The Unloved Queen's Revenge

The Unloved Queen's Revenge
Queen 40. Ramuan Penghancur Darah



Hyeon berada di tempat dimana ada tahanan tempo lalu yang menyerang nya di tahan. Tapi sekarang tempat itu lebih terlihat seperti rumah obat bagi Jae Hwan. Pasalnya disana Jae hwan melakukan percobaan untuk bisa menghalau ulat darah menrenggut kehidupan ke empat tahanan tersebut.


" Hwan, apa kau sudah mendengar kabar yang beredar."


Jae hwan mengangguk, dia bukan hanya sudah mendengar tapi juga sudah melihat langsung ke tempat kejadian. Dan seperti dugaannya, itu adalah ulat darah yang di tanam.


" Lalu bagaimana perkembangan para tahanan itu Hwan."


" Coba kau lihat, bukankah mereka Masih bernafas dengan baik?"


" Ya kau benar."


Jae Hwan tersenyum, meskipun dia belum berhasil membunuh ulat-ulat darah yang berada di dalam tubuh para tahanan tersebut tapi dia berhasil menghambat pertumbuhannya. Caranya adalah membuat ulat darah tidak mendapatkan makanan. Hal tersebut berarti Hwan membuat darah dalam tubuh para tahanan itu tidak disukai oleh ulat darah.


Cara Hwan membuat darah itu tidak disukai oleh ulat darah yakni dengan memberikan para tahanan tersebut ramuan. Ramuan tersebut Hwan sebut dengan ramuan perusak darah. Ramuan perusak darah tersebut terbuat dari gingseng, akar pohon surga, dan biji buah apricot yang direbus lalu ditambahkan dengan embun pertama di daun bunga abadi yang menetes.


Tentu saja apa yang dilakukan Hwan itu tidak serta merta berhasil. Hwan bahkan membutuhkan beberapa hari untuk bisa menemukan ramuan tersebut. Ramuan itu pun di berikan kepada para tahanan 3 kali dalam sehari dan hingga saat ini masih terus diberikan.


" Jadi apakah ramuan itu akan berfungsi juga untuk para warga disana?"


Hwan menggeleng, tadi dia sudah mencoba memberikannya kepada salah sagu dari mereka namun tidak banyak reaksi yang berarti.


" Kita harus membuat ramuan yang efeknya lebih lagi, aku merasa ulat darah yang di tanam kepada warga ini jauh lebih kuat ketimbang yang ada dalam tubuh tahanan."


" Lalu kira-kira bahan ramuan obat apa yang bisa digunakan untuk lebih memperkuat ramuanmu itu?"


Jae Hwan terdiam mendengar pertanyaan Hyeon. Ia berpikir sesaat. Terlihat raut keraguan untuk mengatakannya.


" Katakan saja, jika aku bisa aku akan mendapatkannya."


Jae Hwan mengambil nafasnya dalam dalam dan membuang nya perlahan. Ia menatap wajah Hyeon dengan sangat lekat.


" Aku membutuhkan gingseng yang berusia 100 tahun, akar pohon surga, jika yang kemarin aku menggunakan biji apricot kini aku membutuhkan biji dan buahnya. Dan aku membutuhkan bunga jiwa kehidupan."


Hyeon sesaat terdiam setelah Jae Hwan mengatakan semuanya. Ada satu hal yang mengganggu dirinya. Bunga jiwa kehidupan, dia pernah mendengarkan tentang itu. Hyeon pun tiba-tiba teringat apa itu bunga jiwa kehidupan. Ia lalu membelalakkan matanya tidak percaya dengan ucapan jae Hwan.


" Kau gila Hwan, bagaimana bisa itu bisa dijadikan obat. Gila, kau benar-benar gila."


Hyeon memundurkan langkahnya, bahkan ia sampai jatuh di lantai. Hyeon benar-benar tak habis pikir. Untuk membuat penangkal ulat-ulat darah ini daia harus memberikan janin anaknya yang baru terbentuk. dengan kata lain dia harus membuat istrinya keguguran agar darah yang keluar itu bisa dijadikan salah satu bahan pembuat ramuan.


