THE QUEEN OF MAFIA

THE QUEEN OF MAFIA
55



Hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu oleh semua siswa siswi kelas XII, karna hari adalah hari kelulusan mereka


Semua siswa siswi sudah rapi berjajar menggunakan pakaian khas wisuda mereka yang dihadiri oleh seluruh orang tua wali murid juga pemilik sekolah


Yang juga dijaga ketat oleh mafioso Azka yang pasti dikomando oleh Justin dan Carlet yang menyamar menjadi tamu undangan


Orang tua Arion dan Azka menghampiri mereka


"Selamat ya Sayang, kalian sudah lulus sekarang" ucap Siska memberikan ucapan selamat sembari memeluk keduanya


"Makasih Bun" ucap Azka dan Airon membalas pelukan Siska


"Entah kenapa perasaan gw nggak enak" batin Azka


Karna memang sedari tadi ada sesosok laki laki yang mengintai Arion, seperti ingin menghabisinya


"Selamat kalian berdua" ucap Abraham


"Makasih Dad"


"Berarti sekarang kalian harus buatin cucu buat Bunda, Bunda udah nggak sabar buat nimang cucu" ucap Siska


"E.. I..iya Bun" jawab Arion dan Azka gugup


Ayyara menghampiri mereka


"Dek, selamat ya" ucap Ayyara


"Makasih" balas Azka


"Azka siapa dia?" tanya Abraham


"Perkenalkan saya Ayyara Kakak angkat Azka sekaligus Sekretaris pribadi Azka" ucap Ayyara memperkenalkan diri


Tak lama Danu datang menghampiri mereka, ia melihat Ayyara dan memandang kecantikan Ayyara juga Ayyara yang memandang ketampanan Danu


Deg deg deg


Jantung keduanya berdetak lebih kencang


"Pandangan pertama nih kayaknya" celetuk Arion membuat Danu dan Ayyara salah tingkah


"Ok perhatian semuanya, sekarang adalah saat dimana penyerahan jabatan ketua osis oleh saudara Arion kepada celon ketua osis baru" ucap MC


Arion maju keatas panggung untuk serah terima jabatan


"Saya Arion menyerahkan jabatan ketua osis kepada calon ketua osis baru, semoga dapat mengemban tugas dan tanggung jawab dengan amanah, dan jangan sungkan untuk bertanya jika ada hal yang kurang dimengerti" pidato Arion menyerahkan jabatannya


Saat itu juga Azka seperti mendengar suara yang tak asing baginya, ia terus saja memandang sekitar, saat ia melihat pohon disisih kiri panggung munculah sesosok pria yang mengarahkan pistolnya pada Arion


"AZKAAAA!" teriak semua murid kaget


Justin dan Carket langsung mencari dan menagkap pelaku


Azka langsung tergeletak dengan dada darah bercucuran


Arion langsung memangku kepala Azka


"Sayang, kumohon bertahanlah" ucap Arion menangis


"Hei jangan menangis, apa kau tidak malu dilihat banyak orang" ucap Azka lirih memegangi dadanya


"Aku tidak perduli, kumohon bertahanlah" ucap Arion menangis


"Danu cepat panggil ambulance" perintah Abraham panik


Danu langsung menelpon ambulance


"A..arion aku mengantuk" ucap Azka yang sudah mulai kehilangan kesadarannya


"Jangan kumohon jangan tutup matamu" ucap Arion mengguncangkan tubuh Azka


Namun Azka menutup matanya


Arion yang sudah frustasi langsung menggendong Azka dan membawanya kerumah sakit tanpa menunggu ambulance datang


Saat tiba dirumah sakit Arion terus berteriak memanggil Dokter


"DOKTER TOLONG ISTRI GW" teriak Arion menggendong Azka


"BURUAN WOY GW BAKAR JUGA NIH RUMAH SAKIT" teriak Danu


Dokter dan Suster langsung membawa Azka kedalam ruang UGD dan memeriksanya


Sedangkan yang lain menunggu diluar ruangan


Arion terus memandang pintu ruang UGD dengan menangis dalam diam


Sedangkan Danu sudah frustasi karna tidak bisa melindungi adiknya, Ayyara mencoba menguatkan Danu


Begitu juga dengan Gavin dkk yang mencoba menenangkan Abila dkk


"Yah, Bunda nggak mau kalau sampai terjadi apa apa sama Azka" tangis Siska memeluk Robert


"Bunda tenanglah, kita berdoa saja, semoga Azka baik baik saja" ucap Robert mengelus rambut Siska


Tak lama Dokter keluar dengan wajah sedih