THE QUEEN OF MAFIA

THE QUEEN OF MAFIA
33



Malam harinya Azka kearena balap dengan mobil kesayangannya


"Dek lu udah siap?" tanya Carlet


"Adek gw mah selalu siap" jawab Justin


"Gw tanya Azka napa lu yang jawab coba" kesal Carlet ngegas


"Eh Neng santuy napa" ucap Justin


Azka yang mulai tau alur pembicaraan mereka yang berakhir pertengkaran langsung saja ia masuk kedalam mobilnya dan mulai bertanding dengan lawannya yang merupakan anak balap


Saat Azka melaju mobil lawan menghadangnya dan langsung mengerem didepan mobil Azka, sontak Azka langsung menginjak remnya dengan keras agar tidak menabrak mobil sang lawan, tapi dahi Azka rerbentur dengan keras hingga mengeluarkan darah segar


"Sialan" ucap Azka dalam mobil


Tapi disaat Azka menginjak remnya lawannya malah melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh dan mendahului Azka dan sampai di garis finish


"Shit curang" gumam Azka keluar dari mobilnya yang langsung di hampiri oleh Justin dan Carlet


"Wah kenapa nih, Queen Racing kalah?" tanya Justin


"Dia curang" jawab Azka


"Wah berani beraninya tuh orang, mau gw apain nih" ucap Justin menggulung lengan bajunya bersiap baku hantam, tapi langsung dihentikan oleh Azka


"Udah diem, kasih apa yang dia mau" ucap Azka datar hendak masuk dalam mobilnya


"Eh Dek, itu keninglu berdarah sini gw obatin dulu" pinta Carlet tapi tidak diperdulikan oleh Azka, ia langsung masuk dalam mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan penuh menuju mansion keluarga Anderson


Saat ia sedang melewati jalan yang sepi ia melihat beberapa preman berjumlah 8 orang yang sedang menghadang mobil Arion yang didalam mobil ada Arion dan kedua orang tuanya


Azka tidak langsung menolongnya ia hanya berdiam diri didalam mobil dan melihat terlebih dahulu apa yang dilakukan Arion


Arion melindungi kedua orang tuanya dan menghajar preman sendirian, tapi ia mulai kelelahan


Azka yang melihat Arion sudah kelelahanpun keluar dari mobilnya dan berjalan santai kehadapan 8 preman tersebut dan mulai menghajarnya dengan tangan kosong


BUGH


KRAK


BUGH


SREK


"Azka" gumam Arion


Dalam 3 menit 8 preman sudah terkapar tak berdaya


"Pergi atau nyawalu" ucap Azka, sontak para preman langsung berlari terbirit birit


"Arion kamu nggak papa sayang?" tanya Siska Bunda Arion


"Iya Bun, Arion nggak papa" jawab Arion lalu menghampiri Azka


"Ka, lu nggak papa?" tanya Arion


"Nggak" jawan Azka singkat


"Arion kamu kenal?" tanya Robert Ayah Arion


"Iya Ayah, dia teman sekelasku" jawab Arion


"Makasih ya Nak, kamu menyelamatkan nyawa kami dan anak kami" ucap Robert tulus


"Iya Om" jawab Azka datar


"Kenapa dia datar sekali" batin Robert


"Siapa namamu nak?" tanya Siska Bunda Arion


"Azka" jawab Azka


"Terima kasih Azka, Bunda akan selalu mengingatmu" ucap Siska tulus


"Bu..bunda?" tanya Azka menahan air matanya


Siska yang melihat Azka mencoba menahan air matanya menyadarinya


"Kamu kenapa Azka?" tanya Siska


"Enggak, saya permisi" pamit Azka masuk kedalam mobilnya lalu pergi


"Kenapa dia seperti itu?" tanya Robert


"Entah aku juga tak mengerti" jawab Siska


"Sudah Ayah, Bunda sekarang kita pulang saja, Azka memang seperti itu" ucap Arion masuk kedalam mobilnya diikuti kedua orang tuanya


Didalam mobil Siska bertanya pada Arion


"Arion kenapa dengan Azka?" tanyanya


"Entah Bun, Arion juga tidak mengerti, tapi yang Arion tahu dia memang dingin dan datar" jelas Arion


"Tapi Bunda bingung, kenapa dia jadi bersedih saat Bunda memeperkenalkan diri dan menyebut kata Bunda dihadapannya" ujar Siska


"Sudahlah Bun, tak perlu difikirkan, mungkin tadi dia lelah setelah menghajar 8 preman sendirian" ucap Robert


"Ah iya, mungkin saja" ucap Siska