The Unloved Queen's Revenge

The Unloved Queen's Revenge
Queen 47. Ternyata Seperti Itu



Sepeninggalnya Sung Won kembali ke ibu kota, Jin Sang duduk termenung memandang semburat oranye yang menghiasi langit di sebelah barat. senja terlihat begitu cantik saat ini.


"Gyeo, apa yang kau lakukan sat ini hmmm?"


Jin sang seketika teringat oleh Gyeo Wool. Mungkin ini salah karena dia tertarik oleh istri dari adik sepupunya yang juga merupakan ratu dari negara ini. Jin Sang sendiri tidak tahu sejak kapan ia benar-benar merasa jatuh hati kepada Gyeo wool.


" Apakah aku benar-benar harus menyerang kerjaan sesegera mungkin agar bisa mengambil mu dari Hyeon yang bodoh itu? Bagaimana Hyeon bisa berlaku buruk kepada istrinya?"


Jin Sang mengatakan hal tersebut karena tentu saja ia belum tahu hubungan terkini antara sang raja dengan ratunya. Informasi yang terakhir ia dapat dari Boram adalah raja tidak memperlakukan ratu dengan baik.


" Tapi aku tidak boleh gegabah. Aku merasa Sung Won ini tidak beres. tapi aku juga tidak bisa menyelidikinya secara diam-diam. Dia pasti akan segera mengetahuinya."


Dalam hati kecil Jin Sang, ia merasa banyak sekali ganjalan. Memang benar cita-citanya adalah bisa merebut tahta dari tangah Hyeon. Tapi tentu tidak bisa sembarangan.


" Sepertinya aku harus ke ibu kota untuk mencari tahu apa yang tejadi. Kekacauan apa yang membuat Sung Won menginginkan aku bisa segera menyerang."


Jin sang akhirnya mengambil keputusan untuk datang ke kota. Ia kemudian memanggil anak buahnya untuk mengatakan keinginannya itu. Tadinya Sung Im ingin menemani, tapi Jin Sang menolaknya dengan keras.


" Tidak, kau harus tetap berjaga di sini. Kau harus bisa memberi perintah nanti jika terjadi apa-apa di Lembah Gwisin saat aku tidak ada di tempat."


" Tapi tuan."


" Tidak ada tapi Im, Aku tahu kau mampu melakukannya. Saat ini hanya kau yang bisa aku percaya."


Jin Samg menepuk bahu Sung Im dengan pelan. Apa yang dikatakan oleh Jin Sang benar-benar berasal dari hati. Sung Im adalah orang yang bisa ia percaya saat ini. Sung Im pun mengangguk, ia akan menjaga kepercayaan yang diberikan tuannya itu kepadanya.


" Lalu kapan Tuan Jin akan berangkat?"


" Malam ini juga aku akan ke ibu kota. Aku akan menyamar. Aku akan menyelidiki dulu apa yang terjadi. Aku tidak bisa memberikan tugas ini kepada siapapun karena aku harus melihat sendiri."


Sebenarnya Sung Im tidak setuju jika tuannya itu melakukan perjalanan malam hari. Tapi tampaknya keputusan Jin Sang sudah bulat. Sung Im pun tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.


" Baiklah Tuan, berhati-hati lah. Kami disini setia menunggu tuan dan siap menerima perintah kapanpun."


Sung Im langsung mempersiapkan kuda yang akan dipakai oleh Jin sang untuk pergi ke kota. Ia memastikan sendiri bahwa semuanya aman tanpa ada kesalahan apapun.


" Baiklah, saatnya mencari tahu apa yang tejadi. 2 hari, adalah waktu dimana aku akan memutuskan akan menyerang istana atau tidak. Hiyaaa."


Di sisi lain Myung Ki yang sedari siang kesal rupanya belum juga reda kesalnya itu. Dengan sengaja ia menuangkan telur-telur ulat darah itu di danau tengah kota. Pemuda tersebut kemudian menyeringai.


