The Secret Of Love

The Secret Of Love
#34



(Keesokan harinya)


Syifa berangkat seperti biasa dengan persaan yang sulit untuk di jabar kan.


"Mah Syifa masuk dulu yah" ucap Syifa mencium tangan mamah.


Tak lama kemudian dia pun berlari menuju kelasnya di atas.


"Iyah gk tau malu banget dia" bisik seseorang.


"Iya,,, pokonya gue ilfil deh sekarang" bisik yang lain.


"Eh lo cewe bermuka dua itu kan?" tanya seseorang.


"Maksud lo? " tanya Syifa heran.


"Udahlah jangan banyak ngeles" ucap yang lain.


Mereka membawa batu batu kecil(kerikil) dan melemparnya ke arah Syifa, tak lama kemudian datang beberapa siswa yang lain yang juga melempar kerikil ke arah Syifa.


Bruk


Syifa tersungkur setelah di dorong salah seorang dari mereka.


Tiba tiba saja datang salah seorang cowo yang memeluk Syifa dan melindungi Syifa.


"Cukup, cukup kalian semua" ucap cowo itu, Rivan.


Semua siswa terdiam.


"Ayo ikut gue" ucap Rivan, menarik lengan Syifa.


"Huuh dasar" teriak seseorang.


"Ada apa sih ini sebenernya? " tanya Syifa pada Rivan.


"Harusnya gue yang nanya, ke napa lo lakuin itu? " tanya balik Rivan.


"Lakuin apa van? gue gk ngerti" ucap Syifa.


"Jadi lo beneran gk tau? " tanya Rivan.


"Astagfirullah tau apa sih gue gak ngerti,,, " ucap Syifa.


"Lo kan yang udah sewa orang, buat gebukin Aldi,, " ucap Rivan.


"Apa?gue nyuruh orang buat gebukin Aldi? " tanya Syifa. "Ngk lah, gila kali ya gue gebukin temen sendiri"ucap Syifa membela diri.


" Tapi berita ini udah nyebar, katanya lo ajak Aldi ketemuan di taman komplek mawar tapi yang dateng tuh 3 cowo yang gebukin Aldi sampe dia babak belur"ucap Rivan panjang lebar.


"Ya maka dari itu gue tanya langsung sama lo" ucap Rivan.


"Gue gk pernah lakuin itu, gue berani sumpah" ucap Syifa.


"Yaudah, sekarang lo mendingan ke kelas dulu gih, keburu makin rumit suasananya" suruh Rivan.


Syifa pun segera berlari menuju kelas.


Sesampainya di kelas semua mata menatap benci Syifa.


Syifa menelan ludah.


Dia pun segera duduk di sebelah Amara, entahlah tapi Amara bersikap seperti biasa.


"Siff gue mau ngomong sama lo" ucap Fitri menarik lengan Syifa.


Fitri menarik lengan Syifa hingga ke ujung lorong.


"Siff, bener apa lo yang terlibat dalam kasus itu? " tanya Fitri yang juga sepertinya meragukan kebenarannya.


"Kenapa sih, lo gk percaya sama gue? " tanya Syifa.


"Bukannya gitu, gue cuman mau mastiin kalo itu bukan elho" ucap Fitri.


"Fit, denger yah,,, gue berani sumpah, gue gk ngelakuin itu" ucap Syifa.


"Gue percaya sama lo tapi pertama tama kita harus cari orang yang nyebarin berita hoax ini dulu" ucap Fitri.


"Thanks lo selalu percaya sama gue" ucap Syifa.


"KEPADA ASSYIFA NUR AZZAHRA KELAS XII IPS 3 HARAP KE RUANG BK" Suara Speaker terdengar.


"Bahkan guru BK pun udah pada tau" ucap Syifa.


"Udah, lo jangan takut, biar gue anter" ucap Fitri meyakinkan Syifa.


Mereka berdua puji berjalan menuju ruang BK.


Sesampainya di ruang BK Syifa dan Fitri dipersilahkan duduk oleh bu Lina, guru BK.


"Syifa, apakah benar kamu membayar orang untuk memukuli Aldi? " kata bu Lina mulai meng intograsi.


"Saya berani sumpah bu, saya gk pernah ngelakuin itu,,,, " ucap Syifa.


"Kamu gk usah ngeles, semua bukti sudah ada, mau apa kamu" ucap Bu Lina.