
"Bukti apa bu,,, " ucap Syifa.
Lihat ini.
Bu Lina memperlihatkan handphone nya.
"Tapi bu saya gk pernah chatt Aldi kaya gini " ucap Syifa mencoba agar bu Lina mengerti.
"Sudah salah, banyak ngeles lagi, kamu di skors selama satu minggu" ucap Bu Lina.
"Tapi bu,,,, " ucap Syifa.
"Keluar" ucap Bu Lina.
Syifa berjalan bersama Fitri untuk kembali ke kelas.
"Kenapa sih? siapa yang berani ambil handphone gue dan chatt kaya gini? " tanya Syifa pada dirinya sendiri.
"Udah siff, mendingan kita fikirin di kelas gimana jalan keluarnya" ucap Fitri.
Mereka berdua pun sampai di kelas.
Ternyata hampir semua siswa sudah datang, termasuk Aldi. Benar saja dia babak belur.
Tiba tiba saja Aldi dan teman temannya menghampiri Syifa.
"Lo cewe tapi hati lo kaya iblis" ucap Candra di hadapan Syifa.
Syifa memcoba menahan amarahnya.
"Kenapa lo suruh orang buat mukulin Aldi, kenapa,,, " teriak Andika sambil menarik kerah baju Syifa, tiba tiba saja Andika mendorong Syifa hingga ia terjatuh dan kepalanya membentur tembok.
"Sifa" teriak Fitri.
Fitri mencoba mendekati Syifa.
Amara yang terkejut segera mendekat ke arah Syifa, Aldi dan yang lainnya.
Aldi menarik lengan Syifa, hingga ia berdiri tegak.
"Kalo lo gk mau nerima cinta gue gak usah kaya gini caranya" ucap Aldi pelan.
Syifa masih menahan emosinya.
"Dasar iblis" ucap Candra.
"Lo tanya siapa? dasar cewe gobl*k " ucap Galih.
"Terus kalo bukan lo siapa? hah? hantu? " tanya Aldi, entahlah kali ini sepertinya dia sangat marah, tidak ada kesan lembut lagi baginya.
"Gue kira, kemarin lo mau jawab pertanyaan gue, tapi nyatanya lo malah sewa orang buat gebukin gue" teriak Aldi.
"Gue gk pernah janjian sama lo" jawab Syifa mencoba menjelaskan. "Lagian gue mau jawab semua itu hari ini, bukan kemarin"tegas Syifa. " Dan setelah gue pikir pikir, tenyata lo tuh arogan, gk ada lembutnya sama cewe, gk percaya sama orang yang lo suka selama ini, naj*s gue jadi cewe lo"ucap Syifa, tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya.
"Gk perlu, karena sekarang gue udah punya cewe yang lebih baik dari lo" ucap Aldi.
Tiba tiba saja Intan berdiri tepat di samping Aldi.
"Intan? " tanya Syifa kaget.
"Cabut" ucap Aldi
Aldi dan teman temannya pun segera pergi meninggalkan Syifa.
Syifa berdiam diri menyimpan amarah.
"Gue ngerti sekarang" ucap Syifa mengepalkan tangan.
"Apaan siff " tanya Fitri.
"Bodoh gue emang bodoh Intan yang udah jebak gue" ucap Syifa yang masih menatap Aldi dan yang lainnya tajam.
"Maksud lo? " tanya Fitri.
"Kemarin dia dateng dan minta maaf lalu dia pinjem handphone gue, dan gue yakin yang chatt Aldi itu pasti dia" ucap Syifa.
"Yaudah tinggal lo kasih tau aja Aldi, gampang kan? " tanya Fitri.
"Tapi masalah nya kita belum punya bukti yang kuat, dan cowo arogan itu pasti gk percaya" ucap Syifa.
"Tapi gue punya semua bukti" ucap Amara.
Sontak Syifa dan Fitri melirik ke arah Amara.
Fitri dan Syifa mengerutkan dahi.
"Iyah, gue punya semua bukti nya" ucap Amara.