
"Beneran gpp?" tanya Fitri lagi.
Syifa mengangguk.
"Yaudah kalo gitu gue duluan ya.. " ucap Fitri sambil berlari menuju sebuah mobil yang ternyata adalah mobil Fadly.
"Byee" ucap Fitri.
"Bye" ucap Syifa.
Syifa berjalan sendirian, tidak seperti biasanya.
Dia pun segera memainkan handphone nya, dia ingin memesan taksi Grab.
"Aduh handphone gue lobet lagi"ucap Syifa. " Apa gue nunggu taksi lewat aja kali ya.. "ucapnya lagi.
Syifa pun memutuskan untuk menunggu taksi lewat, tiba tiba saja lewat di depannya sesorang, Aldi.
" Eh, lo belom pulang? "tanya Aldi pada Syifa.
Syifa masih diam dan bersikap dingin.
" Mau gue anter?"ucap Aldi.
"Thanks sebelumnya, tapi gue mau naik taksi" ucap Syifa yang segera berdiri dan naik sebuah taksi.
Aldi pun terseyum sendiri disana.
...
"Ini pak, makasih ya" ucap Syifa sebelum dia turun dari taksi tersebut.
Syifa berjalan menuju rumahnya. Terlihat di parkiran ada mobil mamah terparkir di halaman rumah.
Tapi Syifa menyikapinya dingin.
"Syifa pulang" ucap Syifa saat masuk ke dalam rumahnya.
"Neng udah pulang? " tanya Bi Inah.
"Heem, Bi mamah mana? " tanya Syifa.
"Oh mamah di kamar, neng" ucap Bi Inah.
Tanpa menjawab perkataan Bi Inah Syifa lansung berjalan menuju kamar mamahnya.
"Mah... " ucap Syifa.
"Masuk.. " ucap Mamah.
"Mamah kenapa? " tanya Syifa khawatir saat melihat mamahnya yang terbaring lemas di kasur.
"Gk papa mamah cuma batuk aja" ucap Mamah. "Kamu masih bisa nyetir kan? " tanya mamah.
Syifa mengangguk.
"Beliin obat batuk buat mamah ya uhuk uhuk" ucap mamah.
"Iya mah" ucap Syifa.
"Kuncinya di depan televisi ruang tengah,, uhuk uhuk" ucap Mamah.
Brem
Mobilnya menyala.
"Aduh.... canggung juga, udah lama gak nyetir" ucap Syifa.
Syifa pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan Stabil.
...
Ckit
Syifa sampai di depan apotik.
Dia pun segera turun dan masuk ke dalam Apotik.
Tidak lama kemudian Syifa pun keluar dengan memegang keresek kecil berisi obat untuk mamahnya.
...
"Anjay, jalanannya macet banget" ucap Syifa.
"Oh iya ngomong ngomong gimana ya keadaan bokap Rivan? " tanya Syifa entah pada siapa.
Syifa pun segera mengambil ponselnya yang disimpan di saku celananya.
"Mungkin dia lagi sibuk" batin Syifa.
Dia pun meletakkan ponselnya.
Dan mulai mengemudi lagi, jalanan sudah tidak terlalu ramai lagi sekarang.
(Sesampainya di rumah)
Syifa lagsung berlari menuju kamar mamahnya, tidak lupa sebelum keluar dari mobil dia mengambil handphone nya terlebih dahulu.
"Ini mah" ucap Syifa dengan nafas yang masih tersenggol senggal karena tadi ia berlari.
"Makasih" ucap Mamah.
"Syifa ke kamar dulu ya mah" ucap Syifa sambil beranjak pergi. "Mamah istirahat aja, jangan kerja dulu" ucap Syifa.
(2 bulan kemudian)
Tidak terasa Syifa sudah sekolah disana selama 2 bulan lebih, tinggal menunggu 3 bulan lagi untuk UN dan kelulusan.
Syifa mengisi hari harinya itu dengan bersenang senang bersama sahabatnya Fitri dan yang lain.
Entahlah, sejak peristiwa Intan ditolak oleh Aldi, dia jadi jarang komunikasi dengan Fitri maupun Syifa.
Hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan bagi semua warga sekolah.
Hari ini adalah hari mereka berangkat Studytour ke Jogja, tepatnya pada bulan Maret.
"Oke anak anak saya akan beri kalian kartu dan nanti sudah ada nomor kursi dan kamar disana" ucap Bu Lina.