
Azka langsung melesat kemarkasnya dengan kecepatan penuh
"Akan kuselesaikan sekarang juga" gumam Azka dalam mobil
Saat Azka sampai dimarkas Justin dan Carlet mempersilahkan Azka masuk.
Azka masuk dengan hawa yang sudah siap menikam mangsa, saat masuk Azka melihat Anadia sedang tertidur
"Bawa air panas" suruh Azka
Carlet langsung memberikan satu ember air panas pada Azka, dengan senang hati Azka menerimanya dan langsung mengguyurkan pada tubuh Anadia dari atas sampai bawah
BYUR
"AAAAAA PANAS PANAS" jerit Anadia berteriak karna kulitnya merasa terbakar
"Wow suaramu merdu sekali" puji Azka bertepuk tangan seperti melihat konser
"Kau sudah gila, aku akan membunuhmu!" marah Anadia
"Pffffft aku gila? bukankah kau yang sudah gila, lihatlah dirimu, terlihat sangat meyedihkan" ejek Azka menahan tawanya
"Hmm bagaimana jika kau memberitahukanku kebenaran 10 tahun yang lalu" tawar Azka duduk dikursi tepat didepan Anadia
"Dasar bodoh sampai kapanpun aku tidak akan mengatakannya" tolak Anadia
"Baiklah jika itu yang kau mau" ucap Azka pura pura kecewa dan maju membawa pistol kesayangannya
"Ma... mau apa kau" bentak Anadia yang melihat Azka mengeluarkan pistol
"Mau apa lagi, bukankah kau telah membunuh Momy ku, akan ku lakukan sama seperti apa yang kau lakukan pada Momy ku" ucap Azka maju dan menembakkan 2 peluru di kedua kaki Anadia
DOR
DOR
"Akh kau memang wanita iblis" teriak Anadia kesakitan
"Sssstttt ku anggap itu adalah pujian" ucap Azka mendekatkan jari telunjuknya pada bibir Anadia
"Hmmm bagaimana jika putri kesayanganmu Sasa Andito lah yang akan merasakan akibat dari kesalahanmu? uch kasihan" ucap Azka dengan mimik wajah yang dibuat sesedih mungkin
"DASAR KAU WANITA IBLIS JIKA SAJA AKU MEMBUNUHMU TERLEBIH DULU BARU SARAH MOMY MU ITU MUNGKIN AKU SEKARANG SUDAH MENDAPATKAN HARTA AYAHMU" teriak Anadia membentak Azka
Prok prok prok prok
Azka bertepuk tangan mendengar perkataan Anadia yang tanpa sengaja mengakui perbuatannya
"Bagus" ucap Azka langsung menebas kedua tangan Anadia, menyayat nyayat tubuh Anadia juga mencincangnya
Anadia terus berteriak kesakitan namun tidak diperdulikan oleh Azka
"Bagus juga karya gw" puji Azka pada dirinya sendiri
Sedangkan Anadia sudah lemas tak berdaya
"Sentuhan terkahir" ucap Azka berjalan mengambil pisaunya dan menancapkan tepat dijantung Anadia berkali kali dengan tawa puasnya
"Hhahahahahah" tawa Azka puas mengelegar didalam ruangan membuat Justin dan Carlet bergidik ngeri
"Kalian bakar dia" suruh Azka pada anak buahnya
"Ba..baik Queen" Anak buah Azka langsung mengambil satu ember bensin dan langsung menyulutnya dengan api. Tubuh Anadia terbakar habis
"Kalian berdua salin videonya dalam flashdisk ku" suruh Azka pada Justin dan Carlet dengan mengulurkan sebuah flashdisk
"Siyap" jawab Justin
"5 menit dari sekarang" ucap Azka langsung pergi keruangannya, begitu juga Justin dan Carlet dengan cepat menyalin videonya
Sore hari Azka keluar dari markasnya menuju kemakam Farah
"Mom, Momy tau? Azka udah berhasil nyingkirin dia Mom" ucap Azka didepan gundukan tanah makam Farah
"Momy pasti senang kan? atau Momy sedih karna Azka seorang pembunuh? hiks Azka tau pasti Momy kecewa sama Azka, tapi Mom, Azka sayang banget sama Momy" tangis Azka
"Momy yang tenang ya, pasti Azka akan menyusul Momy kesana, pasti" ucap Azka menghapus air matanya