
"Oh iya gue punya kabar gembira Siff.. " ucap Fitri.
"Pa tuh? " tanya Syifa.
"Doi gue nembak gue" bisik Fitri.
"Apa? " tanya Syifa kaget.
"Iya gue serius" ucap Fitri lagi.
"Terus lo Terima? " tanya Syifa.
"Ya iya lah.. " ucap Fitri.
"Emang doi lo siapa? " tanya Syifa untuk yang kesekian kalinya.
"Fadly, temenya Rivan kelas IPS 2 itu" ucap Fitri senang.
"Fadly? " tanya Syifa Syok.
"Iyah emang kenapa? " tanya balik Fitri.
"Oh gpp ko" ucap Syifa.(Sekilas dia teringat akan mantanya Fadly)
"Langgeng ya... " goda Syifa.
"Thanks" ucap Fitri
Tak sengaja Amara mendegar percakapan mereka berdua.
"Oh iya Intan mana? " tanya Fitri tiba tiba.
"Oh... tadi sih dia di kantin, tapi gk tau sekarang ada dimana.. " ucap Syifa.
"Gu.... gue mau ngomong sesuatu sama lo" ucap Intan pada Aldi.
"Kayanya itu Intan deh" ucap Fitri.
"Iya sih" ucap Syifa.
Fitri dan Syifa menoleh ke depan pintu, disana berdiri Intan dan Aldi.
Hampir semua mata tertuju pada mereka berdua.
"Mau apa sih dia? " ucap Seseorang
"Jangan jangan dia mau ngungkapin perasaannya lagi" sahut yang lain sambil tertawa.
"Ada apa sih? " tanya Syifa.
"Ngomong apa? " tanya Aldi.
"Gu.. gue.... "
Kriiiiiiiiing
Bel masuk berbunyi.
"Udah masuk, gue mau duduk" ucap Aldi yang segera pergi meninggalkan Intan.
"Gue suka sama lo" ucap Intan.
Sontak Aldi kaget dan berbalik badan.
Aldi tidak menjawab tapi dia mendekati Intan.
"Sorry tapi gue udah suka sama seseorang" ucap Aldi.
Jleb sakit rasanya hati Intan.
Aldi pun segera kembali meninggalkan Intan dan duduk di kursi nya.
Intan berjalan lemas menuju tempat duduknya.
"Intan, lo gpp kan? " tanya Syifa memastikan.
Fitri hanya menatapi wajah Intan yang terlihat putus asa.
"Udahlah gk usah dipikirin" ucap Fitri menenangkan.
"Iya, lagi pula cowo tuh banyak kan? nanti pasti ada seseorang yang lebih tulus mencintai lo" ucap Syifa.
"Ini semua pasti gara gara Syifa, Aldi pasti suka sama Syifa, tatapan nya aja beda ke Syifa, emang gue tuh sial banget" batin Intan sambil melihat ke arah Aldi yang tengah memerhatikan Syifa.
"Tan.. lo masih disini kan? " tanya Fitri bercanda.
"Apaan sih lo, jelas jelas gue di depan lo... masa lo nanya kaya gitu" ucap Intan.
"Yah gue takut, gara gara tadi lo kerasukan arwah saking marahnya" ucap Fitri sambil tertawa. Syifa pun ikut tertawa.
"Selamat pagi" tiba tiba saja guru mata pelajaran bahasa datang.
"Pagi" ucap seluruh Siswa.
(Ditengah pelajaran)
"Syifa, kamu isi no 3 ya" ucap guru tersebut.
"Iya bu" ucap Syifa.
Dia pun segera berjalan ke depan dan mengisi pertanyaannya.
"Selanjutnya... Aldi kamu isi no 4" ucap guru lagi.
"Apa? oh iya bu" ucap Aldi seakan kaget.
Aldi pun berjalan ke depan sedangkan Syifa berjalan menuju tempat duduk nya kembali.
"Aduh ini soal susah amat" batin Aldi."Yaudahlah ngasal aja"lanjutnya.
"Udah bu" ucap Aldi.
"Oh iya silahkan duduk kembali" ucap guru tersebut.
"Piuh untung aja tadi gue sempet nulis jawabanya di telapak tangan" ucap Aldi lega.
(Jadi tadi saat akan mengisi dengan jawaban ngasal, Aldi teringat bahwa dia sempat menuliskan jawaban temannya di telapak tangan)
...
Kriiiiiiiing
"Udah istirahat ajah, ke kantin yu" ajak Fitri.