
Lewat tengah malam suasana semakin mencengkam. Tampak sebuah asap tipis masuk melalui celah tenda. Du Ho dan Kasim Ho seketika jatuh tertidur. Namun tidak dengan Wool. Tapi ia berpura-pura tertidur. Wool ingin tahu apa yang diinginkan entah makhluk, entah orang tersebut.
Asap itu hanya berputar-putar di dalam tenda. Dan saat hendak menyentuh Wool, asap itu seketika lenyap. Wool pun bernafas lega. Ia melihat Kasim Ho dan Du Ho bergantian. Wool membiarkan kedua pria itu tidur. Sejak saat dari ibu kota mereka berdua tidak tidur.
Di luar terlihat masih gelap tapi Wool bisa mendengarkan cuitan burung meskipun sedikit lebih jauh. Wool bernafas lega, akhirnya tak lama lagi pagi akan datang.
Tuplak ... Tuplak ... Tuplak ...
Suara kaki kuda begitu jelas terdengar. Daerah yang begitu sunyi itu membuat suara sedikit saja bisa terdengar.
" Ada seseorang yang datang, siapa dia?"
Wool bergumam pelan. Ia yang tidak tidur semalam itu tetap memiliki energi yang banyak.
" Yang mulia ratu, apakah Anda di dalam."
Ada rasa lega dalam dada Wool saat mendengar orang di luar itu memanggilnya. Ia yakin itu pasti orang suruhan Hyeon.
" Ya aku di dalam bersama Dasom, Kasim Ho dan Du Ho. Sebentar aku akan keluar."
Wool melepaskan tangan Dasom dari lengannya dengan perlahan agar gadis itu tidak terbangun. Wool pun berjalan pelan melewati Kasim Ho dan Du Ho dengan perlahan agar kedua pria itu juga tidak terbangun.
Di depan, Yesung langsung memberi hormat kepada Wool. Tentu Yesung tidak terkejut dengan tampilan Wool karena Yesung pernah melihat Wool saat berlatih panahan.
" Hormat kepada Yang Mulia Ratu Gyeo Wool. Hamba diperintahkan yang mulia raja untuk mengawal yang mulia ratu di desa Namngoel ini."
" Terimakasih Yesung, aku yakin Hyeon pasti memaksamu untuk kemari. Maafkan aku Yesung karena sudah menyusahkan mu."
" Tidak, tidak yang mulia. Anda tidak salah kepada hamba. Ini memang sudah menjadi tugas hamba."
Yesung tentu terkejut saat Wool meminta maaf kepadanya. Baru kali ini ada seorang pejabat tingkat tinggi, bahkan seorang ratu yang mau meminta maaf kepada bawahan. Bahkan kalau Yesung tidak salah, ratunya itu menginap di tenda yang ada di depannya dengan semua orang yang datang bersamanya.
" Yang mulia, raja juga menitipkan ini kepada Anda."
Yesung menyerahkan sebuah pedang kepada Wool. Wanita itu tersenyum saat menerimanya, sungguh suaminya itu begitu mengerti apa yang dia butuhkan. Tadinya Yesung terkejut saat Hyeon memberikan salah satu pedang miliknya kepada sang ratu. Dalam hati Yesung merasa ada yang salah dengan rajanya. Mana ada seorang suami memberi pedang kepada istrinya. Tapi saat melihat ekspresi sang ratu, Yesung baru mengerti bahwa Ratu Gyeo Wool adalah wanita yang berbeda dari wanita kebanyakan.
" Woaaah suamiku itu sungguh sangat manis sekali."
Yesung mengusap tengkuknya mendengar ucapan Wool. Bagaimana tidak, tidak ada yang berani berbicara begitu mengenai sang raja. Bahkan dulu Selir Da Eun pun tidak berani.
" Yesung, apa kau pernah kesini sebelumnya."
" Maaf yang mulia, belum hamba belum pernah kemari. Saat raja bertemu selir Da Eun, beliau sedang mengembara sendiri. Bahkan Dae Jung saat itu tidak diizinkan ikut."
