The Unloved Queen's Revenge

The Unloved Queen's Revenge
Queen 50. Kententuan Takdir Gyeo Wool



Hyeon tidak kembali ke istana. Dia malam itu memutuskan untuk berada di kamp pengungsian tepatnya di tenda milik Jae Hwan. Setelah seharian berkeliling, Hyeon kini bisa tertidur dengan begitu pulas. Ia bahkan sudah tidur di awal malam.


Jae Hwan yang melihat adik iparnya tidur begitu pulas itu tentu membiarkannya. Akan tetapi Jae Hwan merasa sedikit aneh. Hyeon terlihat menggigil. Jae Hwan pun mencoba memeriksa Hyeon. Tapi tidak ia temukan tanda-tanda Hyeon mengalami demam.


Jae Hwan lalu mencoba menyelimuti Hyeon. Tapi Hyeon malah mengigil semakin kuat, tubuhnya sampai bergetar hebat. Jae Hwan pun lalu berusaha membangunkan Hyeon dengan memanggil nama adik iparnya itu dan menggocangkan tubuhnya.


" Hyeon, Hyeon bangun. Kau kenapa. Hyeon ..."


Berulang kali Jae Hwan mencoba membangunkan Hyeon, tapi Hyeon tidak bereaksi. Tentu saja Jae Hwan khawatir. Ia takut terjadi apa-apa dengan adik iparnya.


Jae Hwan pun mencoba memanggil Hyeon kembali. Bahkan kali ini Jae Hwan menegakkan tubuh Hyeon tapi Hyeon tetap tidak membuka matanya.


" Ya Dewa, ada apa ini. Apa yang terjadi dengan Hyeon. Hyeon bangun! Jangan membuatku takut. Hyeon!!!"


" Gege!!!!"


Jae Hwan bernafas lega saat melihat Hyeon sudah bangun. Ia pun langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.


" Kau ini kenapa Hyeon."


" Hwan, aku memimpikan Gege. Dia dalam bahaya, Hwan!"


Jae Hwan memicingkan sebelah matanya. Ia tentu tidak mengerti apa yang dikatakan Hyeon. Hyeon yang paham arti tatapan Jae Hwan pun menjelaskan apa yang baru saja ia alami.


Rupanya Hyeon bermimpi mengenai Wool. Dalam mimpinya Wool berada di sebuah tebing batu yang di sekelilingnya adalah jurang. Wool terlihat sedang melawan banyak orang. Dia tentu berhasil mengalahkan mereka. Tapi tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang menghunuskan pedang ke tubuh Wool dan membuat Wool jatuh. Hyeon melihat semua itu dengan jelas. Bahkan namanya yang disebut oleh Wool pun ia bisa mendengarnya.


" Hwan, aku harus menyusul Wool. Aku merasa dia benar-benar dalam bahaya."


Hwan masih terdiam. Jika Hyeon menyusul Wool lalu bagaiman dengan ibu kota.


" Hwan, adik mu dalam bahaya. Istriku sedang terancam keselamatannya. Aku akan pergi sendiri. Dan aku akan mengirim pesan agar kyung Sam kembali. Jika ada yang bertanya, katakan saja aku ada di istana sedang sakit."


Belum sempat Hwan berkata apapun, Hyeon sudah lebih dulu pergi. Rajanya itu langsung memacu Si Hitam, kuda miliknya dengan begitu cepat. Sungguh ia benar-benar harus menemui istrinya dengan segera.


Jae Hwan hanya bisa termenung. Sebenarnya dari awal dia tahu adik bungsunya itu tengah dalam bahaya. Dan siapa sangka Hyeon bergerak lebih cepat.


" Aku harap kalian berdua kembali dengan selamat. Ini semua memang berhubungan. Ulat darah, kepergian Gege ke desa Namngoel, semuanya saling berkaitan. Bahkan Gege yang masuk ke istana pun seperti sudah ditakdirkan. Ayah, ibu, lindungilah putri kalian dari atas sana."


Hiyaaaaa


" Ge, aku mohon jangan terjadi apa-apa dengan mu. Aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika kamu terluka."


🍀🍀🍀


Kyung Sam yang berada di perbatasan langsung bergerak kembali ke ibu kota saat menerima pesan dari burung pengantar pesan. Dalam pesan tersebut dituliskan bahwa Hyeon tengah menyusul Wool di desa Namngoel. Pesan tersebut tentu bukan dari Hyeon tapi dari sang adik Jae Hwan.