Keji, tidak manusiawi, dan gila. Entah apapun sebutannya, memang hal tersebut benar adanya. Pembuatan ulat darah itu pun sudah begitu keji dan siapa sangaka obat penangkalnya pun tak kalah kejinya.


" Tidak, ini tidak bisa. Aku yakin ada cara lain untuk bisa menyelamatkan rakyat-rakyat ku."


Hyeon mentapa tajam pada Hwan. Sunggih Hyeon tidak percaya jika tidak ada cara lain lagi yang lebih manusiawi untuk bisa menghancurkan ulat darah tersebut.


" Huuuh, cara lain yang bisa dilakukan selain apa yang sudah aku katakan tadi adalah dengan menemukan pembuatnya. dengan menemukan tuan dari para ulat darah ini maka kita bisa menyelamatkan mereka. Darah tuannya adalah pembunuh nomor satu ulat-ulat darah ini."


Hyeon mengepalkan tangannya. Kali ini ia sungguh sangat marah. Bagaimna bisa di daerahnya ada yang berani berbuat seperti itu. dan belum apa-apa saja calon anaknya yang entah kapan akan terbentuk sudah akan dijadikan korban.


" Aku akan menemukan orang itu. Aku akan membuat dia membayar apa yang sudah dia lakukan kepada negara ini. Berani-beraninya dia mengancam dengan cara seperti ini. Dan bahkan calon anakku yang belum tahu kapan terbentuk sudah diincar. lalu kira-kira apa yang dibutuhkan untuk menghambat perkembangan ulat darah yang lebih cepat ini."


" Berikan aku buah pohon emas yang hanya tumbuh di istana. Pohon itu berada di halaman kediaman ratu. Aku juga ingin air mata Gege. "


Hyeon mengerutkan kedua alisnya. Apa hubungannya air mata Wool dengan ramuan tersebut.


Jae Hwan yang tahu apa arti tatapan Hyeon pun segera menjelaskan. Air mata Wool akan menjadi bahan ramuan nanti. Wool adalah ibu negara ini, kepeduliannya menjadi salah satu hal terkuat yang akan menyelamatkan rakyatnya dalam bahaya. Mungkin terdengar tidak masuk akal, tapi percayalah praktek ulat darah ini bukan hanya sekedar hal yang tertampak. Ada kekuatan lain yang ikut serta di dalamnya.


entah itu semacam sihir atau rapalan mantra. Yang jelas, Hwan merasa ini bukan hanya murni dari obat, racun, atau ramuan rempah. Sebuah rasa ikut bergulat di sana. Akan dari itu Hwan pun akan membuat ramuan yang terdapat sebuah rasa di dalamnya.


" Baiklah, aku serahkan semua ini kepadamu. Tapi apakah ramuan yang saat ii bisadiberikan dulu kepada mereka sambil menunggu ramuan mu yang baru?"


" Ya, bisa meskipun sedikit aku harap akan membantu. Aku akan mencampur dengan buah pohon emas dulu agar lebih sedikit kuat."


Hyeon langsung memerintahkan prajuritnya untuk mengambil buah pohon emas di halaman kediaman ratu. Hari ni paling tidak saat Hyeon melihat warga yang terjangkit ulat darah itu bisa langsung memeberikan ramuan perusak darah mskipun efeknya tidak terlalu banyak. Tapi setidaknya bisa menghambat ulat darah itu sebelum Jae Hwan membuat ramuan yang baru dan sebelum ia menemukan dalang dibalik semua ini.


Hyeon kembali duduk termenung, ia benar-benar tidak menyangka bahwa dimasa pemerintahannya kana ada hal yang seperti sekarang ini. Hyeon pun berpikir mungkin ini bukan hanya sebuah ulah iseng semata. Hyeon merasa ini adalah sebuah kudeta yang digunakan untuk menggulingkan dirinya.


" Kira-kira siapa yang menginginkan tahtaku ini. Apa selama ini ada yang tidka puas dengan cara kepemimpinan ku? Atau ada orang yang tidak suka dengan ku dan ingin aku turun tahta?"


TBC