" Rasakan, aku akan membuatmu kewalahan hei tabib hebat Jae Hwan. Aku akan lihat bagaimana kau akan mengatasi kekacauan besar ini,"


Myung Ki tertawa begitu keras. Akan tetapi tawanya tidak dapat di dengar oleh siapapun. Bahkan keberadaanya di tepi danau itu pun tak dapat dilihat oleh orang lain.


Myung Ki merapal kan sebuah mantra membuat tubuhnya diselimuti oleh asap hitam sehingga mata awam manusia tidak akan bisa melihatnya. Ia bahkan bisa berjalan di kerumunan tanpa dilihat oleh manusia lain. Namun beberapa binatang bisa melihatnya, diantaranya adalah kucing dan anjing.


Saat Myung ki melintas, hawa dingin seperti angin berhembus lah yang dirasakan oleh orang yang dilewatinya.


" Hahaha, rupanya tidak sia-sia aku berguru sampai ke desa Namngoel. ilmu ini sungguh luar biasa. Dengan ini ulat darah ku semakin hebat juga."


Myung Ki segera kembali ke rumah. Ia menyadari bahwa kemampuannya tentu masih terbatas. Baru sekitar satu tahun ini dia mempelajari ilmu hitam tersebut. Pertemuannya dengan seorang wanita paruh baya di pasar ibu kota membawa Myung Ki ke desa Namngoel dan berguru di sana. Siapa sangka wanita paruh baya itu mau menerima Myung Ki menjadi murid saat Myung Ki mengatakan bahwa dia sangat membenci keluarga kerajaan.


" Haaah, sepertinya aku harus kembali ke desa itu untuk dapat meningkatkan ilmu ku. Baiklah, sepertinya besok adalah waktu yang cocok untuk pergi ke sana. Kekacauan besar akan terjadi dan tentu aku sangat enggan untuk melihatnya. Cih, sungguh sangat merepotkan melihat orang-orang itu perlahan mati."


Myung Ki melihat sekeliling isi rumah. Dia baru menyadari bahwa sang kakak tidak ada si sana.


" Lah kemana hyung pergi. Aah terserahlah. Suka-suka dia mau melakukan apa. Katanya mau merebut tahta, lakukan saja lah aku tidak peduli. "


Myung Ki meninggalkan ruang tengah rumahnya dan menuju ke kamar. Ia merebahkan tubuhnya setelah selesai menggelar kasurnya di lantai. Myung Ki kemudian meniup lilin yang ada di kamarnya sehingga membuat suasana kamar menjadi gelap.


Pemuda itu kembali mengingat apa yang sudah ia lakukan selama ini. Myung Ki yang pendiam memang tidak memiliki teman. Hanya Sung Won lah yang ia punya itu pun tidak ada yang tahu jika keduanya adalah saudara. Mereka benar-benar rapi menyembunyikan sebuah fakta bahwa mereka saudara.


Tidak ada uang tahu juga bahwa Go Myung Ki dan Go Sung Won adalah seorang anak dari koruptor yang bernama Go Kwan pada masa kepemerintahan Raja Hanyoel. Go Kwan saat itu bukan hanya sekedar koruptor tapi dia juga pembelot. Satu kesalahan fatal yang membuat Go Kwan dihukum mati adalah dia membocorkan startegi perang kepada musuh sehingga banyak prajurit yang gugur di medan perang.


Meskipun negara Mae membawa pulang kemenangan, namun banyaknya prajurit yang gugur membuat Raja Hanyoel begitu sedih. Setelah tahu bahwa Go Kwan berkhianat maka raja langsung menjatuhi hukuman mati.


Adik Go Kwan berhasil membawa lari Myung Ki dan Sung Won. Dan saat menginjak usia remaja mereka kembali ke kota dengan menghilangkan nama depan mereka.


Untuk membalas dendam, Sung won bahkan mendaftar sebagai anggota militer. Kemampuannya yang luar biasa tentu menarik perhatian Hyeon dan akhirnya dijadikan salah satu orang kepercayaan Hyeon.


Tentu semua itu adalah rencana yang sudah Sung Won susun. Dan kini Sung Won dan Myung Ki mulai membalas apa yang sudah kerjaan lakukan terhadap ayah mereka.


TBC