The Secret Of Love

The Secret Of Love
#20



Syifa mengetuk pintu. Ternyata pintu rumah tidak dikunci.


"BI Syifa pulang" teriak Syifa sebelum masuk.


Syifa pun segera masuk ke dalam rumahnya.


Tap Tap Tap


Suara derap kaki Syifa.


"Udah pulang neng? " tanya Bi Inah.


"Iya Bi " ucap Syifa mencium tangannya.


"Yaudah kalo gitu Syifa naik dulu ya..." ucap Syifa.


"Gk makan dulu? " tanya Bi Inah.


"Gk usah Bi" ucap Syifa.


Dia Segera naik ke kamar nya.


Sesampainya di kamar dia langsung membaringkan diri di ranjang nya.


Sesekali dia mencium aroma jaket milik Aldi.


"Dia perhatian juga" ucap Syifa.


"Apa apaan sih gue... " ucap Syifa memukul mukul kepalanya pelan.


Syifa pun segera menutup matanya mencoba untuk tidur. Tak lama kemudian dia pun terlelap.


...


(Paginya)


Tring


Handphone milik Syifa berdering.


"Siapa sih, pagi pagi gini" ucap Syifa.


Dia pun segera meraih handphone nya.



"Ko gue bisa lupa ya kalo hari ini ada observasi" ucap Syifa pada dirinya sendiri.


Sekilas dia melirik jam dinding.


"Apa udah jam delapan kurang" ucap Syifa kaget, melihat jam menunjukkan pukul 7 lewat 44 menit.


Dia pun segera berlari menuju kamar mandi.


...


Jam 8 lewat 3 menit.


Syifa turun dengan buru buru.


Dia memakai celana jeans berwarna pich, dan kaos bertangan panjang berwarna pich pula. Dia menggerai rambutnya yang sebahu disebah lengkap dengan topi bertuliskan Filla.


Dia menggendong tas kecil yang berisi buku dan alat tulis lainnya.


"Bi, Syifa mau kerja kelompok dulu ya.... " ucap Syifa mencium tangan Bi Inah.


Syifa berlari menuju ke depan rumah.


Sudah ada seseorang dengan motor ninja yang sudah tidak asing lagi bagi Syifa.


"Ayo naik" ucap Aldi.


"Tunggu, lo" ucapan nya terputus.


"Iya cepetan" ucap Aldi seakan tau apa yang akan Syifa tanyakan.


Syifa pun segera naik ke motor itu dan tidak lama kemudian motor itupun sudah tidak kelihatan lagi.


Saat berada di motor Syifa membuka handphone nya.



Itu pesan Whatsapp dari Fitri.


"Oh iya Di jaket lo gue balikin besok aja ya... " ucap Syifa memecah keheningan.


"Iya, santai aja" ucap Aldi.


(Sesampainya di taman kota)


"Siff lo lama amat sih" oceh Fitri saat Syifa baru saja turun dari motor.


"Cepetan.... " ucap Fitri menarik lengan Syifa dan Aldi.


Terlihat Amara, Intan, Galih, Andika dan Candra yang sudah berdiri disana.


"Lama amat sih.. " ucap Amara ketus.


"Udalah cepetan... " ucap Andika.


Mereka pun berjalan.


"Sebenernya kita mau observasi kemana sih? " bisik Syifa pada Fitri.


"Ke transtudio**" ucap Fitri berbisik pula.


Syifa pun mengangguk paham.


(Sesampainya di depan Transtudio)


"Kalian tunggu dulu disini" ucap Amara.


Dia berjalan menuju loket pembayaran, tak lama kemudian dia pun kembali dengan membawa 8 tiket.


"Nih... " ucap Amara menyerahkan 7 tiket sedangkan dia mengambil 1.


"Jadi kita di traktir nih? " tanya Galih.


"Ih... apa apaan sih lo Transtudio ini kan milik papa nya" ucap Candra.


"Yaudah ayo masuk" ucap Amara.


Mereka pun berjalan memasuki Transtudio itu, banyak sekali wahana disana.


"Ayo naik yang itu" ajak Galih pada Andika.


"pa apaan sih lo kita kan mau observasi bukan main" ucap Aldi.


"Wow tempatnya gede juga, pasti Papa nya Amara ini orang kaya" batin Syifa.