
"Apa apaan sih lo, lucu banget" ucap Syifa sambil tertawa.
"Gue serius" ucap Rivan.
Tiba tiba saja Syifa berhenti tertawa.
"Sorry van tapi gue cuman nganggep lo sebagai sahabat gak lebih, dan gue harap lo bisa ngerti" ucap Syifa.
Terlihat jelas Rivan kecewa berat. Tapi itu memang kebenarannya.
"Iya gue ngerti, dengan begini gue gak ragu lagi, meski cinta gue bertepuk sebelah tangan" ucap Rivan.
"Alay banget sih lo, gue bakal tetep jadi sahabat elo ko, tenang aja... " ucap Syifa.
TRIIIIIIIIING
Tiba tiba saja ada seseorang menelpon Rivan.
"Tunggu bentar ya siff" ucap Rivan. Dia pun mengangkat telpon itu.
...
"Ada apa van? " tanya Syifa saat Rivan selesai berbincang di telepon.
"Penyakit bokap gue tiba tiba aja kambuh, gue harus pulang sekarang" ucap Rivan, dia mulai berjalan.
"Di gue nitip Syifa sama lo yah, tolong anterin dia pulang" ucap Rivan pada Aldi yang tengah berdiri tidak jauh dari mereka.
"Iya, lo mau kemana van?" tanya Aldi.
"Nanti gue jelasin" ucap Rivan sambil berlari.
Syifa dan Aldi masih bengong disana.
"Oh iya siff lo gak main kembang api? " tanya Aldi pada Syifa.
Syifa menggelengkan kepalanya.
"Ini" ucap Aldi memberikan sebungkus kembang api pada Syifa.
"Gue gk pernah nyalain ini" ucap Syifa gugup.
"Ini tinggal nyalain pake korek api aja" ucap Aldi.
"Ngk ngk gue gak mau" ucap Syifa terbata bata.
"Lo tuh udah Sma masih aja kaya anak tk" ucap Aldi, dia mendekati Syifa.
"Gue takut di, terakhir gue main kembang api itu saat umur gue 4 tahunan dan waktu itu percikan nya kena tangan gue dan menyebabkan luka bakar makannya dari hari itu sampe sekarang gue gk berani lagi mainin kembang api" ucap Syifa, keringatnya mulai bercucuran.
"Lo ini,,,, sini" ucap Aldi memegangi tangan Syifa.
"Nih, sekarang lo pegang kembang api ini " lanjutnya.
"Tapi.... "
"Ngk ngk gue takut..... " teriak Syifa.
Tiba tiba saja Aldi memegang tangannya.
"Megangnya kaya gini dasar tol*l" ucap Aldi.
Deg deg deg
"Apa apaan sih gue" batin Syifa.
Entahlah setiap bersama Aldi jantungnya selalu berdetak dengan kencang.
"Di, mau disini apa mau pulang kita udah mau pulang nih" ucap Agif yang mengagetkan Syifa dan Aldi.
"Iya, kalian duluan aja, nanti gue nyusul" ucap Aldi, dia segera melepaskan tangan Syifa.
Teman temannya pun segera meninggal kan tempat itu.
"Siff, ayo pulang" ucap Aldi sambil mengambil jaket nya yang tadi di simpan di kursi.
"Oh iya bentar" Syifa pun segera meletakkan kembang api itu dan berjalan ke arah Aldi.
Mereka pun berjalan beriringan dengan Aldi menuju parkiran.
"Aduh dingin banget sih" ucap Syifa sambil menggosok gosok tangannya.
"Nih pake dulu jaket gue" ucap Aldi, dia menyerahkan jaketnya pada Syifa.
"Gpp gk usah" ucap Syifa.
"Gpp lagian dingin banget" ucap Aldi.
Syifa pun segera memakai jaket milik Aldi.
Merekapun segera naik sebuah motor ninja yang biasa Aldi pakai.
Tidak lama kemudian motor merekapun melaju.
~Hening~
(Sesampainya di depan Rumah Syifa)
"Thanks ya di ni jaket lo" ucap Syifa menyerahkan kembali jaketnya.
"Gpp pake aja dulu " ucap Aldi.
"Tapi.... " kata Syifa. Dia menghentikan perkataannya melihat Aldi yang telah pergi.
"Its Okkay" ucap Syifa.