
"Kamu sih bukannya ngomong sebelumnya sama mamah" ucap mamah kesal pada Syifa.
"Ih.. mana Syifa tau kalo mamahnya Rivan udah meninggal" ucap Syifa tak mau kalah.
"Yaudah lah mah gak usah dipikirin, Syifa naik dulu yah" ucap Syifa berlari menaiki tangga.
Mamahnya Syifa pun segera masuk ke kamarnya.
Krek
Syifa membuka pintu kamarnya. Dia segera menyimpan tasnya dan duduk di atas kasur.
("Mamah udah meninggal 1 tahun yang lalu tante")
Kata kata itu terus terngiang di pikiranya.
"Oh iya gue kan belum sempet cek isi memory nya gue liat dulu ah.. " ucap Syifa.
Dia pun segera memasukkan memory itu ke handphone nya.
"Piuh,,,,, untung aja berkas berkas nya masih ada" ucap Syifa lega.
Dia pun segera ke kamar mandi.
Skip
Syifa menarik selimutnya dan mengambil handphone nya.
Tring
Tring
Tring
"Baru aja aktifin data udah banyak banget pesan whatsapp" ucap Syifa.
"Hoah.... " Syifa menguap.
Dia pun segera menyimpan handphone nya dan mencoba menutup matanya.
(*Tiba tiba aja Aldi menarik lengan Syifa, terlihat dari kejauhan Rivan yang sudah berdiri di depan gerbang.
"Hmm, gue gak nyangka, orang yang dulu temenan bisa jadi Bangsa*t ya... " ucap Rivan saat Syifa dan Aldi berjalan di depannya.
"Maksud lo apa ngomong kaya gitu? " tanya Aldi menghentikan langkah kakinya.
"Ini semua salah elho suruh siapa lo tikung gue" kata Rivan.
"Nikung apaan? orang jelas jelas Syifa gk suka sama elho*" ucap Aldi.
Tiba tiba saja kepalan tangan Rivan memukul Aldi**.)
"Cukuuuup" teriak Syifa. Keringat dingin bercucuran di badan Syifa."Oh cuma mimpi" ucap Syifa lega.
Syifa pun segera meminum seteguk air putih yang ada di meja belajarnya.
"Tapi ko gue ngerasa kalo itu semua kenyataan ya... " ucap Syifa pada dirinya sendiri.
"Udah ah gak usah dipikirin lagian kan cuma mimpi mendingan gue tidur lagi aja" kata Syifa, dia pun segera naik kembali ke ranjangnya dan mencoba kembali untuk tidur.
"Syifa, bangun nak udah jam setengah enam nih" teriak Mamah dari bawah.
"Apa? jam setengah enam? " tanya Syifa entah pada siapa.
Syifa pun segera bangun dan melihat jam, dan bener aja jam setengah enam.
"Iya mah" teriak Syifa.
Syifa pun segera bangun dan menyergap handuk lalu pergi ke kamar mandi.
Skip
"Pagi mah" ucap Syifa yang baru saja turun dari kamarnya.
"Pagi sayang" ucap Mamah. "Aduh anak mamah cantik banget" lanjutnya.
"Mamah bisa aja bikin aku GR" ucap Syifa.
Syifa pun segera duduk.
Dia mengambil dua lembar roti dan mengolesinya dengan selai Bluberry.
Setelah selesai Syifa pun segera menyantapnya dengan lahap.
....
"Ayo berangkat" ucap mamah sigap.
"Hari ini aku dianter mamah? " tanya balik Syifa.
"Iya" ucap mamah mantap.
Syifa pun segera beranjak pergi ke luar rumah bersama mamahnya.
(Dimobil)
"Oh iya Syifa ngomong ngomong gimana kamu betah sekolah disana? " tanya mamah memecah keheningan.
"Iya mah" ucap Syifa.
"Heem terus kamu udah punya pacar? " tanya mamah lagi.
"Apa apaan sih mamah, jadi ngelantur gitu nanya nya" ucap Syifa ketus.
(Sebenernya Syifa itu udah mati rasa sama cowo gara gara dia pernah dihianati oleh mantan nya di jakarta, Fadly)
Jangan Lupa Like ya.... 🤗Thanks 💛