The Secret Of Love

The Secret Of Love
#12



Oh iya buat para pembaca yang setia nungguin kelanjutannya, maaf banget ya aku agak telat buat episode barunya soalnya waktu itu aku lagi ada keperluan, boleh dong cerita dikit² jadi aku kemarin kemarin tuh Jambore.... makannya aku gk update² cerita deh, sok sibuk gitu:')) oh iya lanjut bacanya ya jangan lupa juga sukai😇


(Kembali ke alur cerita)


"Ih anj*r tuh anak sabar banget sih, itu orang yang gue cari" batin Amara.


(Pulang Sekolah)


"Yaudah kalo gitu kita duluan ya Siff" ucap Fitri sambil segera berjalan menjauh bersama Intan.


"Bye" ucap Intan dan Fitri sambil melambaikan tangan.


"Bye" ucap Syifa. Ia pun segera duduk di kursi dekat parkiran. Tidak lama kemudian Rivan pun datang.


"Ayo Siff" ucap Rivan sambil membukakan pintu mobilnya. Syifa pun mengangguk terpaksa.


(Dimobil)


"Nah gue kan udah pulang sama lo, sekarang mana Memory gue" pinta Syifa.


"Oh itu, tapi gue laper nih, ke cafe yu.. " ajak Rivan yang masih berfokus pada jalanan.


"Njir kalo bukan karena memory itu, males banget gue" batin Syifa. "Boleh juga" jawab Syifa.


Mobil merekapun segera menuju arah yang berlawanan degan arah rumah mereka.


(Sesampainya di Cafe)


"Ayo Siff" ajak Rivan.


"Duluan nanti gue nyusul" ucap Syifa malas.


"Emang lo tau tempat duduknya hah? " tanya Rivan. Syifa menggeleng. "Yaudah makannya cepetan" ucap Rivan.


"Iya, iya" ucap Syifa.


Merekapun berjalan beriringan dengan memakai seragam SMA, hari ini Cafe agak sepi entah kenapa.


Sesampainya di dalam merekapun segera duduk di sebuah meja nomor 213.Tidak lama kemudian datang seorang pelayan membawa sebuah buku menu. Syifa dan Rivan tidak sengaja memegang buku itu secara bersamaan.


"Lo duluan" ucap keduanya barengan.


"Lo aja duluan" ucap Rivan.


"Ngak lo duluan.. " ucap Syifa.


("Aku duluan" Ucap Syifa sambil merebut buku menu yang digenggam oleh Rivan.


"Enggak aku duluan" ucap Rivan tak mau kalah.


"Aku.... " ucap Syifa.


"***Aku*....."ucap Rivan." Yaudah kalo gitu kita barengan aja ya..."ucap Rivan lembut**)


Setelah membayangkan masa kecilnya itu Syifa pun mengangguk setuju.Mereka berdua pun melihat lihat menunya.


"Gue jus mangga aja" ucap Syifa.


"Makannya? " tanya Rivan spontan.


"Gk" jawab Syifa.


"Jus mangga dua,, spaghetti spesial dua" kata Rivan pada pelayan itu.


"Tunggu, lo pesen spaghetti dua buat siapa? " tanya Syifa.


"Buat monyet, yah buat elho lah" ucap Rivan yang segera memegang handphone nya.


"Gk ahk gue lagi gak mood" ucap Syifa.


"Yaudah mba kalo gitu spaghetti satu aja, mungkin dia pengen berdua biar so sweet" ucap Rivan kepedean.


Tidak lama setelah itu pelayanan itupun pergi.


"Gue ke kamar mandi dulu yah" ucap Syifa beranjak pergi.


"Wokeh" ucap Rivan setuju.


Syifa pun segera pergi menuju kamar mandi.


(Dikamar mandi)


Syifa menatap wajahnya dicermin kemudian dia membasuh wajahnya dengan air dan bercermin lagi..


"Anjay gerah banget" ucap Syifa."Tuh anak ngeselin banget, udah nyebut gue monyet, terus kira gue mau satu piring sama dia, najis"lanjutnya.


Setelah cukup lama Syifa menatap wajahnya dia pun segera keluar dan menuju tempat dimana tadi dia duduk bersama Rivan.