
Hari ini adalah hari dimana pernikahan Danu dan Ayyara akan diselenggarakan. Azka dan Arion tengah bersiap siap untuk menghadiri acara pernikahan Kakaknya ini
Dalam beberapa hari ini Azka memang merasa pusing dan mual, ia terus saja bolak balik kekamar mandi
"Kita kedokter saja ya" ajak Arion
"Tidak perlu, ini hanya pusing biasa, lagian ini kan hari penting Kakak" ucap Azka memegangi perutnya
"Yakin kamu nggak papa?" tanya Arion yang terlihat sangat khawatir
"Tenanglah aku tak apa, sudah ayo berangkat" ucap Azka menenangkan Arion lalu menariknya keluar memasuki mobil mereka
Didalam gedung pernikahan Danu dan Ayyara
Semua tamu undangan sudah hadir menunggu kedua mempelai memasuki aula
Danu menggandeng Ayyara menuju panggung resepsi
Semua tamu undangan mulai memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai
Kini giliran keluarga intilah yang menuju kepanggung memberikan ucapan selamat
Arion terus saja menggandeng Azka, karna ia sangat khawatir akan kondisi kesehatan Azka saat ini
Saat menaiki panggung Azka merasa sangat pusing dan hendak jatuh, namun Arion dengan sigap merangkul Azka agar tidak jatuh
"Are you ok?" tanya Arion
"Im Ok" jawab Azka lalu menghampiri Danu dan Ayyara
"Selamat Bang, Kak" ucap Azka mengucapkan selamat
"Makasih, Dek" balas Ayyara memeluk Azka, yang langsung dibalas oleh Azka
"Selamet Kakak ipar" ucap Arion menjabat tangan Danu, memberikan salam selamat ala laki laki
"Makasih, Yon" balas Danu menjabat tangan Arion
"Selamat Danu, Ayyara sekarang kalian sudah menjadi suami istri" ucap Siska
"Makasih, Bun" balas Danu dan Ayyara
"Danu kamu harus bisa menjaga Ayyara dan membuatnya bahagia" pesan Abraham
"Itu pati, Dad" balas Danu
"Woy Danu, Kak Ayya selamat ya" ucap Abila dkk
"Selamat ya, Nu" ucap Gavin dkk
"Makasih" ucap keduanya
"Nggak papa kok, Bun" jawab Azka
"Arion Istrimu kenapa? kau tidak menjaganya dengan baik" marah Siska pada Arion
"Nggak Bun, Azka cuman pusing aja" jawab Azka memegangi kepalanya hendak jatuh
Arion langsung membopong Azka dan membawanya turun dan langsung kerumah sakit tanpa meminta persetujuan Azka
"Yah, Bunda ikut Arion" pamit Siska pada Robert
"Eh Bun, Ayah ikut saja," ucap Robert "Ayah tinggal ya, kalian sama Dady dulu" pamit Robert lalu pergi
Arion membawa Azka kerumah sakit terdekat, Azka tidak bisa membantah karna ia merasa sangat lemas
Dekter memeriksa Azka
"Nyonya Azka baik baik saja" tutur Dokter setelah memeriksa Azka lalu duduk dikursinya menghadap Arion
"Terus kenapa Istri saya pusing terus mual mual, Dok?" tanya Arion
"Istri anda sedang mengandung, untuk pusing dan mual itu biasa terjadi pada awal awal kehamilan" tutur Dokter, membuat Arion berbinar lalu berdiri memeluk Azka yang sedang terbaring
"Kamu hamil sayang" ucap Arion memeluk Azka
"Benarkah?" tanya Azka meneteskan air mata bahagianya
"Iya"
"Untuk vitamin dan penambah nafsu makan, bisa ditebus di apotek" ucap Dokter memberikan secarik kertas berisi resep obat
Tak lama datang Siska dan Robert
"Menantu Bunda, kenapa?" tanya Siska khawatir
"Bunda nggak usah khawatir, Bunda akan punya cucu" tutur Arion
"Benarkah!?" kaget Siska diangguki Arion
"Yah, kita akan punya cucu" senang Siska memeluk Robert
"Iya Bun, kita kabari yang lain" ucap Robert
Robert langsung mengabari Abraham yang sedang berada diresepsi Danu dan Ayyara
"Sudah kalau begitu kita pulang saja, biar Azka bisa istirahat, mungkin Dady dan Kakak kalian akan datang besok pagi" saran Siska
"Iya, Bun" ucap Arion
Lalu membawa Azka pulang kerumah mereka