
Satu bulan sudah Azka belum sadarkan diri dari komanya. Arion selalu setia menunggu disamping Azka, berharap ia segera bangun dari tidur panjangnya
"Sayang, kamu lama banget sih bangunnya, kamu nggak kangen ya sama aku" ucap Arion sedih menggenggam tangan Azka
Sedangkan dialam bawah sadar Azka, ia berada disalah satu taman dengan danau ditengah nya
"Gw dimana? kenapa tempat ini sangat indah" gumamnya melihat pemandangan taman yang sangat indah
"Azka" panggil seorang wanita paruh baya dari kejauhan
Azka menoleh dan melihat siapa yang memanggilnya, saat Azka melihat ia langsung berlari menghampiri wanita tersebut
"Momy" teriaknya sambil berlari menghampiri Farah
"Azka, Sayang" ucap Farah memeluk Azka
"Momy, Azka kangen sama Momy" ucap Azka memeluk Farah erat
Farah lalu melepaskan pelukan dan memandang Azka
"Kamu kenapa disini?" tanya Farah
"Azka mau sama Momy" jawab Azka
"Beneran?" tanya Farah
"Iya Mom, Azka sangat rindu sama Momy" ucap Azka
"Tapi Azka, ini bukan saatnya kamu untuk bersama Momy" ucap Farah menggenggam tangan Azka
"Kenapa?" tanyanya
"Belum saatnya kamu disini, kembalilah disana banyak orang yang menunggumu" ucap Farah
"Nggak Mom, Azka nggak mau, Azka mau sama Momy saja" ucap Azka memohon
"Yasudah jika kamu memaksa, sekarang ayo ikut Momy" ajak Farah menggandeng tangan Azka
Farah mengajak Azka ketepi danau
"Mom, danau ini sangat indah" takjub Azka
"Kau lihat lah itu" tunjuk Farah kearah dalam danau
Sontak Azka menurut dan berjongkok untuk melihat apa yang Farah tunjuk, namun Farah langsung mendorong Azka kedalam danau
"Maaf Sayang, Momy memang menyayangimu, namun disana masih banyak orang yang sayang padamu" gumam Farah setelah menceburkan Azka lalu menghilang
Kembali ke Arion
Arion terus menggenggam tangan Azka, namun ia merasakan ada pergerakan dijari Azka, Arion melihatnya dengan mata berkaca kaca lalu memanggil dokter
"Dokter!" panggil Arion
Dokter langsung masuk kedalam ruang rawat Azka
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya Dokter
"Istri saya tadi menggerakkan jari, tolong periksa dia" suruh Arion dengan mata berbinar
Dokter lalu memeriksa keadaan Azka
"Selamat Tuan, pasien sudah melewati masa kritisnya, dalam waktu dekat ia akan sadar" jelas Dokter setelah memeriksa Azka
"Terima kasih, Dok" ucap Arion, Dokter langsung keluar dari ruangan Azka
"Sayang, bangun ya" pinta Arion mengelus rambut Azka dengan sayang
"A..air" ucap Azka
Arion langsung memberikan air minum untuk Azka
"Makasih" ucap Azka tersenyum
"Gimana ada yang sakit? atau kamu butuh sesuatu?" tanya Arion khawatir
"Nggak, sini" ucap Azka merentangkan tangannya
Arion yang mengerti langsung memeluk Azka erat
"Jangan ulangi hal yang sama" pinta Arion memeluk Azka erat, Azka merasakan sakit didadanya karna Arion memeluknya terlalu erat
"Arion, sakit" ucap Azka menahan sakit
Arion langsung melepaskan pelukannya
"Mana mana yang sakit" panik Arion
"Kamu meluknya terlalu erat, kena bekas tembakan" jelas Azka
"Maaf, aku terlalu senang, kamu kan udah satu bulan nggak sadar sadar" ucap Arion mengecup dahi Azka
"HAH!? satu bulan" kaget Azka
"Iya, Sayang"
"Arion aku laper, mau makan" pinta Azka dengan wajah imutnya
"Iya, mau makan apa? sup atau bubur? biar aku pesenin"
"Sup aja" jawab Azka hendak duduk, Arion langsung membantu Azka duduk
Tak lama makanan yang dipesan Arion datang
"Aku suapin" ucap Arion memasukkan sesuap sup kedalam mulut Azka, Azka menerimanya dengan senang hati
Siska, Robert dan Abraham datang untuk menjenguk Azka, mereka langsung masuk kedalam ruangan Azka, mereka kaget juga senang karna melihat Azka yang sudah sadar dan tengah disuapi oleh Arion
"Azka, kamu udah sadar sayang" ucap Siska masuk kedalam ruangan
"Eh Bunda, udah kok, Bun" ucap Azka tersenyum
"Gimana keadaan kamu, Sayang?" tanya Abraham
"Baik, Dad" jawab Azka tersenyum
"Kamu, Arion kenapa tidak mengabari kita?" tanya Robert
"Hehe, maaf Yah, Arion lupa" ucap Arion tersenyum
"Sudah sudah, Dady hubungi Danu dan calon kakak iparmu dulu" ucap Abraham pada Azka, lalu menghubungi Danu
"Kakak ipar?" tanya Azka yang tak mengerti
"Nanti kau akan tahu, Sayang" ucap Arion menyuapkan supnya lagi
"Siapa?" tanya Azka mengunyah makanannya
"Dihabiskan dulu supnya Sayang, nanti kamu tahu kok" ucap Siska
"Iya Bun"