The Unloved Queen's Revenge

The Unloved Queen's Revenge
Queen 37. Dimulai



Beberapa orang tampak berkumpul di ruang rahasia yang berada di rumah Bordil. Ada mentri pertahanan Lin Ang,


Menteri keuangan Ahn Cen, penasehat negara Byung Sun dan beberapa pejabat lainnya serta beberapa orang yang memang ikut serta dalma kelompok pemberontak. Mereka mengambil kesempatan dan celah untuk melakukan pertemuan rahasia. Tampaknya mereka sedang merencanakan sebuah kudeta tanpa adanya Jin Sang.


" Pangeran bodoh itu tidka akan pernah tahu apa yang kita lakukan di sini. Bagaimanapun dia adalah seorang pemuda yang dibesarkan di luaran. Aku yakin dia tidak memiliki kemampuan berpikir yang baik."


Ucapan Byung Sun diangguki oleh semua ornag yang berada di sana. Rupanya mereka tidak benar-benar ingin mengusung Jin Sang untuk menjadi seorang raja.


" Tapi aku harap kalian semua tenang. Kita harus menggunakan dia sebagai pion yang baik. Kita dan dia memiliki tujuan yang sama yakni menggulingkan tahta Hyeon. Meskipun dia tidak tahu semua cerita yang kita smapaikan padanya itu adalah kebalikannya. Siapa juga yang mau Hansoe untuk jadi raja. Seorang pria bejat dan gemar membuang uang tidka pantas menjadi raja."


Seorang pemuda yang menjadi center dalan pertemuan tersebut terlihat begitu tajam saat menatap lurus ke depan. Salah satu sudut bibirnya terangkat membuat sebuah senyuman sinis.


Pemuda itu tidak lain adalah Sung Won. Dia adalah salah satu orang kepercayaan Hyeon. Ya rupanya dialah yang mendirikan organisasi pemberontak itu.


Ketidakpuasan Sung Won terhadap pemerintahan Hyeon membuat ia melakukan hal tersebut. Sung Won selalu tidak setuju saat Hyeon melakukan perundingan damai dengan wilayah lain. Yang pria itu inginkan adalah menjatuhkan wilayah itu dengan cara merebut dan berperang. Tentu hal tersebut tidak akan Hyeon lakukan. Maka dari itu Sung won menganggap Hyeon ini sangat lemah.


Rupanya kepulangannya yang terkesan buru-buru dari daerah Ding yang waktu itu terkena banjir merupakan bagian dari rencananya. Sung Won yang tahu Jin Sang akan datang ke ibu kota membuat Sung Won seakan-akan sangat peduli dengan warga di daerah Ding itu. Ia pun berkali-kali membuat dirinya sendiri jatuh agar terlihat bahwa dia sangat peduli dengan kondisi warga.


Tentu saja hal tersebut berhasil. Hyeon begitu bangga atas kerja keras Sung Won.


" Lalu apa yang akan kita rencanakan kali ini."


" Wabah, aku akan membuat ibu kota terkena wabah mengerikan. Saat itu terjadi rakyat akan meragukan Hyeon dan kita akan muncul untuk menduduki pemerintahan menggantikan raja bodoh itu."


Semua orang yang berada di sana tentu sangat senang mendengarnya. Mereka sungguh tidak sabar dengan rencana besar tersebut.


Sung Won melenggang keluar dari rumah bordil itu dengan senyum yang mengembang. Ia kemudian berjalan-jalan santai dan kemudian masuk ke sebuah rumah yang lunayan mewah dan besar. Tatapannya langsung tertuju ke sudut ruangan yang terdapat seseornag temgah duduk disana sambil meminum teh miliknya.


" Bagaimana mereka?"


" Semakin pandai dan siap untuk disebarkan."


Sung Won mendekat ke arah ornag tersebut lalu mengusap kepala pria itu.


" Hyungnim, apakah aku boleh membawa seseorang kemari?"


Sung Won mengerutkan kedua alisnya. Adiknya itu belum pernah mengajak siapapun ke rumah mereka. Hal tersebutpun membuat Sung Won heran dan bertanya-tanya. Ada tujuan apa sebenarnya.


Sung Won sangat tahu sifat adiknya itu. Myung Ki adalah seorang yang pendiam. Dia lebih suka bermain dnegan ulat-ulat darahnya itu ketimbang pergi keluar dna bertemu dewgan seseorang.


" Aku ingin mengajak Sa Ron kesini."


" Sa Ron? Sa Ron putri saudagar kain itu?"


Myung Ki mengangguk malu. Rupanya adiknya itu tengah jatuh hati kepada seorang wanita. Sung Won pun menepuk keningnya pelan. Bagaimana seorang yang pendiam seperti Myung Ki tiba-tiba bisa menyukai seorang gadis.


