The Secret Of Love

The Secret Of Love
#11



(Sesampainya di halaman belakang)


"Aduh tadi jatuh dimana ya... " ucap Syifa sambil melihat lihat ke arah semak semak.


"Oh iya tadikan gue duduk di pojokan sana, mungkin aja disana" ucap Syifa menuju pojokan tempat ia tadi duduk.


"Njir ko gak ada ya" ucap Syifa sambil terus menatap ke arah lantai.


Dug Syifa bertabrakan dengan seseorang yang berdiri dihadapannya.


"Minggir, minggir" ucap Syifa pada cowo itu.


"Lo nyari apa? " tanya cowo itu yang ternyata Rivan.


"Gue lagi nyari.... " omongannya terputus.


"Ini kan... " ucap Rivan memperlihatkan sebuah memory.


"Iya... " ucap Syifa, tiba tiba saja Rivan menutup mulut Syifa dan menyeretnya ke pojokan paling ujung.


"Apa apaan sih lo? " tanya Syifa syok. "Gimana kalo orang nuduh kita yang engak engak.. " ucapannya terputus. Makanya lo diem ucap Rivan. Syifa terdiam.


"Kayanya dia gak bakalan ke sini deh" ucap seseorang dari kejauhan.


"Iya, masa dia lari ke sini gk masuk akal" ucap yang lain. Terdengar suara derap kaki seseorang, seperti mendekat. Setelah tinggal 2 langkah lagi ke tempat Rivan dan Syifa bersembunyi terdengar teriakan seseorang.


"Lo mau kemana sih? dia gak mungkin lah disana'" ucap seseorang. Orang yang mendekat itupun akhirnya menjauh dan perlahan lahan suara langkah kakinya mulai tak terdengar.


"Tapi tadi gue kaya denger suara seseorang dari sana, ahk mungkin cuma perasaan gue aja" ucap orang itu sambil beranjak pergi dari halaman belakang.


"Piuh" ucap Rivan merasa lega.


"Siapa sih? " tanya Syifa penasaran.


"Biasa fans yang minta tanda tangan, tapi mereka tuh Rondel..... banget" ucap Rivan.


"Emang dia siapa sih sampe² punya Fans segala" batin Syifa.


"Ohh iya mana memory gue" ucap Syifa.


"Memory ini bakal gue kasih tapi...nanti saat kita pulang sekolah" ucap Rivan.


"Ih anj*r sini in gak... " ucap Syifa sambil mencoba merebut memory itu dari tangan Rivan.


"*IHK anj*r ngeselin amat tuh anak*" batin Syifa yang juga mulai meninggalkan halaman belakang dan menuju kembali ke kelas nya.


(Dikelas)


"Lo dari mana aja sih? " tanya Fitri.


"Iya ko lama banget... " sambung Intan.


"Kan gue udah bilang tadi, gue ke halaman belakang" ucap Syifa pasrah.


"Terus ketemu? " ucap Intan.


"Ada sih, cuma di pegang sama Rivan" ucap Syifa.


"Ko bisa sama dia? " tanya Intan lagi.


"Jadi yang nemuin itu sebenarnya Rivan, tadi mau gue ambil tapi dia bilang kalo gue harus pulang bareng gue, padahal gue lagi gak mood banget" ucap Syifa.


"Apa? lo diajak pulang bareng Rivan? kalo gue sih langsung mau aja " ucap Fitri


bersemangat.


"Iya tapi mungkin maksud Syifa dia lagi gak mood tuh takut dikira apa apa sama Rivan, iya gak? " jawab Syifa.


"100%" jawab Syifa."Oh iya ngomong² guru selanjutnya mana? "lanjut Syifa.


" Jadi lo belum tau? pelajaran bu Mia tuh lama banget Dari udah istirahat sampe pulang sekolah, makanya kita jamkos sampe akhir jam pelajaran... "teriak Fitri.


" Alay banget"ucap Amara yang tiba tiba saja nimbrung.


"Bodo.. " ucap Fitri.


"Jan so gaul deh elho" Amara ketus.


"Oh jadi lo ngeledek gue? " tanya Fitri dengan wajah yang masih santai.


"Emang kalo iya kenapa? " tanya Amara.


"Ya gpp, malahan gue bersyukur dosa gue diambil sama lo thanks ya" ucap Fitri sambil menepuk pundak Amara.