
Hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu oleh semua siswa siswi kelas XII, karna hari adalah hari kelulusan mereka
Semua siswa siswi sudah rapi berjajar menggunakan pakaian khas wisuda mereka yang dihadiri oleh seluruh orang tua wali murid juga pemilik sekolah
Yang juga dijaga ketat oleh mafioso Azka yang pasti dikomando oleh Justin dan Carlet yang menyamar menjadi tamu undangan
Orang tua Arion dan Azka menghampiri mereka
"Selamat ya Sayang, kalian sudah lulus sekarang" ucap Siska memberikan ucapan selamat sembari memeluk keduanya
"Makasih Bun" ucap Azka dan Airon membalas pelukan Siska
"Entah kenapa perasaan gw nggak enak" batin Azka
Karna memang sedari tadi ada sesosok laki laki yang mengintai Arion, seperti ingin menghabisinya
"Selamat kalian berdua" ucap Abraham
"Makasih Dad"
"Berarti sekarang kalian harus buatin cucu buat Bunda, Bunda udah nggak sabar buat nimang cucu" ucap Siska
"E.. I..iya Bun" jawab Arion dan Azka gugup
Ayyara menghampiri mereka
"Dek, selamat ya" ucap Ayyara
"Makasih" balas Azka
"Azka siapa dia?" tanya Abraham
"Perkenalkan saya Ayyara Kakak angkat Azka sekaligus Sekretaris pribadi Azka" ucap Ayyara memperkenalkan diri
Tak lama Danu datang menghampiri mereka, ia melihat Ayyara dan memandang kecantikan Ayyara juga Ayyara yang memandang ketampanan Danu
Deg deg deg
Jantung keduanya berdetak lebih kencang
"Pandangan pertama nih kayaknya" celetuk Arion membuat Danu dan Ayyara salah tingkah
"Ok perhatian semuanya, sekarang adalah saat dimana penyerahan jabatan ketua osis oleh saudara Arion kepada celon ketua osis baru" ucap MC
Arion maju keatas panggung untuk serah terima jabatan
"Saya Arion menyerahkan jabatan ketua osis kepada calon ketua osis baru, semoga dapat mengemban tugas dan tanggung jawab dengan amanah, dan jangan sungkan untuk bertanya jika ada hal yang kurang dimengerti" pidato Arion menyerahkan jabatannya
Saat itu juga Azka seperti mendengar suara yang tak asing baginya, ia terus saja memandang sekitar, saat ia melihat pohon disisih kiri panggung munculah sesosok pria yang mengarahkan pistolnya pada Arion
"AZKAAAA!" teriak semua murid kaget
Justin dan Carket langsung mencari dan menagkap pelaku
Azka langsung tergeletak dengan dada darah bercucuran
Arion langsung memangku kepala Azka
"Sayang, kumohon bertahanlah" ucap Arion menangis
"Hei jangan menangis, apa kau tidak malu dilihat banyak orang" ucap Azka lirih memegangi dadanya
"Aku tidak perduli, kumohon bertahanlah" ucap Arion menangis
"Danu cepat panggil ambulance" perintah Abraham panik
Danu langsung menelpon ambulance
"A..arion aku mengantuk" ucap Azka yang sudah mulai kehilangan kesadarannya
"Jangan kumohon jangan tutup matamu" ucap Arion mengguncangkan tubuh Azka
Namun Azka menutup matanya
Arion yang sudah frustasi langsung menggendong Azka dan membawanya kerumah sakit tanpa menunggu ambulance datang
Saat tiba dirumah sakit Arion terus berteriak memanggil Dokter
"DOKTER TOLONG ISTRI GW" teriak Arion menggendong Azka
"BURUAN WOY GW BAKAR JUGA NIH RUMAH SAKIT" teriak Danu
Dokter dan Suster langsung membawa Azka kedalam ruang UGD dan memeriksanya
Sedangkan yang lain menunggu diluar ruangan
Arion terus memandang pintu ruang UGD dengan menangis dalam diam
Sedangkan Danu sudah frustasi karna tidak bisa melindungi adiknya, Ayyara mencoba menguatkan Danu
Begitu juga dengan Gavin dkk yang mencoba menenangkan Abila dkk
"Yah, Bunda nggak mau kalau sampai terjadi apa apa sama Azka" tangis Siska memeluk Robert
"Bunda tenanglah, kita berdoa saja, semoga Azka baik baik saja" ucap Robert mengelus rambut Siska
Tak lama Dokter keluar dengan wajah sedih