THE QUEEN OF MAFIA

THE QUEEN OF MAFIA
42



Ia langsung masuk kedalam ruang diamana ada keluarga Robertson


"Serahkan dirimu" ucap pria tersebut pada Robert dengan menodongkan pistolnya


"Kenapa? siapa kau?" tanya Robert yang tak mengerti


Sedangkan Siska sudah menangis ketakutan, dengan Arion yang memeluknya


Sedangkan Azka masih diam menyimak, apa yang akan pira tersebut lakukan


"Jika kau tidak menyerahkan dirimu, maka kau akan mati ditanganku, kau telah merebut Siska dariku" ucap pria tersebut yang merupakan mantan kekasih Siska


"Apa kau sudah gila! dia tidak merebutku darimu, kau sendiri yang meninggalkanku dengan perempuan lain" ucap Siska masih menangis


"Uch Baby apa kau sangat mencintainya? bagaimana kalau" ucap pria tersebut mengarahkan pistolnya kekepala Robertson


DOR


Tembakan mendarat diperut pria tersebut, Azka lah yang melakukannya


Sontak Arion, Siska, Robertson, Abraham dan Danu memandang Azka yang masih duduk santai dengan pistol ditangannya


"Akh sia1an siapa kau!?" ucap pria tersebut memegangi perutnya yang terkena tembakan Azka


Azka lalu berdiri menghampiri pria tersebut dan membuka topengnya lalu menghajarnya tanpa memperdulikan tatapan dari orang orang


KRAK


BUGH


SREK


KRAK


Pria tersebut tergeletak tak berdaya dilantai, Azka langsung berjongkok dan membisikkan sesuatu ditelinga pria tersebut


"Kau ingin tau siapa aku bukan? baiklah gw Azkadina Anderson Leader Black Devil" bisik Azka lalu berdiri, pria tersebut sudah gemetar tidak berani berbuat apa apa


"Jika kau tidak tahu bagaimana cara menggunakan pistol biar ku contohkan" ucap Azka mengarahkan pistolnya tepat dijantung pria tersebut


"Begini" ucap Azka menarik pelatuk pistolnya, pria tersebut mati seketika


Semua yang melihat dibuat melongo dengan apa yang dilakukan Azka


"Azka, terima kasih Nak, kamu telah meyelematkan nyawa saya" ucap Robert tulus


"Iya Sayang, makasih banyak" ucap Siska


"Iya Om, Tante" jawab Azka


"Eits bukan Om dan Tante tapi Ayah dan Bunda" ucap Siska


"Iya" ucap jawab Azka tersenyum tipis yang hampir tak terlihat


"Hah dia senyum, yaampun cantik banget" batin Arion tersenyum senang


"Azka, sejak kapan kamu membawa pistol?" tanya Abraham


"Iya Dek, biasanya lu cuman bawa pisau lipat" imbuh Danu


"Sejak 10 tahun yang lalu" jawab Azka dingin nan datar


Azka langsung menelpon Justin


"Restoran XX"


"Kenapa?" tanya Justin disebrang sana


"5 menit dari sekarang" ucap Azka langsung memutuskan telponnya


Tak lama Justin masuk dengan memakai jubah tangan kanan Black Devil dan membawa mayat pria tersebut


"Black Devil?" batin Danu membaca jubah Justin


"Black Devil, mafia No.1? apa hubungannya dengan Azka, semakin menarik kau Azka" batin Arion


"Yasudah kalau begitu kami pamit" pamit Siska


"Bun, Arion masih ada urusan, Ayah sama Bunda duluan saja, nanti Arion bisa pulang naik taxi" ucap Arion


"Yasudah hati hati" pesan Siska lalu pergi


"Danu ayo pulang" ajak Abraham


"Iya Dad"


Kini tinggalah Azka dan Arion


Saat Azka hendak pergi Arion menahan tangan Azka


"Kenapa?" tanya Azka


"Gw mau ngomong sama lu" jawab Arion


"Hmmm"


"Tapi nggak disini, lu bawa mobil?" tanya Arion


Tanpa menjawab Azka langsung melemparkan kunci mobilnya yang langsung ditangkap oleh Arion


Arion mengemudikan mobil Azka menuju tempat yang ia inginkan


Didalam mobil tidak ada pembicaraan yang terlontar dari mulut keduanya, mereka hanya diam dan fokus dengan fikiran masing masing