
(Sesampainya di meja)
Sesampainya di tempat tadi Syifa segera duduk dan memainkan handphone nya, tidak ada percakapan diantara mereka, hanya keheningan sajalah yang terlihat
Selang beberapa menit, datang seorang pelayan dengan 2 jus mangga dan 1 piring Spaghetti yang terlihat sangat Enak.
Syifa segera mengambil segelas jus mangga dan tetap berfokus pada handphone nya sedangkan Rivan melahap Spaghetti yang di pesannya.
Tiba tiba saja Rivan menyodorkan spaghetti di garpu kepada Syifa(alias disuapin), tapi Syifa tetap saja bengong.
"Ini"ucap Rivan.
Dengan ragu Syifa pun memakan Spaghetti itu.
" Njir ini Spaghetti paling enak yang pernah gue makan"batin Syifa senang.
"Gimana,enak kan?"tanya Rivan.
Syifa mengangguk senang, tapi tiba tiba saja dia teringat akan suatu hal.
"Oh iya van, gue kan udah nganter elho ke sini sekarang mana memory gue? " tanya Syifa.
"Oh itu, gue hampir lupa Ini"ucap Rivan sambil menyerahkan sebuah memory.
" Thanks " ucap Syifa.
15 menit kemudian
"Siff tunggu bentar ya, gue bayar dulu" ucap Rivan mengedipkan mata.
Tak lama kemudian Rivan pun datang menghampiri Syifa.
"Ayo balik"kata Rivan sambil membawa jaketnya di atas meja.
Merekapun segera pergi meninggalkan Cafe itu.
Ckiiit
Mobilnya terhenti.
" Thanks ya van"ucap Syifa.
"Eh kamu baru pulang, ko temenya gak di ajak masuk dulu? " ucap Mamah yang berdiri di depan pintu masuk.
"Tumben mamah pulang? " tanya Syifa.
Belum sempat menjawab pertanyaan Syifa, tiba tiba saja Rivan keluar dari dalam mobil.
"Eh nak Rivan, sini mampir dulu" ajak Mamahnya Syifa pada Rivan.
Rivan pun mengangguk dan segera menghampiri mamahnya Syifa.
"Sore" ucap Mamah Syifa.
"Duduk dulu yah" ucap Mamah Syifa pada Rivan.
"Kamu mau kemana Syifa? " tanya mamah Syifa saat melihat anaknya yang menaiki tangga.
"Ya ke kamar lah" ucap Syifa.
"Kamu gak sopan banget , kan lagi ada tamu" ucap Mamahnya.
"Tapi Syifa gerah mah, pengen mandi" ucap Syifa.
"Mandinya kan bisa nanti, sekarang kamu temenin dulu Rivan gih, mamah mau bawa dulu minum" Kata Mamahnya yang segera pergi menuju dapur.
Mau tidak mau Syifa pun segera turun kembali dan duduk di Sofa.
Syifa mengeluarkan ekspresi tidak suka dari wajahnya. Lagi lagi, tidak ada percakapan di antara mereka.
Selang beberapa menit mamah Syifa datang dengan membawa tiga gelas Orange juice dan satu piring yang berisi makanan khas Jepang Sushi.
"Silahkan di nikmati" ucap Mamah Syifa seperti pelayan pelayan lestoran.
Syifa segera meneguk segelas Orange juice itu.
"Oh iya, Rivan tante udah lama gak ketemu kamu, kamu makin cakep aja" ucap Mamahnya Syifa.
"Tante bisa ajah" ucap Rivan ke Gr-an. "Tante juga makin cantik" lanjutnya.
"Ah... kamu ini... " ucap Mamahnya Syifa.
Melihat mamahnya dan Rivan mengobrol Syifa hanya bisa menyimak saja dia bakainya Nyamuk disana.
"Oh iya mamah kamu diamna sekarang? " tanya Mamahnya Syifa.
Tiba tiba saja Rivan terdiam, terlihat kesedihan dimatanya, tapi itu tidak berjalan lama.
"Mamah udah meninggal 1 tahun yang lalau tante**" jawab Rivan dengan nada rendah.
Jleb rasanya hati Syifa tersambar geledek."Inalilahi wainnailaihi rojiun"batin Syifa.
"Inalilahi, maaf tante gak bermaksud... "
"Gpp ko tan, santai aja" ucap Rivan.
"Oh iya tante udah sore nih, aku pamit pulang dulu yah" ucap Rivan sambil mencium tangan mamahnya Syifa.
"Iya hati hati" ucap Mamah Syifa seperti bersalah.
Syifa dan mamahnya pun memandangi mobil Rivan yang lama kelamaan mulai tak terlihat.