The Secret Of Love

The Secret Of Love
#15



Ckit


Mobil mereka terhenti di depan sekolah.


Syifa pun segera turun dari mobil dan melambaikan tangan pada mamahnya.


Syifa berjalan memasuki area parkiran, sekolah masih agak sepi hari ini.


"Syifa.. " teriak seseorang yang membuat Syifa menghentikan langkahnya dan mencari sumber suara itu.


"Intan... " teriak Syifa setelah memastikan bahwa itu benar Intan.


"Tumben lo udah dateng? " tanya Intan yang segera menghampiri Syifa.


"Iya, hari ini gue dianter mamah" jawab Syifa.


"Siff, anter dulu gue ke kantin yu..., laper nih" ucap Intan sambil memegangi perutnya.


"Oke" ucap Syifa.


Mereka berdua pun segera berjalan menuju kantin.


(Sesampainya di kantin)


"Siff lo duduk dulu di sini ya... gue mau pesen dulu, lo mau gak? " kata Intan.


"Gak usah gue udah sarapan ko" ucap Syifa.


Intan pun segera mengangguk dan berjalan menuju pedagang bubur.


"Pak bubur nya satu ya, campur" ucap Intan pada penjual itu.


Syifa duduk sambil memandangi layar handphone nya.


Tidak lama kemudian Intan datang membawa setu mangkuk bubur ayam.


Saat intan sedang memakan bubur nya dan Syifa menatap layar handphone nya Amara datang degan wajah kesal.


"Hei elo gk usah deh deketin Rivan, dasar Lon*e" ucap Amara di depan Syifa.


"Maksud lo apa ngomong kaya gitu? " tanya Syifa, sepertinya dia mulai marah.


"Ya, iya lah lo kan yang ngajak Rivan makan ke Cafe, dasar gak tau diri" ucap Amara, dia memperlihatkan foto Rivan dan Syifa saat berada di Cafe.


"Terus kalo gue ke Cafe sama Rivan apa urusannya sama elo? " tanya Syifa. Dia mulai berdiri dari duduknya.


"Udah udah, Siff jan di ladenin" ucap Intan mulai menenangkan.


"Pacarnya bukan, adeknya bukan ngapain lo so ngelarang larang gue pergi sama Sahabat gue" ucap Syifa bernada emosi.


"Sahabat? pasti lo ngarep lebih dari itu, iyakan? " ucap Amara. "Lo pasti sama kaya cewe lainya cuma mau manfaatin duit Rivan" lanjutnya.


"Udah, apa apaan sih lo" lanjut Rivan.


Amara mulai gugup, dia tidak dapat berkata kata.


"Sini elho.. " ucap Rivan yang segera menarik lengan Amara.


Mereka pergi entah kemana.


Intan dan Syifa pun kembali duduk.


"Gue duluan ke kelas ya... " ucap Syifa menggendong tas nya.


"Oke, hati hati" ucap Intan.


Syifa berjalan di Koridor menuju kelas.


Syifa melihat ada seorang lelaki berdiri di depan pintu yang ternyata adalah Aldi dengan teman temannya.


Aldi melontarkan senyuman, namun Syifa menganggapinya dingin.


Saat masuk ke kelas Syifa melihat Amara tengah duduk degan wajah kesal.


Syifa mulai berjalan dan duduk di kursinya yang sebangku dengan Amara.


Dia menyimpan tas nya dan duduk dengan wajah murung.


"Syifa, gue minta maaf" ucap Amara tiba tiba.


"Gue tau gue yang salah" ucap Amara lagi.


Syifa tidak merespon mungkin dia masih kesal pada Amara.


"Kalo bukab karna Rivan najis gue minta maaf sama dia" batin Amara.


"Lo mau kan maafin gue? " tanya Amara lagi.


Syifa menganguk. Namun tidak mengatakan apa apa.


"Halo Syifa" ucap Fitri yang baru saja tiba. Dia terlihat ceria sekali hari ini.


"Hai Fit" ucap Syifa.


"Lo kenapa, mukanya ditekuk gitu? " tanya Fitri keheranan.


"Gpp ko, lo ceria banget hari ini" ucap Syifa.


Lanjut✔