" Ya baiklah, tapi ingat jangan sampai dia tahu mengenai apa yang sednag kita lakukan. Mengerti! Oh iya, mulai sebarkan telur-telur itu. Awla mula tanam di tubuh para gelandangan dan orang miskin."


" Siap hyungnim. Aku sungguh tidak sabar melakukannya."


Myung Ki pun langsung berjalan keluar membawa sejumlah makanan untuk dibagikan. Dalam makanan tersebut sudah dimasukkan telur-telur ulat darah yang akan langsung menetas saat dia bertemu dengan darah yang berada di dalam perut.


Kali ini Myung Ki akan memakai telur ulat darahnya yang sedikit lama berinkubasi. Setidaknya sekitar sepekan. Hal ini memang sesuai dnegan rencananya. Ia akan membuat raja kebingungan dengan 'wabah' yang terjadi.


Satu per satu makanan yang Myung Ki bagikan habis. Sesuai perintah Sung Won, Myung Ki memberikan makanan-makanan tersebut kepada gelandnagan dan ornag miskin. Ia cukup puas dengan apa yang ia lakukan. Senyumnya langsung mengembanh saat ia melihat gadis yang disukainya tengah membeli manisan.


" Hei, apa kau menungguku?"


Sa Ron langsung membalikkan tubuhnya saat mendengar suara yang begitu ia kenal. Gadis itu pun tersenyum lalu mengamit lengan Myung Ki dna menjauh dari sana.


" Tobboki mu!"


" Biarkan, aku lebih ingin memakanmu ketimbang itu."


Bisikan Sa Ron ditelinga Myung Ki membuat wajah pemuda itu merona. Sungguh Sa Ron suka sekali melihat wajah malu-malu dari Myung Ki.


Keduanya pun berjalan menuju rumah besar dan megah milik Myung Ki. Sa Ron tentu tahu bahwa Myung Ki adalah tuan muda dari keluarga kaya. Maka dari itj Sa Ron mendekati Myung Ki. Rona keterkejutan Sa Ron tergambar jelas di wajahnya saat memasuki rumha tersebut. Namun ia dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya dnwgan mencium bibir Myung Ki.


" Apakah langsung mau seperti ini?"


Myung Ki langsung menggendong Sa Ron ke kamarnya. Sung Wan yang melihat hal tersebut hanya menggelengkan keplanya sambil bergumam," Adikku sudah besar rupanya. Tapi terserah dia mau melakukan apa yang penting tidak membocorkan rahasia. Tidak buruk juga bermain-main begitu. Dan gadis itu lumayan cantik."


Myung Ki langsung merebahkan Sa Ron di atas ranjang. Ia kembali mencium bibir saron smabil membuka satu persatu pakaian milik Sa Ron hingga gadis itu tidak mengenakan apapun.


Myung Ki terdiam saat kemblai melihat tubuh putih nna mulus milik gadisnya. Tanpa basa basi lagi Myung Ki pun langsung melepaskna pakaiannya dan mencium Sa Ron dmegna agresif.


Tangan Myung Ki mulai membelai mana saja yang bisa ia belai. Dari atas sampai kebawah hingga ia menemukan apa yang paling menarik dari gadis itu. Sa Ron berulang kali mengeluarkan desahaan saat jari Myung Ki mulia bermain di sana.


" Ki ... Ayo cepat lakukan. A-aku sudah tidak tahan."


Myung Ki tersenyum samar, siap menuju ke menu utama. Myung Ki membuka kaki Sa Ron dengna lebar lalu menghujamkan miliknya ke milim Sa Ron. Gadis itu sedikit menjerit. Meskipun ini bukan yang pertama untuk keduanya namun Sa Ron selalu saja takjub dengan milik Myung Ki itu yang bisa membuatnya gila.


Myung Ki mulai memaju mundurkan tubuhnya menikmati Sa Ron. Pun dengan Sa Ron juga. Gadis itu bahkan sampai mencengkeram bahu Myung Ki.


Tapi ada hal yang membuat Myung Ki menghentikan aksinya. Sa Ron menyebut pria lain saat mencercau. Ternga saja Myung Ki kesal. Namun pemuda itu menuntaskan dulu hasratnya yang sudah berada di ujung.


" Kau luar biasa Ki."


" Kau pun."


Myung Ki beranjak dari tempat tidurnya dan mengabil segelas teh untuk diberikna kepada Sa Ron. Gadis itu pun menerimany dan lnagsung meminumnya dnegna tandas. Myung Ki menyeringai namun tidak dilihat oleh Sa Ron.


" Bagus, habiskan dan kau akan merasakan peliharaanku di sana. Itu adalah hukuman untukmu karena menyebut pria lain saat kita sedang bersama."


TBC