Rupanya keadaan semakin tidak terkendali. Kyung Sam juga bergegas agar bisa sampai di ibu kota sebelum fajar menyingsing. Ia meninggalkan Ryung di sana untuk menggantikan posisi nya. Ryung tentu patuh mengikuti perintah sang Panglima.


" Aku serahkan perbatasan kepadamu Ryung. Jaga negara kita dengan sebaik-baiknya."


" Baik Panglima. Saya akan menjaganya seperti saya menjaga nyawa saya sendiri."


Kyung Sam memacu kudanya dengan sangat cepat. Selama perjalanan pikirannya terus tertuju kepada adik perempuannya. Desa Namngoel adalah desa yang dikutuk. Ia mendapatkan cerita tersebut dari ayahnya.


" Apa mungkin memang takdir Gege sudah dekat?" gumam Kyung Sam lirih sambil terus fokus memacu kudanya di kegelapan malam.


Desa Namngoel sudah ada sejak dulu. Dan kabar desa itu dikutuk juga sudah ada sejak dulu tapi hanya segelintir orang yang tahu. Ayah Kyung Sam serta Raja Hanyoel lah yang mengetahui hal tersebut.


Sebenarnya awalnya desa itu adalah desa biasa. Bisa dikatakan Desa Namgoel merupakan salah satu desa tersubur dan ter makmur di Negara Mae ini. Desa mereka merupakan salah satu pemasok hasil bumi terbaik. Namun sebuah peristiwa membuat desa itu berubah.


Salah satu gadis disana di radupaksa oleh Hansoe yang waktu itu masih berstatus sebagai putra mahkota. Gadis itu bahkan menjadi gila dan akhirnya memilih mengakhiri hidupnya denga lompat ke tebing. Orang tua si gadis itu begitu marah dan bertekad membalas dendam kepada negara Mae.


Tentu saja apa yang dilakukan oleh Hansoe tidak ada yang tahu. Bahkan waktu itu Hanyoel pun tidak tahu. Hingga kedua orang tua itu datang ke istana untuk menemui raja dan minta pertanggung jawaban. Namun siapa sangka Hansoe yang kalap malah menghabisi nyawa dua orang tua tersebut di depan mata kepala Hanyoel dan juga di depan putri mereka yang satu lagi atau bisa dikatakan adik wanita yang meninggal bunuh diri.


Wanita itu pun menangis histeris saat melihat kedua orang tua nya dibunuh di depan matanya. Dia yang datang bersama sang suami tiak menyangka, niatnya ingin meminta keadailan malah dieksekusi.


Hanyoel tentu marah dengan perlakuan sang kakak yang tidak manusiawi. Ia pun ingin menolong keluarga itu dan akan membawanya kehadapan ayah mereka. Tapi tubuh Hanyoel dicekal oleh anak buah Hansoe. Bahkan saat itu Hanyoel dipukuli oleh mereka atas perintah Hansoe.


Wanita dan suaminya itu berusaha lari. Namun nasib sial menghampiri mereka. Suami dari wanita itu berhasil ditangkap oleh Hansoe. Tapi Pria itu berhasil membuat istrinya meloloskan diri dengan mendorong sang istri ke sungai.


Setidaknya itulah cerita yang diketahui Kyung Sam dari sang ayah. Gyeo Wool yang memiliki aura phoenix dalam tubuhnya adalah takdir yang diberikan oleh Dewa Langit untuk menyelamatkan Negara Mae dari sumpah wanita yang keluarganya dibunuh oleh Hanyoel. Tadinya Kyung Sam sangat marah. Mengapa yang bersalah orang lain tapi adiknya yang harus menanggungnya.


" Karena jodoh adikmu itu pun sudah digariskan. Dia akan melahirkan keturunan kerajaan. Maka dari itu Gege pun ikut bertanggungjawab melindungi negara Mae dari orang-orang yang ingin menghancurkannya."


Itulah penjelasan yang diberikan ayah Kyung Sam kepada Kyung Sam dan Je Hwan saat ayah mereka belum meninggal. Maka dari itu apa yang dikatakan Jae Hwan tempo hari soal calon bayi dan air mata milik Wool bisa mejadi penawar untuk ulat darah ini semuanya tentu mauk akal.


TBC