The Secret Of Love

The Secret Of Love
#10



"Oke jadi karna ada yang telat,saya ulang kembali perkataan saya," ucap Bu Lina guru BK yang tadi hukum Syifa, Aldi dan Rivan.


"Jadi, sebentar lagi sekolah kita akan pergi Studytour ke Jogja, dan acara ini wajib diikuti seluruh siswa terutama kelas XII, maka dari itu sekarang saya akan membagikan surat izin orang tua, dan besok suratnya sudah harus ditanda tangani" lanjutnya"Yang saya panggil maju dan ambil surat ini:


Aldi Saputra


Alvira Rohmah


Andika Fajar


...


...


BlaBlaBlaBla


Terakhir;


Assyifa Nur Azzahra


oh jadi kamu murid baru ya? "tanya bu Lina.


Syifa mengangguk ragu. " Pantesan aja absennya paling belakang padahal namanya berawal dari huruf A"ucap Bu Lina.


"Syukurlah, ternyata Bu Lina ini, gk inget kalo gue yang tadi dia hukum" batin Syifa merasa tenang.


"Tunggu, " ucap Bu Lina. Syifa menoleh"Kamu yang tadi pingsan kan? udah mendingan? "tanya Bu Lina.


" Udah baikan ko Bu"ucap Syifa.


"Syukurlah" ucap Bu Lina lega.


"Segitu aja pengumuman dari saya, jangan lupa besok kertasnya dibawa" tegas beliau lagi. Dia pun segera keluar meninggal kelas XII 3.


"Pupth gue kira bu Mia" ucap Fitri lega.


"Iya ternyata cuma Bu Lina, cuma ngasih pengumuman lagi" ucap Intan.


"Oh iya... tour ke Jogja ya, asyik kayanya seru deh" ucap Fitri.


"Studytour ke Jogja? " tanya batin Syifa.


"Iya, gue harap lo gak akan pernah kepikiran buat ninggalin gue" lanjut Syifa sambil menatap mata Fadly.


"Gk mungkin gue hianatin lo, 2 tahun tu bukan waktu yang bentar,dari pertama MPLS kita ketemu gue udah suka sama lo dan sekarang gue udah terlalu sayang sama lo" ucap Fadly meyakinkan.) {Bayangan Syifa saat masih kelas XI di Jakarta saat Studytour ke Jogja}


"Siff, lagi ngelamunin apa sih? " ucap Fitri mengagetkan Syifa.


"Gk ko" ucap Syifa kaget.


"Gpp, kalo lo mau curhat, curhat aja sama gue" ucap Fitri.


"Gk ko" jawab Syifa sambil memasukkan tanganya ke saku roknya itu.


"Ko kayak ada yang kurang sih" batin Syifa.


"Astaga memory HP gue mana ya? " ucap Syifa kaget.


"Apa? lo nanyain memory, ya di hp lah" ucap Intan sambil tertawa.


"Ngak tadi gue copot dulu terus gue simpen di saku rok gue, dan sekarang udah gak ada" ucap Syifa sambil melihat lihat ke arah lantai.


"Mungkin jatoh di sebelah sinih... " ucap Fitri sambil mencoba membantu Syifa mencari memory nya yang hilang.


"Gk ada Fit, gue udah cari.. " ucap Syifa.


"Yaudalah santai aja, lagian memory murahkan? " ucap Fitri santai.


"Iya gue tau memory itu murah, tapi itu penting banget bagi gue, ada berkas² pelajaran sama foto foto masa kecil gue disana" ucap Syifa yang mulai tak tenang.


"Jangan jangan di halaman belakang lagi" ucap Intan ngasal.


"Oh iya, ko gue gak kepikiran sih, yaudah gue gue ke halaman belakang dulu ya... " ucap Syifa sambil berlari.


"Anak ini, ada ada aja" ucap Fitri.


"Aduh... padahal ini baru hari kedua gue sekolah, tapi udah banyak banget masalah yang gue alami, mulai dari kesiangan, di hukum berdiri di lapangan, sekarang semua kenangan gue ilang juga sama memory itu" Batin Syifa menggerutu saat di jalan.


Oh iya kalian bisa rekomendasi in ya buat alur ceritanya kayak gimana, tinggal komen aja;'))