The Secret Of Love

The Secret Of Love
#28



"Oke anak anak sekarang kita akan pergi ke candi Borobudur sekarang semua siswa harap naik ke bisa dan duduk dengan tenang" ucap Pak Marino.


Para siswa pun segera naik ke bis.


Syifa segera duduk di kursi nya. Entahlah, dia tidak melihat Aldi.


"Bis akan berangkat 5 menit lagi" ucap Bu Lina.


"Ni anak kemana sih, kalo dia ketinggalan gimana coba" ucap Syifa yang mulai resah.


5 menit kemudian....


"Anak anak bis akan berangkat sekarang juga" ucap Bu Lina.


Supir bis segera menyalakan bis nya, saat akan menginjak pedal gas, tiba tiba....


"Tunggu bu" ucap Syifa membuat semua mata tertuju pada dirinya.


"Teman se kursi saya, Aldi belum datang" ucap Syifa.


"Udahlah bu tinggalin aja, lama bis lain udah pada berangkat" sahut seseorang.


"Iya" ucap yang lain.


"Ya sudah terpaksa kita tinggalkan saja Aldi" ucap Bu Lina.


"Tunggu, tunggu" teriak seseorang sambil berlari.


Sontak Syifa melihat ke arah itu ternyata itu Aldi dan Rivan.


Bis pun segera berhenti.


Aldi dan Rivan segera naik ke dalam bus.


"Maaf bu saya terlambat" ucap Aldi pada bu Lina.


"Ya sudah lah,,, kamu Rivan kenapa naik kesini? " tanya Bu Lina.


"Bis saya udah berangkat bu, boleh kan saya numpang" ucap Rivan.


"Tapi tidak ada kursi kosong, kalo kamu bersedia duduk dibawah yah silahkan" ucap Bu Lina tak peduli.


"Gpp lah yang penting gue ikut" batin Rivan sambil mengangguk.


Aldi segera duduk di sebelah Syifa sedangkan Rivan duduk di bawah.


"Di lo kemana dulu sih? " tanya Syifa.


"Kepo lu" ucap Aldi.


"Naj*s,,,, gue kan cuma nanya" ucap Syifa, dia sedikit kesal.


"Jadi gue sama Rivan lupa pasang alarm makannya kita kesiangan deh" ucap Aldi santai.


"Di, giliran dong gue yang duduk disana pegel nih" ucap Rivan pada Aldi.


"Apaan sih lo gk ahk malu kalo gue duduk disana" ucap Aldi tak mau kalah.


"Lo kan temen gue, bantuin lah" ucap Rivan.


"Naj*s" ucap Aldi yang segera memalingkan pandangan.


"Plis lahh di, gue mohon" ucap Rivan so manja.


"Yaudahlah tapi gantian ya" ucap Aldi.


Rivan pun mengangguk setuju. Rivan segera duduk di kursi sedangkan Aldi duduk di bawah.


Rivan sedikit berbincang bincang dengan Syifa. Sedangkan Aldi sibuk mencari cara agar dia bisa duduk di kursi kembali.


"Udah, udah Van sekarang gue yang duduk disana" ucap Aldi mencoba berkata.


"Apaan sih lo perasaan baru bentar" ucap Rivan.


"Udah udah pokonya gue duduk disana" ucap Aldi.


Saat Aldi hendak duduk tiba tiba saja bis terhenti.


"Kita udah sampai, silahkan turun dan berkumpul di depan gerbang" ucap Bu Lina.


"Apa? udah sampe! " batin Aldi.


"Kasian deh lo" ejek Syifa.


"Awas ya" ucap Aldi yang mulai marah.


Semua orang pun turun dari bis.


"Oke anak anak sekarang, semuanya sudah berkumpul, sekarang silahkan kalian jalan jalan Foto foto asalkan saat waktu dzuhur nanti kita sudah berkumpul di depan masjid" ucap Kepala sekolah.


"Iya Pak" ucap seluruh siswa.


Mereka pun segera bubar dan pergi entah kemana.


Tak terkecuali Syifa dan Fitri mereka berjalan menuju sebuah candi.


"Siff liat manik manik itu yu... " ajak Fitri sambil menarik lengan Syifa.


"Pak ini berapa" tanya Fitri.


"15.000" ucap penjual manik manik tersebut.


Bla bla bla bla...