berakhir di istana dingin. Sial, sungguh sial."
Seorang wanita paruh baya melempar sebuah kuali yang ada di depannya dengan sangat marah. Selama ini hidup di desa itu, baru kali ini dia diusik.
" Semua gara-gara ratu sialan itu. Sihir ku tidak berfungsi lagi saat dia masuk istana. Hyeon yang ku kendalikan melalui Han Byeol sudah tidak bisa lagi ku kendalikan. Dasar bedebah. Wanita itu benar-benar mengacau segalanya. Aku harus bisa menghabisinya di sini juga. Aku tidak bisa membiarkan keturunan kerajaan berkuasa selamanya. Aku akan membunuh wanita itu di sini."
Rupanya wanita paruh baya itu adalah ibu dari Da Eun. Dan mungkin prasangka Wool benar. Ada yang tidak beres dengan hubungan Hyeon dengan Da Eun. Tapi takdir memang sudah digariskan, Wool memang dikirim oleh Dewa Langit untuk menyelamatkan Hyeon dari sihir jahat ibunya Da Eun.
Hal tesebut terbukti saat Hyeon resmi menikah dengan Wool, raja seakan merasa ada yang tidak beres dengan hati dan tubuhnya. Bahkan dengan cepat Hyeon mengubah hatinya dari Da Eun ke Wool. Bagaimana pun takdir memang tidak bisa seenaknya dirubah oleh manusia. Hyeon dan Wool garis jodohnya sudah ditakdirkan mau seperti apa orang lain berusaha menghalangi maka tidak akan bisa.
TBC