
Malam hari pukul 01.00 Azka dan para mafiosonya pergi kemarkas Drakness Angel untuk meratakan markasnya dan menangkap leadernya
Saat telah sampai Azka turun terlebih dahulu menghadapi para penjaga didepan gerbang
"Buka" suruh Azka dingin
"Siapa lu berani beraninya nyuruh kita" ucap salah satu penjanga
Tanpa berucap lagi Azka menebas kepala para penjaga dengan sekali ayunan katananya
Azka memberi kode pada Justin juga Carlet untuk masuk. Justin dan Carlet yang mengerti langsung memerintahkan mafioso Black Devil masuk kedalam markas dan membukakan jalan untuk Azka
SRING
BUGH
KRAK
DUK
SRET
DOR
Bunyi pukulan dan tembakan beradu didalam markas Darkness Angel
Justin dan Carlet mengawal Azka masuk kedalam ruang bertulisakan Leader
BRAK
Azka menendang pintu dengan keras, membuat leader DA kaget dan menodongkan pistol kearah Azka
"Seorang gadis, bahkan dia sangat cantik" batin Andito sang leader DA menap Azka
"Siapa kau, kenapa kau menyerang markasku?" tanya Andito tetap menodongkan pistol kearah Azka
"Aku? Malaikat maut mu" jawab Azka dengan senyum devilnya dan maju kearah Andito
Andito menarik pelatuk pistolnya menembak Azka, tapi dengan cepat Azka menangkap peluru dengan jari tengah dan telunjuknya dengan mudahnya
"Ba...ba...gai mana bisa" kaget Andito dengan membulatkan matanya dan mundur hingga mentok ketembok
"Apa kau ingin bermain main dengan keluarga Anderson?" tanya Azka dengan tatapan tajamnya
"A...apa urusanmu" ucap Andito
Tanpa menjawab Azka langsung menembak kedua lengan juga kedua kaki Andito
Andito jatuh tersungkur dengan tangan dan kaki dipenuhi darah
"Bawa dia" suruh Azka pada Justin
"Baik Queen" jawab Justin lalu membawa Andito keluar
Sontak semua memberhentikan gerakannya dan memandang Carlet juga Azka
"LEADER KALIAN SUDAH KAMI TANGKAP KALIAN SEMUA BERGABUNG DENGAN KAMI ATAU MATI!" ucap Carlet
Semua mafioso DA langsung menatap leadernya yang berdiri lemas ditahan oleh Justin
"KAMI BERGABUNG DENGAN ANDA" jawab semua mafioso DA
"BAIKLAH KALIAN DATANG KEMARKAS BLACK DEVIL" ucap Carlet lalu pergi mengikuti Azka
Saat sudah sampai dimarkas BD
Azka mengintrogasi Andito yang sudah diikat tangan dan kakinya dengan rantai, dengan Carlet dan Justin sudah menyiapkan kamera untuk merekam apa yang akan dikatakan Andito
"Siapa Anadia?" tanya Azka dingin dengan tatapan membunuh
"A...aku tidak tahu" jawab Andito
Azka menembak lengan kiri Andito lagi
"Katakan atau kau mati ditanganku" ucap Azka
"Di...dia istriku" jawab Andito
"Siapa Sasa?" tanya Azka
"Dia anakku bersama Anadia" jawab Andito
"Kenapa kau mengirim mereka kekeluarga Anderson?"
"Ka...karna a...aku ingin mengambil harta dan kekayaannya"
"Kenapa?" tanya Azka lagi menahan amarahnya karna ia ingat akan Momynya
"Karna keluarga Anderson keluarga terkaya, maka dengan itu aku akan menjadi orang terkaya dengan mudah" jawab Andito
"Justin matikan, dan simpan itu" suruh Azka, Justin dan Carlet lalu mematikan kameranya
"Kau tau apa kesalahanmu pak tua?" tanya Azka maju dengan memegang katananya dengan tangan kanannya
"Ti...tidak" jawab Andito dengan keringat bercucuran membanjiri seluruh tubuhnya
"Kau dan istri bodohmu itu sudah melenyapkan Momyku" ucap Azka dengan aura yang sudah sangat menghitam
"Ja....jadi kau" kata Andito ketakutan
"Ya aku Azkadina Anderson, putri keluarga Anderson" ucap Azka menebas kaki Andito
"Akh....Ku mohon lepaskan aku" rintih Andito kesakitan
"Hmmm lepaskan? Biaklah" ucap Azka