The Secret Of Love

The Secret Of Love
#30



"Iya juga yah,," jawab Fitri.


"Oh iya gue lupa gue mau ambil buku gue di meja Bu Mia" ucap Syifa


"Gue anter,,, " ucap Fitri.


Mereka berjalan menuju ruang guru.


Saat sampai di depan ruang guru mereka merasa ada keanehan.


"Ko sepi banget? " tanya Fitri.


"Iya,, " ucap Syifa.


Mereka berdua pun segera masuk ke dalam ruang guru, benar saja tidak ada satu pun guru disana.


Syifa berjalan menuju meja Bu Mia. Sedangkan Fitri berjalan melihat satu persatu meja.


Fitri melihat sebuah kertas, dia pun segera mengambilnya dan membacanya.


"Hore,,,,, " teriak Fitri gembira sesaat setelah membaca kertas itu.


"Apaan sih lo? " tanya Syifa.


"Hari ini semua guru gk masuk karena istirahat, dan yang masuk cuma guru TU doang" ucap Fitri.


"Itu berarti,,," ucap Syifa.


"Jamkossssss" teriak mereka berdua.


Mereka pun segera keluar dari ruang guru dan kembali ke kelas.


"Ke kantin yu" ajak Fitri pada Syifa sambil memegangi perutnya.


Syifa mengangguk.


Mereka berjalan menelusuri lorong yang lumayan ramai dengan para murid.


"Hai Syifa" ucap Rivan yang sedang nongkrong di kantin.


"Hai van" ucap Syifa.


"Fit disini aja bareng gue" ucap Fadly.


"oke" ucap Fitri senang.


"Kalian mau pesen apa gue traktir deh" ucap Rivan pada Aldi, Syifa, Fadly, Fitri, Candra, Agif, dan yang lainnya.


"Gue mau bakso" sahut Galih.


"Gue batagor" ucap Candra.


Bla


Bla


Bla


"Lo mau apa siff? lo juga mau apa di? " tanya Rivan pada Syifa dan Aldi.


"Buble Drink rasa green tea" ucap mereka serempak.


Mereka saling bertatapan.


"Apaan sih lo ngikutin mulu" ucap Aldi.


"Harusnya gue yang nanya kenapa lo ngikutin gue mulu" ucap Syifa tak mau kalah.


"Ih naj*s kali gue ngikutin lo" ucap Aldi.


"Dasar,,, " ucap Syifa dia menarik rambut Aldi yang kaya oppa oppa Korea gitu wk


"Udah udah, sana gih pesen" ucap Rivan seperti tak suka.


"Syifa kayanya nyaman banget sama Aldi" batin Rivan.


Syifa dan Aldi kembali dengan sebuah nampan berisi 2 Buble Drink dan 2 Crunchy Hotdogt.


Mereka menyantap makanan dan minuman itu dengan wajah sedikit memerah karena malu.


"Apa lo liat liat? " tanya Syifa pada Aldi yang tengah memandangnya.


"Idih GR banget" jawab Aldi.


Syifa tersipu malu, dia tidak bisa berkata apa apa.


"Ko diem? " tanya Aldi meledek.


"Bacot,,,, " ucap Syifa, lagi lagi dia menarik rambut Aldi.


"Meski dia agak galak, tapi gue suka sikap dia yang dingin-galak gitu" batin Aldi.


"Ke kelas yu" ajak Syifa pada Fitri.


"Ayo" ucap Fitri.


"Fad, jangan lupa pulang sekolah yah,,, " ucap Fitri sebelum pergi pada Fadly.


"Syap" ucap Fadly.


"Siff, kayanya Aldi suka deh sama elo,, " ucap Fitri.


"Apa apaan sih lo gk mungkin lah" jawab Syifa.


"Gak ada yang gak mungkin " ucap Fitri.


"Gk mungkin lah, gue sama Aldi itu cuman temenan biasa, gk lebih" ucap Syifa.


"Lo tuh di bilangin susah amat ya, gue juga tau gimana sikap orang yang lagi jatuh cinta" jelas Fitri.


"Iya Iya terserah lo dah" ucap Syifa.


Tiba tiba saja Aldi datang dengan menyimpan jaket di pundaknya. Singkatnya sih dia Cool.


Aldi berjalan menuju kursinya namun dia menatap tajam mata Syifa.


"Tuh kan,,, setiap dia lewat pasti ngelirik lo" bisik Fitri.


"Apa apaan sih, itu mah tatapan benci bukan suka" ucap Syifa.


Syifa pun melihat sinis ke arah Aldi. Kemudian dia menatap Fitri kembali.


"Udah ahk gue males" ucap Syifa dia pun segera menempelkan wajahnya di meja kemudian menutup matanya, alias tidur.


"Nih anak, ngebo iblis kali ya.... " ucap Fitri melihat sahabatnya.