
Syifa dan Fitri pun segera menghampiri Amara.
"Sebenernya selama ini gue tau kalo Intan itu benci sama lo" ucap Amara. "Pertama waktu dia nembak Aldi dan Aldi tolak mentah mentah, dia terus ngomong kalo semuanya salah lo Siff" ucap Amara.
"Kedua, saat kita studytour kebetulan Intan sekamar sama gue, dia selalu aja marah marah saat liat lo sama Aldi barengan " lanjutnya.
"Pada saat itu gue mulai ngerti, kalo lo sama Aldi saling suka makannya Intan benci banget sama lo''
"Dan terakhir, kemarin gue gak sengaja liat Intan lagi ngomong sama 3 orang cowo, gue penasaran banget, gue potoin mereka lalu gue ikutin kemana mereka pergi, dan ternyata mereka gebukin Aldi, gue kaget dong, akhirnya gue potoin lagi, dan awalnya Intan berdiri di kejauhan pake jaket yang mirip banget sama jaket elho, terakhir Intan pura pura nolongin Aldi"
"Oh iya satu lagi gue ikutin dia nganterin Aldi ke rumahnya, disana dia jelek jelekin lo lah, fitnah lo lah, dan pokonya segala macem deh"
"*Terus Aldi berterima kasih sama Intan karena udah buka pikiran dia tentang lo "
"Dan ujung ujungnya Intan ngomong kalo dia mau jadi pacar Aldi*"
"Terus kata Aldi? " tanya Fitri.
"Dia setuju" ucap Amara lesu.
"*Dasar cewe bajing*n*" batin Syifa.
"Parahnya lagi tadi pagi gue pergokin dia pergi ke lab komputer dan tulis masalah itu, lalu dia sebar ke share ke internet tapi tanpa nama dia sih,,, "
"Sekarang kita harus beri tau Aldi dan yang lainnya, agar mereka gk salah paham lagi sama lo" ucap Amara.
"Iya siff, kita harus beresin semuanya" ucap Fitri.
Syifa mengangguk.
Mereka bertiga pun berjalan menuju lapangan.
Terlihat sedikit sepi, namun Amara yakin kalo ini pasti berhasil.
Dia mengambil mikrofon lalu,,,,,
"KEPADA SELURUH SISWA HARAP KELAPANGAN UPACARA KITA AKAN UNGKAP MENGENAI ASSYIFA NUR AZZAHRA YANG TEGA MENYEWA ORANG UNTUK MEMUKULI TEMAN SEKELASNYA" ucap Amara.
Sontak, hampir semua siswa berlari menuju lapangan upacara.
"Kepada semua yang telah berkumpul disini kita akan mengungkap bahwa sebenarnya Syifa tidak bersalah" ucap Amara.
Sepertinya kurang baik.
"Iya ya" sahut yang lain.
"Pelaku yang sebenarnya ialah Intan Anggraeni dari teman sekelas Syifa yang sirik sama Syifa" ucap Amara.
"Kalo kalian gk percaya, kalian bisa lihat bukti yang kita bawa" ucap Amara lagi.
"Gue mau liat dong" ucap salah seorang.
"Gue dulu" ucap yang lain.
"Gue, gue" sahut yang lain.
Hampir semua orang bersedak sedakan untuk melihat poto di handphone Amara.
"Oh berarti bener Syifa gak salah" ucap salah seorang.
"Iya yang salah itu si Intan anak Bang*t itu" sahut yang lain.
Aldi, Intan dan yang lainnya tak sengaja mendengar para teriakan orang tersebut.
Intan mulai panik, tapi dia tahu ini berjalan mulus dan tidak ada yang mengetahui kedoknya.
"Ikut gue kelapangan" ucap Aldi sambil menarik lengan Intan.
Intan dan Aldi pun segera berjalan menuju lapangan.
Saat mereka sampai di lapangan, semua mata tertuju pada mereka.
"Huuh" teriak seseorang.
"Dasar bangsa*t" sahut yang lain.
"Ada apa ini? " tanya Aldi. Membuat semua diam.
"Di,,, ngapain lo sama cewe kayu gitu" teriak yang lain.
"Iya semua ini salah paham, bukan Syifa yang nyewa orang buat mukulin elho tapi dia" ucap Amara, dia menunjuk ke arah Intan.
"Apaan sih gue gk ngerti" ucap Intan.
"Liat ini" ucap Amara, dia pun segera memberikan handphone nya.