Wool semakin merasa aneh dengan hal ini. Desa Namngoel letaknya lumayan di pinggiran wilayah negara Mae, lalu apa tujuan Hyeon datang kemari. Sedari tadi Wool berpikir hal tersebut bahkan semalam tapi belum juga ia menemukan jalan keluarnya.
Kukkuruyuuuuk
Suara ayam jantan berkokok begitu keras pagi itu. Fajar pun mulai menyingsing, semburat oranye tampak dari ufuk timur.
" Baiklah Yesung, ayo ikut aku untuk masuk desa."
" Lalu, bagaimana dengan mereka bertiga yang mulia?"
Wool sejenak melihat ke arah belakang. Tampaknya ketiga orangnya itu belum juga bangun. Wool pun memutuskan untuk tidak membangunkan mereka.
" Biarkan mereka tidur lebih lama."
Yesung mengangguk mengerti. Kemudian mereka berdua pun berjalan pelan menuju ke desa. Seperti udah biasa di datangi oleh orang dari luar, warga desa tersebut tampak biasa dan juga ... ramah pada Wool dan Yesung. Wool terus berjalan hingga ia menemukan sebuah kedai makan. Tampak beberapa orang juga makan di sana.
Wool dan Yesung duduk di sebuah bangku. Wool memilih meja yang berada di atas agar bisa mengamati orang yang lalu lalang keluar masuk kedi.
" Anda mau pesan apa tuan-tuan?" tanya seorang pelayan yang menghampiri meja mereka.
" Aku mau memean makanan khas daerah sini. Apakah disini ada bibimbap? jika ada bungkuskan untuk kami."
" Baik tuan akan kami siapkan."
setelah mengatakan pesanannya, Wool kembali mengamati apa saja yang terjadi di kedai makan tersebut. Pun dengan Yesung, mata mereka menelisik setiap orang yang datang. Tapi baik Wool ataupun Yesung sama sekali tidak menjumpai keanehan di sana yang malah membuat Wool merasa aneh.
" Ini sungguh aneh. Kondisi malam disini dan kondisi siang sungguh sangat jelas berbeda."
" Apa kita perlu mencari penginapan, yang maksudku tuan agar lebih leluasa untuk mengamatinya?"
Wool berpikir sejenak. Apa yang dikatakan oleh Yesung ada benarnya juga. Tapi hari ini dia harus mencari rumah Da Euin terlebih duu. itu adalah misi utamanya. Baru setelah menemukannya ia akan kembali mengamati keanehan desa Namngoel ini.
Tak berselang lama makanan yang dihidangkan akhirnya datang. Saat Wool hendak mermakannya tangan Yesung terulur memberi tanda agar Wooll jangan amemakannya dulu. Yesung akan mengicipinya terlebih dahulu, memastika bahwa apa yang hendak dimakan ratunya aman.
" Jangan, aku punya cara tesendiri untuk mengetes makanan itu aman atau tidak."
Wool mengambil sesuatu dari balik bajubnya. sebuah jarum perak. Ya, jarum perak biasanya digunakan untuk memgetahui keberadaan sebuah racun. Wool juga tidak ingin terjadi apa-apa kepada pengawalnya tersebut.
Wool mulai mencelupkan jarum perak itu ke dalam makananyang disajukan. menunggu beberpa saat dan tidak ada perubahan pada jarum tersebut membuat keduanya bernafas lega.
" Sungguh ratu yang cerdas," gumam Yesung dalam hati.
keduanya menyantap makanan dengan tenang sambil terus memperhatikan keadaan sekitar hingga Wool merasa ada aura yang berbeda yang datang.
Aura ini dan asap ini adalah yang kurasakan semalam. Siapa orang yang memilikinya.
Wool berbicara dalam hatinya dan langsung menghentikan acara makannya. Ia langsung melihat ke bawah ke arah beberapa pelanggan yang baru masuk ke kedai makan tersebut.
" Dia, dia orang yang memiliki aura ini. itu ... bukankah itu seorang perempuan."
TBC