
(Pulang sekolah)
"Yaudah gue duluan ya siff" ucap Fitri yang segera naik ke dalam mobil Fadly.
Syifa pun melambaikan tangan.
Syifa masih berdiri menunggu taksi lewat.
Tiba tiba saja melintas di hadapannya sebuah motor ninja warna merah.
"Siff belom pulang? " tanya Aldi sambil membuka helm nya.
"Lo buta apa gimana sih, jelas jelas gue masih disini, berarti gue belum pulang dong" ucap Syifa kesal.
"Ya biasa aja kali,,, " jawab Aldi.
"Naik,,, " perintah Aldi.
Syifa bertanya tanya.
"Iya, cepetan gue anter" ucap Aldi.
Syifa pun segera naik motor milik Aldi.
(Di tengah perjalanan)
"Eh, eh lo mau kemana? " tanya Syifa melihat Aldi ke arah yang berlawanan dengan arah rumah Syifa.
"Udah lo anter gue dulu aja napa? " ucap Aldi.
"Iya Iya" ucap Syifa.
Ckit
Motor mereka berhenti di sebuah taman.
Syifa pun segera turun dari motor.
"Mau ngapain sih lo kesini? " tanya Syifa.
"Bisa diem bentar gak sih, dari tadi ngoceh mulu" ucap Aldi.
Syifa pun menutup mulutnya.
"Es Krim rasa coklat dua" ucap Aldi pada penjual Es Krim.
Penjual itu pun segera menyerahkan 2 es krim rasa coklat, dan Aldi pun membayar dengan uang selembar 50.000.
"Ambil aja kembaliannya" ucap Aldi.
Aldi dan Syifa pun segera berjalan menuju sebuah kursi.
Aldi segera memberikan 1 es krim kepada Syifa.
"Lo knp sih? ko jadi baik gini? apa jangan jangan lo sakit" tanya Syifa sambil memegang dahi Aldi.
"Apa apaan sih lo" ucap Aldi.
"Ya sorry, sorry habisnya lo aneh banget,,, " ucap Syifa memalingkan wajah.
Aldi tak berbicara lagi.
...
"Tunggu" ucap Aldi.
Seketika Syifa berhenti melangkah.
"Siff, sebenernya gue suka sama lo dari pertama kita ketemu" ucap Aldi.
"Gue udah lama mau ngomong ini sama lo, tapi gue baru bisa ngomong kali ini" lanjutnya.
"Apa lo mau jadi cewe gue? " tanya Aldi.
Deg deg deg
Entahlah setiap bersama Aldi jantung Syifa selalu berdegup kencang, mungkin ini yang dinamakan cinta Mhhe
"Lo mau kan jadi cewe gue? " tanya Aldi lagi.
Syifa masih berfikir, apa ini akhir dari semuanya. Perasaan yang sempat hilang karena Fadly, apakah akan tumbuh kembali?
"Sorry di tapi gue belum bisa jawab, gue butuh waktu" ucap Syifa sedikit ragu.
"Gue ngerti" ucap Aldi.
Mereka berdua pun segera berjalan meninggalkan tempat itu.
(Di jalan)
Tidak ada percakapan diantara mereka, hanya keheningan yang terlihat.
Sesampainya di depan rumah Syifa, Syifa segera turun dan berlari menuju rumahnya tanpa mengucapkan makasih.
Syifa segera menutup pintu.
Syifa melihat lewat jendela.
"Syukurlah dia udah pergi" ucap Syifa lega.
"Siapa? " tanya mamah yang tiba tiba saja muncul.
"Ngk ko mah" ucap Syifa sedikit gugup.
"Siapa? " tanya mamah lagi.
"Temen Syifa mah" ucap Syifa.
"Temen apa demen? " tanya mamah.
"Apaan sih mamah,, udah ah Syifa mau naik dulu" ucap Syifa sambil berlari menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar Syifa segera membaringkan diri seperti biasanya.
Deg deg deg
*"Lo mau kan jadi cewe gue"* kata kata itu terus terngiang di pikirannya.
"Apa apaan sih gue? " tanya Syifa pada dirinya sendiri.
"Apa jangan jangan gue emang suka sama Aldi? " kata Syifa lagi.
"Ahk,,,, apaan sih" ucap Syifa, dia pun segera menutupi wajahnya dengan bantal.